
Sheila terlihat sangat kesal karena Rendy memberikan syarat kepadanya.
" Syarat apa Rend??", Tanya Sheila yang akhirnya penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh Rendy.
" Ubah lah sikapmu seperti dulu lagi, Seperti saat bersama ku ", Ujar Rendy.
" Maksud kamu apa??", Tanya Sheila yang masih belum mengerti.
" She, Jody adalah pilihanku sendiri untuk aku tugas kan menjagamu selama aku disini, Dan dia selalu melaporkan apa yang kamu lakukan sehari-hari kepadanya ", Ujar Rendy.
" Maksud kamu Jody adalah yang terbaik menurut mu Rend??", Tanya Sheila.
" Iya She, Ayah mu juga ikut dalam pemilihan Jody sebagai pengganti ku", Ujar Rendy.
" Jadi aku mohon perlakuan Jody dengan baik, demi aku ", Ujar Rendy.
" Baiklah Rend, akan aku pikirkan, tolong beri aku waktu ", Ujar Sheila.
Kemudian Rendy mengakhiri panggilannya dengan Sheila, dan Sheila kini terlihat tengah memikirkan syarat dari Rendy.
Sheila kini tengah duduk termenung dikamarnya, ia masih teringat akan perkataannya Rendy tadi.
" Baiklah, jika itu permintaan mu Rend aku akan mencoba nya ",Ujar Sheila.
Sheila kemudian keluar dari kamarnya dan menuju ruang kerja Ayahnya.
" Ayah aku akan mencoba menerima Jody ", Ujar Sheila.
Pak Farhan yang mendengarnya pun terlihat senang,
"Baiklah, mulai besok Jody sudah bisa mengantarmu kembali ke kampus, tapi ingat perlakukan Jody dengan baik,", Ujar Pak Farhan.
" Baik Ayah, kalau begitu aku mau kembali ke kamarku dulu ", Ujar Sheila yang pergi keluar dari dalam ruangan Ayahnya.
Setelah kepergian Sheila pak Farhan langsung saja memanggil Jody untuk segera keruangan nya.
Jody merasa senang saat mendengar kabar tersebut dari Pak Farhan.
" Benarkah Tuan ", Ujar Jody tak percaya.
" Iya Jod, Sheila sendiri yang datang kemari, Aku juga merasa heran kenapa dia tiba-tiba berubah ", Ujar pak Farhan heran.
" Pasti ini semua berkat mas Rendy, Pasti mas Rendy sudah bicara dengan Nona ", Ujar Jody.
" Maksud kamu apa Jod??", Tanya Pak Farhan tak mengerti.
"Maafkan saya Tuan, saya tadi meminta tolong kepada mas Rendy agar bicara kepada Nona, Sejujurnya saya tidak mau berhenti bekerja disini, Kasihan anak dan istri saya jika saya tidak punya pekerjaan ", Ujar Jody.
" Oh jadi ini semua karena Rendy, Aku tahu jika Rendy yang berbicara, Sheila akan menurutinya ", Ujar Pak Farhan tersenyum.
" Saya juga tidak menyangka jika mas Rendy sangat berpengaruh bagi Nona ", Ujar Jody.
" Sepertinya aku harus bicara dengan Rendy Jod ", Ujar Pak Farhan.
" Iya Tuan, pasti mas Rendy akan suka jika Tuan menghubungi mas Rendy. Kalau begitu saya permisi dulu Tuan ", Ujar Jody berpamitan.
Setelah Jody berpamitan Pak Farhan kemudian mengambil ponsel pribadinya dan segera menghubungi Rendy.
Nada panggilan pun tersambung dan gak lama kemudian Rendy menjawab telfon dari pak Farhan.
" Halo Rend", ucap pak Farhan kepada Rendy, ini kali pertama nya pak Farhan menghubungi Rendy lagi sejak Rendy berhenti bekerja dengannya.
" Iya Pak, Ada yang bisa saya bantu", Tanya Rendy kepada Pak Farhan.
" Saya dengar kamu tadi menelfon anak saya??', Tanya pak Farhan.
" Maaf Pak kalau saya lancang ", Ujar Rendy.
Pak Farhan kemudian tersenyum.
" Rend, saya senang jika kamu mau menghubungi Sheila kapan pun, semenjak kamu pergi Sheila Kembali seperti dulu lagi, dan saya patut berterimakasih kepada mu karena kamu mau menegur Sheila ", Ujar pak Farhan.
Rendy pun terdiam mendengar ucapan pak Farhan.
" Saya melakukan semua ini demi kebaikan Nona pak ", Jawab Rendy.
" Saya harap kamu masih mau membantu saya Rend, meskipun kamu tidak berada disini ", Ujar pak Farhan.
" Iya Pak, dengan senang hati, saya akan ikut memantau Nona dari jauh ", Ujar Rendy.
" Baiklah Rend, terimaksih", Ujar Pak Farhan.
" Iya pak sama-sama ", Jawab Rendy dan kemudian menutup telfonnya.
Rendy pun terdiam, memang selama ini dia masih terus memikirkan Sheila, tapi semua itu dia tepis karena Rendy tidak mau perasaan nya semakin dalam kepada Sheila, apa lagi mengingat kebersamaan Sheila dengannya sebelum ia pergi membuat Rendy semakin terus terbayang akan hal itu.
Rendy kemudian mengusap wajahnya dengan kasar.
" Hey kenapa Lo Rend ??", Tanya Andrew.
" Gue gak apa-apa and, Cuma gue lagi bingung aja ", Ujar Rendy.
" Lo kenapa ??, cerita sama gue, barang kali gue bisa bantu Lo ", Ujar Andrew.
Sementara itu Sarah yang berada di meja belakang Rendy semakin memperdalam pendengarannya.
" Gue masih dapat tugas untuk memantau Sheila dari sini and, padahal gue udah jauh dari Sheila ", Ujar Rendy.
Andrew pun tersenyum.
" Rend, kenapa Lo jadi bodoh dalam urusan kayak gini sih, Berarti lo itu udah dikasih lampu hijau buat Lo terus Deket sama Sheila", Ujar Andrew.
" Tapi gue sama Sheila kan beda ", Ujar Rendy.
" Rend, Cinta itu gak memandang status, Orang tua Sheila aja udah merestui kalian, terus Lo mau nunggu apa, nunggu Sheila sampai di ambil orang gitu ", Ujar Andrew.
" Gue gak tau And, gue masih belum yakin dengan perasaan gue sama Sheila", Ujar Rendy.
Sarah yang mendengarnya nampak sangat kesal sekali, ia semakin penasaran dengan wanita yang bernama Sheila tersebut.
***
Malam harinya saat Rendy selesai menunaikan sholat isya, Rendy di kagetkan dengan suara ketukan pintu kamar kostnya.
" Assalamualaikum ", Ujar Sarah yang berada di luar pintu.
Dengan cepat Rendy pun segera membuka pintu kamar kostnya.
" Waalaikum salam ", Jawab Rendy.
" Sarah ", Ucap Rendy kaget.
" Iya mas Rendy ", Ujar Sarah.
" Ada apa Sar, kenapa kamu datang kemari??", Tanya Rendy yang masih berada diambang pintu.
" Maaf mas, Aku cuma mau ketemu mas saja", Ujar Sarah.
" Maksud kamu apa Sar??", Tanya Rendy tak mengerti.
" Ya aku cuma mau ketemu mas saja, apa itu tidak boleh ??", Tanya Sarah.
Rendy pun hanya diam tidak menjawab pertanyaan Sarah,
" Maaf Sarah, hari ini saya sibuk, banyak tugas yang harus saya kerjakan, jadi saya mohon kamu pulang sekarang. Gak baik jika perempuan bertamu di rumah laki-laki pada malam hari ", Ujar Rendy.
Sarah terlihat kesal saat mendengar ucapan Rendy,
" Maafkan Sarah mas Rendy, Sarah hanya ingin bertemu dengan kamu ", Ujar Sarah.
" Iya Sar, tapi kan kita bisa bertemu di kampus , lagi pula ini sudah malam, nanti orang tua mu mencari mu, dan saya mohon pergilah, dan maaf saya tidak bisa mengantarmu pulang ", Ujar Rendy.
Akhirnya Sarah pun pulang dengan perasaan kecewa terhadap Rendy,
Rendy hanya tidak mau timbul fitnah antar dirinya dan Sarah.
Setelah Sarah pulang Rendy pun segera masuk dan mengunci pintu kamar nya kembali.