
Sheila saat ini sedang berada di kamarnya. Setelah pagi di sibukkan dengan gaun pengantin dan lain-lain, Akhirnya dirinya bisa mengistirahatkan kakinya di atas sofa panjangnya.
"Ternyata capek juga ya". Gumam Sheila. Padahal ini pesta pernikahan kecil-kecilan. Memang Sheila tak mau pesta Meriah, entah apa yang terjadi, mungkin Sheila lebih pusing mengurusnya.
Sheila sesekali menguap, tapi ia tahan. Dirinya masih menunggu kabar dari Rendy, Sudah seharian ini Rendy tidak menghubunginya sama sekali karena memang sama-sama lagi sibuk.
Sheila mencoba menunggu, tapi sudah lima menit terlewat tapi ponselnya sama sekali tidak berbunyi.
Akhirnya Sheila menyerah, Matanya juga sudah tak bisa diajak kompromi, Sheila kemudian bangkit dan berjalan menuju ke tempat tidurnya dan meletakkan ponselnya di nakas.
Tak sampai lima menit, Sheila sudah tidur, mungkin ini adalah hari paling lelah menurut Sheila.
***
Rendy juga sedang sibuk, ia masih terus membantu sang ibu untuk belanja keperluan seserahan nanti sampai Rendy melupakan Sheila.
Sudah seharian ini juga Rendy tak melihat ponselnya, mungkin sudah banyak notifikasi panggilan dan pesan meskipun bukan dari Sheila.
Tepat pukul sepuluh malam, Rendy sudah bisa merebahkan tubuhnya di atas sofa kamarnya, lelah, pastinya.
Rendy kemudian merogoh sakunya, mengambil ponselnya dan ingin menghubungi sang istri yang tak tahu bagaimana kabarnya seharian ini.
Rendy segera menelepon Sheila, tapi sudah yang ke tiga kalinya masih belum ada respon dari Sheila saat ini.
"Apa udah tidur??", Gumam Rendy, Rendy menyudahi saja, mungkin Sheila benar-benar sudah tidur karena jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
"Aku telfon besok saja", Ucap Rendy, Rendy sudah merasakan badannya sudah lengket, dan is pun segera pergi ke kamar mandi dan setelah itu istirahat.
Keesokan paginya, semuanya masih juga sibuk termasuk Feli, Feli juga ikut membantu karena dia sangat antusias sekali dengan pernikahan kakak nya, apalagi Kakak nya Menikah dengan Sheila, wanita cantik yang yang juga populer di kampus nya.
"Sudah selesai semua??", Tanya Rendy yang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu kamarnya, Penampilannya sangat santai sekali pagi ini, Kaos hijau tipis dan di padukan dengan celana pendek hitam.
"Sudah kak, Sudah selesai semua. Besok tinggal berangkat". Ucap Feli, Feli merasa sudah tidak sabar menunggu besok, begitu juga dengan Rendy, Rendy juga sama sekali tidak sabar untuk segara menjadikan Sheila istrinya.
***
Sheila baru saja bangun, Efek lelahnya hingga membuat dia bangun ke siangan, Hal yang pertama ia ambil saat ini adalah ponselnya, Ada tiga kali panggilan dari Rendy, Pukul sepuluh malam tadi Rendy menelfon nya tapi Sheila sama sekali tidak tahu.
Sheila pun meletakkan ponselnya Kembali, dia pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, barulah itu Sheila akan menelpon Rendy lagu nanti.
Rendy keluar dari rumahnya, Mengendap-endap sebenarnya, ia tak mau sampai Feli tahu dan mengikutinya, Rendy ingin menghubungi Sheila saat ini, Menelepon di kamar bukan tempat aman menurut nya, ada adiknya yang saat ini berada di depan kamarnya, dan pastinya bisa mendengar apa yang akan Rendy katakan nanti.
Rendy duduk tepat di salah satu kayu di bawah pohon, Cukup sejuk di sini, Pohon juga tidak terlalu besar sehingga tak menimbulkan resiko besar jika Rendy duduk dibawanya.
Rendy mengambil ponsel dari sakunya, Mencari nomor Sheila dan segera menelfon nya.
"Halo sayang bagaimana kabarmu??", Tanya Rendy, Rendy sama sekali tak tahu kabar Sheila dari kemarin.
"Aku baik-baik saja sayang, maaf untuk malam tadi, aku benar-benar sudah tertidur". Ucap Sheila menjelaskan kepada Rendy.
"Iya, Aku Tahu pasti kamu capek, maaf tak menghubungi mu seharian kemarin". Ucap Rendy lagi.
"Tidak apa-apa, aku mengerti. Kita sudah sama-sama sibuk mempersiapkan pernikahan kita besok". Ucap Sheila.
Rendy pun tersenyum, memang besoklah hari yang mereka tunggu, Besok mereka berdua akan menjadi pasangan suami istri.
"Sayang, aku merindukanmu". Ucap Rendy, Sheila yang mendengar nya pun tersenyum malu. Jujur dia juga merindukan Rendy calon suaminya.
"Besok kita sudah bertemu sayang, Di tahan dulu rindunya". Ucap Sheila.
"Baik, aku akan tahan rinduku sayang, tapi besok setelah kita menikah aku tidak akan melepaskan mu, aku akan selalu bersamamu", Ucap Rendy.
"Aku tahu Rendy, aku juga tidak akan mau berjauhan lagi denganmu, cukup kita terpisah Jogja dan Jakarta, kemanapun kamu pergi aku akan ikut". Ucap Sheila.
"Pastinya, kami harus ikut kemanapun aku pergi, Bahkan aku akan selalu memelukmu saat tidur, Aku sudah tidak sabar lagi", Ucap Rendy.
Sheila pun mengernyitkan dahinya, memikirkan sesuatu setelah ia menikah besok.
"Sudah tidak sabar lagi bagaimana Rend??", Tanya Sheila mencoba menggoda, sebenarnya ia tak mau melakukan itu, tapi sesekali menggoda calon suaminya tak apa, toh masih besok kan ketemu nya.
"Jangan pura-pura tidak tahu dan jangan memancing ku sayang, Jika kamu benar-benar tidak mengerti aku akan menjelaskannya setelah kita menikah besok, Jangan sampai menghindar dari ku", ucap Rendy lagi.
Sheila pun mendelik kan matanya, Apakah akan secepat itu, apakah Rendy akan meminta hak nya besok setelah menikah?? Sheila pun tak sanggup membayangkan nya.
Sudah hampir lima menit tak ada suara dari sheila membuat Rendy berulang kali memanggil Sheila.
"Sayang.. sayang, Kamu masih di disitu kan??", tanya Rendy, Beberapa saat kemudian Sheila pun tersadar dari lamunannya, pikirannya benar-benar kacau karena perkataan Rendy padanya.
"Iya aku masih di sini Rendy", jawab Sheila. otaknya kali ini benar-benar sudah terkontaminasi oleh hal semacam itu.
"Jangan dipikirkan sayang, Kita pikirkan sama-sama besok, tapi yang jelas aku tidak akan melepaskan kamu sedetikpun", Ucap Rendy.
Sheila pun tersenyum malu sendiri, untung saja dia di dalam kamar dan untung juga ini bukan panggilan video, jadi Rendy tak tahu seberapa malunya Sheila saat ini, membayangkan apa yang terjadi besok setelah ia menikah dengan Rendy.
Rendy juga tersenyum, Membayangkan besok dia menjadi suami Sheila, tak menyangka memang, dulu dirinya adalah bodyguard Sheila, tapi sekarang apa??, Dia akan menikah dengan Sheila yang dulu pernah ia jaga, sungguh jodoh tak akan ada yang tahu.
Setelah menelfon Sheila Rendy akhirnya kembali ke rumah, Tujuannya saat ini adalah, Rendy harus menghafal Ijab Kabul nya, Rendy tak mau ada kesalahan saat Rendy mengucapkan nya, Rendy tahu jika ia salah pasti itu sangat memalukan, jadi Rendy berniat untuk menghafal mulai sekarang dan malam nanti, dan Rendy pastikan jika besok ia sudah hafal dan sudah siap untuk mengucapkan nya.