My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
42



Para maid yang mendengar suara ketukan pintu dari arah luar segera membukakan pintu, terlihat di balik pintu tersebut ada Rendy yang tengah berdiri disana.


" Assalamualaikum Bi ", Ucap Rendy.


" Waalaikum salam mas Rendy, lama mas Rendy tidak kesini, ayo silahkan masuk mas ", Rendy pun masuk dan kemudian duduk di sofa berwarna maroon dan bibi pun meninggalkan Rendy sendirian.


Bibi pergi meninggalkan Rendy untuk menuju dapur tapi sebelum itu Bibi terlebih dahulu memanggil Sheila, karena Bibi sudah tahu jika pastinya Rendy datang hanya khusus untuk Sheila.


Suara ketukan pintu terdengar, Sheila kemudian menyuruh Bibi masuk.


" Permisi Non, Di bawah ada mas Rendy ", Ujar bibi kepada Sheila.


Mata Sheila pun terbelalak, ia kaget karena kedatangan Rendy yang mendadak.


" Bibi gak bohong kan??", Tanya Sheila.


" Nggak non, Bibi gak bohong, mas Rendy sekarang sedang menunggu non Sheila.


Bibi pun keluar dari kamar Sheila, dan Sheila dengan secepat kilat merapikan penampilannya, ia memoleskan sedikit bedak dan lipstik, kemudian Sheila juga menyemprotkan parfum agar penampilan nya semakin terlihat sempurna.


Sheila kemudian bercermin apa penampilan nya kali ini sudah baik atau tidak, Sheila tidak ingin Rendy melihat dirinya yang tampak berantakan.


Setelah sekian lama berada di depan cermin, Sheila memutuskan untuk keluar, ia ingin menemui Rendy karena sudah terlalu lama berada di dalam kamarnya.


Sheila turun dengan menggunakan dress selutut dengan warna soft, sebelum ia benar-benar keluar dari kamarnya Sheila terlebih dahulu mengganti pakaiannya .


Sheila turun dari kamarnya dan melihat Rendy yang tengah menunggunya dari tadi, Sheila tersenyum begitu juga Rendy, mereka berdua sudah terbalut dalam kerinduan mereka masing-masing, kini mereka sudah saling dipertemukan sejak beberapa bulan yang lalu mereka terpisah.


Sheila duduk tepat disampaikan Rendy, Rendy pun dapat melihat wajah Sheila dengan sangat jelas.


" Kamu kok gak bilang sudah pulang??", Tanya Sheila memecah keheningan.


Rendy pun tersenyum, " Aku sengaja buat kejutan buat kamu, kamu suka kan ??", Tanya Rendy.


Sheila pun hanya tersenyum, kalau Rendy mengeluarkan bunga yang sedari tadi ia sembunyikan,


" Ini buat kamu, semoga kamu suka", Rendy pun memberikan bunga mawar merah tersebut, wajah Sheila seketika berubah menjadi berbinar binar, Sheila tak percaya jika Rendy membawakannya bunga mawar, dan satu lagi, Rendy menyerahkan juga coklat yang sudah dihias dengan pita diatasnya,


Mungkin ini pertama kalinya buat Rendy, tapi Rendy tak tau harus bersikap romantis yang seperti apa, yang muncul dalam benaknya adalah hal seperti ini.


" Semoga kami selalu suka", Ujar Rendy.


" Aku suka, suka banget, makasih sayang ", Ucap Sheila sambil terus menciumi bunga yang sudah ada ditangannya.


" Aku mau ajak kamu pergi sayang, Gimana??", Tanya Rendy, ia tak mau langsung memaksa agar Sheila mau, Rendy akan bertanya terlebih dahulu kepada kekasihnya tersebut.


Sheila pun mengangguk " Sebentar, aku mau ke atas dulu, mau ambil tas", Jawab Sheila.


Sheila kemudian pergi menuju ke kamarnya kembali, dan pada saat ia ingin membuka pintu kamarnya, Ayahnya juga sedang ingin keluar dari ruang kerjanya.


" Ayah ???", Ujar Sheila.


Sheila terlihat bahagia, apalagi ditangannya kini sedang memegang bunga mawar dan sebuah coklat membuat pak Farhan penasaran.


" Kamu kok kelihatan senang banget she ??", Tanya Pak Farhan.


Sheila kembali menyunggingkan senyumnya,


" Yah aku mau keluar sama Rendy ", Pamit Sheila.


Pak Farhan pun mengangguk, kini ia mengerti kenapa putrinya terlihat sangat bahagia.


" Dimana Rendy ??", Tanya Pak Farhan.


" Di bawah yah, ya sudah aku mau masuk dulu, mau siap-siap ", Jawab Sheila dan kemudian menutup pintu kamarnya.


Pak Farhan pun turun, ia melihat Rendy yang berada di Rumahnya.


" Rend ", Panggil pak Farhan yang masih menuruni tangga rumahnya.


" Kapan kamu datang Rend ??", Tanya pak Farhan.


Mereka berdua pun kembali duduk,


" Saya baru datang tadi sore jam 3 pak ",Jawab Rendy.


" Apa kamu tidak lelah ??", Tanya pak Farhan.


Rendy pun tersenyum,


" Saya sudah istirahat pak ", Jawab Rendy.


Pak Farhan pun tersenyum, Anak muda jaman sekarang tidak perduli ia sedang lelah atau tidak, tapi untuk bertemu kekasihnya ia akan melupakan rasa lelahnya yang ada didalam tubuhnya.


Tak lama kemudian Sheila turun dari kamarnya, ia sudah menenteng tas dan ia sudah siap untuk pergi.


" Pak saya mau mengajak Sheila pergi ", Pamit Rendy kepada pak Farhan.


" Pergilah, Pulang jangan malam-malam dan jaga putriku Rend", Jawab pak Farhan .


Rendy pun tersenyum sambil mengangguk.


" Sheila pergi dulu ya yah, Assalamualaikum ", Ucap Sheila dan Rendy.


" Waalaikum salam ", mereka berdua pun keluar dari rumah, dan segera masuk kedalam mobil Rendy.


Sheila sangat bahagia, ia sudah menantikan hari ini sudah jauh-jauh hari, dan ia merasakannya malam ini, ia kembali bertemu dengan Rendy kekasihnya.


Mereka menyusuri padatnya jalanan kota tersebut,


Jalanan tampak ramai, dan mereka menikmati itu,


Rendy berhenti disalah satu resto, walaupun resto tersebut tak mewah tapi terlihat sangat romantis.


" Tunggu sebentar ", Rendy keluar terlebih dahulu dan kemudian berlari kecil untuk membukakan pintu untuk Sheila.


Sheila keluar dari mobil dengan senyuman yang tak pudar sedari tadi " Terimakasih ", Ujar Sheila kepada Rendy.


Sheila dan Rendy, mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan, menyusuri taman kecil yang akan menghubungkan mereka dengan resto yang ada di belakang taman tersebut.


" Kok aku gak pernah tau tempat ini, kamu tau tempat ini dari mana ??", Tanya Sheila kepada Rendy.


" Kami gak perlu tahu, yang terpenting kita sekarang sudah disini ", ujar Rendy yang ingin membuat Sheila penasaran.


Rendy dan Sheila kemudian duduk,


ia menggeser kursi untuk di duduki wanitanya Tersebut.


Kini mereka berdua saling bertatapan,


" Kamu libur berapa hari ??", Tanya Sheila.


Sebelum Rendy menjawab tiba-tiba saja pegawai Resto pun datang dengan membawa buku menu untuk mereka memesan makanan.


Mereka memesan makanan dan tak lupa cake yang di pesan secara diam-diam oleh Rendy.


Mereka pun kembali diam, dan Sheila pun kembali membuka suaranya.


" Rend, kamu belum jawab pertanyaan ku ", Ujar Sheila kembali.


" Aku libur cuma satu bulan aja, dan akhir bulan nanti aku harus kembali ke Jogja lagi, dan kita sementara harus berpisah, kamu gak apa-apa kan ??", Tanya Rendy balik.


Sheila hanya tersenyum tipis, sejujurnya ini berat buat Sheila, hubungan jarak jauh kadang membuat pasangan itu dilanda kerinduan yang tak bisa mereka ungkapkan dengan kata-kata.


" Aku akan mencoba untuk tidak apa-apa ", Jawab Sheila sambil memperlihatkan mimik wajahnya yang berubah.


" Jangan begitu, aku kan masih disini, aku kan baru satu hari, masih ada dua puluh sembilan hari lagi ", Ujar Rendy sambil mengelus puncak kepala Sheila.