My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
58. Hari bahagia



Hari yang dinanti Rendy pun sudah tiba, Malam ini mereka akan datang ke rumah pak Farhan untuk melamar Sheila kepada pak Farhan. kecil-kecilan saja sih, tapi itu tak sebanding dengan apa yang Rendy dapatkan nanti, dan mungkin juga Sheila tak mempermasalahkan itu semua.


Sheila saat ini sedang bersiap-siap di kamarnya. Menurut penuturan ayahnya tadi malam ini akan kedatangan tamu penting jadi Sheila di harus kan berdandan oleh sang ayah.


"Kenapa dandan segala sih..., Siapa juga nanti tamunya",Ucap Sheila. Sheila tak tau saja kalau ini merupakan kejutan untuknya nanti.


Sheila pun sudah selesai, dengan balutan dress sepanjang lutut membuat kesan anggun yang di tampakkan oleh penampilan Sheila malam ini.


Bu Tika, Sandy dan Bella saat ini sudah salam perjalanan menuju ke rumah besar itu, kali pertama Bu Tika menginjakkan kakinya kembali di dalam rumah tersebut setelah ia tinggalkan beberapa tahun lalu.


Rancana Sheila dan Bella juga batal, Bu Tika menelepon Sheila tadi pagi, beralasan agar Sheila tak keluar rumah. Bu Tika beralasan jika Bella dan Sandy pergi karena ada urusan pribadi.


Sheila menurut saja. Mungkin kakaknya itu akan mengungkapkan perasaannya kepada bella, jadi Sheila tak mau menggagalkan rencana sang kakak untuk itu karena Sheila sangat mendukung sekali jika Bella nantinya akan menjadi kakak iparnya.


Sudah pukul tujuh malam, Keluarga Rendy kini sedang dalam perjalanan. Hanya Ibu, ayah dan adiknya saja yang akan ikut dalam acara tersebut.


Andrew dan Risa pun juga sudah mengetahui kabar baik ini, dengan mengunci mulut mereka rapat-rapat hanya itu yang bisa mereka lakukan untuk Rendy sahabatnya.


Sheila sudah turun dari kamarnya, Menanti tamu ayahnya cukup membosankan menurutnya, saat Sheila sudah benar-benar bosan Sheila ingin beranjak dari tempat duduknya, tapi lagi-lagi tak jadi karena Sheila melihat kedatangan Bunda, kakak, dan calon kakak ipar nya.


Sheila tersenyum senang, Maksud tamu penting yang dibilang. sang ayah mungkin ini, Keluarga kecilnya kumpul bersama malam ini.


Sheila pun berdiri, menyambut kedatangan sang bunda. Begitu juga dengan sang bunda, Bu Tika sangat bahagia sekali melihat putrinya malam ini akan dilamar seorang pria yang mampu menjaga putrinya nantinya.


"Bagaimana kabarmu sayang??", Tanya sang bunda setelah mereka berpelukan.


"Sheila baik bunda, tidak bertemu sehari saja Sheila jadi sangat rindu Bunda". Bu Tika tersenyum manis membelai wajah putri kecilnya yang kini sudah dewasa.


"Aku bahagia banget malam ini, ternyata ini yang dimaksud ayah, Bunda, Kak Sandy dan kak Bella datang", Sandy dan Bella pun juga ikut tersenyum melihat sang adik tersenyum bahagia, tapi kejutan belum di mulai.


Pak Farhan muncul dari belakang, Sandy pun segera menghampiri sang ayah dengan menggandeng tangan Bella.


"Selamat malam ayah", Ucap Sandy, Pak Farhan pun tak melirik Sandy, yang dilakukan pak Farhan saat ini adalah melihat gadis yang dibawa putranya malam ini.


"Siapa dia Sandy, Apa ini yang kamu ceritakan pada ayah tadi malam??", Tanya pak Farhan, Bella pun melirik Sandy, ternyata malam tadi kepergian Sandy adalah bertemu dengan ayahnya. Bella pun tersenyum sendiri. Dan Sandy pun tampak malu kepada Bella karena dengan tak sengaja sang ayah sudah membocorkan kalau Tadi malam mereka berdua membicarakan Bella.


"Perkenalkan Om, saya Bella, saya sekretaris Sandy di Australia", Bella pun menyalami Pak Farhan dan mencium tangan nya, Bella masih tau adat kebudayaan Indonesia, dan Bella pun akan menjaga sopan santun nya terhadap orang tua.


"Selamat Datang nak Bella", Ucap pak Farhan.


"kalau begitu Om tinggal dulu ke sana", Tunjuk Pak Farhan ke arah Bu Tika yang saat ini sedang bersama Sheila.


Suasana canggung saat ini tampak terlihat di antara Sandy dan Bella, Tapi beberapa saat kemudian semua teralihkan karena keluarga Rendy sudah datang.


Sheila melihat kedatangan keluarga Rendy juga bingung, Ada apa sebenarnya, mengapa semua berkumpul malam ini.


Rendy pun sedari tadi memandang ke arah Sheila, memandang wanita yang akan ia nikahi dalam waktu dekat ini.


"Bagaimana Sheila, kamu menerima lamaran Rendy??", Tanya pak Farhan. dan dengan Kemantapan hati Sheila akhirnya mengangguk mengiyakan jika dirinya mau menerima Rendy.


Semua pun turut senang, apalagi Sandy dan Bella. Sandy sudah tak mempermasalahkan itu semua, mau secepat apapun hubungan nya dengan Bella belum di mulai, jadi untuk menikah mungkin masih butuh proses yang lebih jauh lagi.


Saat ini sudah tersemat dengan indah cincin Emas di jari manis Sheila, tak menyangka jika kejutan intinya adalah ini, Lamaran rahasia yang sudah direncanakan oleh Sanga ayah dan seluruh keluarganya.


"Apa kamu bahagia She??", Tanya Rendy.


Sheila pun mengangguk, dengan masih memandang cincin yang sedang ia pakai tersebut.


"Terimakasih Rendy, aku sangat bahagia sekali, kamu sudah membuktikan kepadaku dan kepada semua orang jika kamu serius kepadaku", Pernikahan mereka tak lama lagi, Sudah di tentukan jika pernikahan mereka dilaksanakan Minggu depan, karena Akhir bulan nanti Rendy sudah harus berangkat untuk bekerja dan Sheila akan selalu ikut bersamanya.


Kedua keluarga itu pun masih saling berbincang, Dan kedua pasangan itu pun juga sudah menghilang, Saat ini Sandy dan Bella sedang duduk berdua di taman depan, entah apa yang akan di lakukan Sandy, Awalnya Sandy tidak berani tapi mau sampai kapan, mungkin ini moment yang tepat juga untuk berbicara dengan Bella.


"Pasti kamu bingung dengan ini semua Bella, kamu pasti juga butuh kepastian dariku, Aku tahu Bella aku dulu sempat tidak memperhatikan mu, aku dulu begitu acuh kepadamu, tapi harus kamu tahu Bella, Aku menyayangimu, aku cinta sama kamu". Kedua mata itu saat ini saling berpandangan, melihat ke serius an dibalik mata masing-masing.


Bella pun tersenyum tidak percaya, Dia Senang akhirnya Sandy mengungkapkan isi hatinya malam ini.


"Aku juga cinta sama kamu Sandy", Ucap Bella membuat Sandy lega.


"Bella, Aku disini dan saat ini tidak mencari seorang kekasih, aku mencari calon istri, maukah kamu menikah denganku Bella, hidup berdua denganku sampai kita tua", Bella pun tampak berkaca-kaca, Tak menyangka jika hubungan yang baru di awal ini akan ia lalui dengan sebuah pernikahan bersama dengan Sandy, Bella pun mengangguk mengiyakan jika dirinya benar-benar mau menjadi seorang istri dan bagian keluarga dari Aditama.


"Aku mau Sandy, aku mau jadi istri mu", Impian Bella akhirnya benar-benar terwujud, ia akan menjadi istri Sandy orang yang diam-diam ia cintai selama ini.


"Setelah pernikahan Sheila aku akan membawamu kembali ke Australia, aku akan melamar mu di didepan orang tuamu", Bella pun mengangguk dan tinggal beberapa hari lagi mereka berdua akan pulang ke Australia dengan tujuan ingin meminta restu kepada orang tua Bella.