
Pagi hari Sheila bangun dengan bahagia karena ia nanti akan menemui Rendy di kampusnya,
Sheila segera menyembunyikan jaket yang ia bawa tidur tadi karena tidak ingin Risa tahu, Ya, memang Risa tadi malam tidur terlebih dahulu sehingga ia tidak tahu kedatangan Sheila.
" She, Lo buruan mandi sana , nanti keburu dosen manggil ", Ujar Risa yang kini tengah bersiap-siap di depan meja towalet.
Dengan segera Sheila menatap layar ponselnya dan kaget melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
" Tungguin gue, jangan ninggalin gue ok ", Ujar Sheila sambil menutup rapat pintu kamar mandi.
Tak perlu lama sama seperti dirumahnya , kini Sheila sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah segarnya.
Sheila segera mengambil pakaiannya yang berada di koper, segera ia mengganti handuk bajunya dengan dress selutut yang berwarna hijau army.
Terlihat Sheila pagi ini tampak cantik dengan rambut yang di kuncir kuda.
Dengan sedikit makeup natural menambah kesan cantik alami yang terlihat di wajah Sheila.
Setelah sarapan pagi, Sheila, Risa dan teman-teman nya kini berkumpul dihalaman hotel untuk bersiap berangkat menuju ke lokasi yang mereka tuju.
Jody juga sudah bersiap untuk terus mengikuti Sheila kemanapun Sheila pergi,
" Mari Nona, kita berangkat ", Ujar Jody mempersilahkan Sheila untuk masuk kedalam Bus yang sudah disediakan pihak kampus.
Sheila sengaja ingin bersama-sama dengan temannya jadi dia memutuskan untuk naik bus bersama mereka.
Setengah jam kemudian Sheila dan para teman dan dosennya sudah sampai di hutan tempat mereka akan melakukan penelitian berbagai macam pohon.
Sheila terlihat sangat menikmati udara di hutan tera karena banyak pohon-pohon tinggi yang membuat udara semakin sejuk.
Tepat tengah hari, Sheila sudah berada di bus dan hendak kembali menuju hotel yang mereka tempati, ini adalah hari terakhir mereka penelitian dan besok mereka akan berlibur di pantai bersama temannya dan para dosennya.
Sheila dan Risa segera kembali ke kamar mereka, mereka terlihat sangat lelah dan membaringkan tubuh mereka secara bersamaan.
" Akhirnya tugas kita selesai ", Ujar Risa.
" Iya rasanya gue lega banget ", Ujar Sheila.
" Oh ya She, tadi malam Lo kemana sih, kok perginya lama Banget, gue sampai ketiduran nungguin Lo ", Ujar Risa.
"Em... gue pergi sama Rendy ", Ujar Sheila kepada Risa.
" Apa..???, Lho kok gak bilang sih pergi sama babang gue yang ganteng ", Ujar Risa.
" Apa Lo bilang, Babang ganteng Lo, itu punya gue tau ", Ujar Sheila.
" wah, ternyata ada yang lagi jatuh cinta nih sama mantan bodyguard nya ", Ujar Risa.
Dengan wajah malunya Sheila kini mulai mengalihkan pandangan nya.
" Gue mau mandi dulu Ris, habis ini gue mau nganter jaketnya Rendy di kampusnya ", Ujar Sheila.
" Beneran Lo mau kesana??", tanya Risa.
" Iya gue mau kesana ", Ujar Sheila.
" Gue ikut ya, gue Bosen tau di kamar Mulu ", Ujar Risa kepada Sheila.
" Ok deh kalau Lo mau ikut, dari pada gue sendiri cuma sama Jody ", Ujar Sheila.
Sheila kemudian segera masuk kekamar mandi terlebih dahulu, Setalah selesai baru Risa yang bergantian masuk untuk membersihkan badannya.
Setengah jam kemudian mereka berdua sudah siap untuk berangkat menuju kampus Rendy yang berjarak kurang lebih satu jam.
Dengan diikuti boleh Jody kini Sheila tengah berada di mobil bersama dengan Risa juga yang sedari tadi merengek minta ikut.
Setelah satu jam berlalu mereka kini tengah berada di depan kampus Rendy.
" Kita langsung masuk aja ya ", Ujar Sheila.
"She, lebih baik Lo telfon babang ganteng gue, biar kita gak repot nyariin dia kayak gini ", Ujar Risa.
" Oh ya sampai lupa, lebih baik aku telfon aja dulu ", Ujar Sheila sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.
***
Rendy kini tengah berada di kantin bersama dengan Andrew kini mereka tengah menikmati makan siang mereka.
Kemudian ponselnya berbunyi dan membuat Rendy menghentikan sementara makan siangnya.
Terlihat dari layar ponselnya nama Sheila yang ada di layar ponsel Rendy, dengan senyum lebarnya Rendy segera mengangkat telfon dari Sheila.
" Halo Rend, kamu dimana??", Tanya Sheila dari balik telfon.
" Aku di kampus, memangnya ada apa??", Tanya Rendy.
" Iya aku tau kamu di kampus tapi disebalah mana, aku sudah ada di dalam kampusmu ", Ujar Sheila.
" Aku lagi di kantin, kamu ngapain kesini ??", Tanya Rendy yang tiba-tiba mengedarkan pandangannya ke penjuru arah kantin.
" Aku mau mengembalikan jaket mu, tunggu aku disitu aku akan kesana ",Ujar Sheila yang kemudian langsung mematikan ponselnya.
Sheila, Risa dan Jody kemudian segera berjalan menuju ke kantin dengan melihat petunjuk arah dari kampus.
Setelah sampai Sheila segera mencari-cari Rendy yang kini tengah duduk di kursi paling pojok.
Rendy yang melihat Sheila datang langsung saja melambaikan tangannya ke arah Sheila.
Dengan senyumnya yang lebar Sheila kini langsung menuju ke arah meja yang sedang di tempati Rendy bersama Andrew.
" Hai Rend ", Ujar Sheila.
" Silahkan duduk ", Ujar Rendy sambil mempersilahkan Sheila, Risa dan Jody.
" Kamu bukannya Risa ", Ujar Rendy yang langsung di angguki oleh Risa.
Andrew yang berada disitu langsung saja memperkenalkan dirinya tanpa dikenalkan terlebih dulu oleh Rendy.
" Kenalkan aku Andrew, temennya Rendy ", Ujar Andrew sambil menjulurkan tangannya.
" Aku Sheila ", Ujar Sheila tersenyum manis.
" Aku Risa, sahabat Sheila, dan kenal juga dengan bang Rendy , ujar Risa.
" Tatapan Andrew ketika melihat Risa tak dapat ia alihkan lagi, tangannya kini masih saja memegang tangan Risa sedari tadi membuat Risa ingin segera melepaskan tangannya.
Kemudian giliran Jody dan Andrew yang bersalaman.
" Gue Andrew ", Ujar Andrew kepada Jody.
" Gue Jody, bodyguard Nona Sheila ", Ujar Jody tersenyum percaya diri.
" Kalian mau aku pesankan minum ??", Tanya Rendy menatap ke semua orang yang ada di depannya.
" Boleh ", Ujar Sheila.
Rendy kemudian segera memanggil ibu kantin dan segera memesankan minuman untuk ketiga orang tersebut.
Setalah minuman datang Sheila segera meminum karena ia sudah merasa haus saat berjalan terlalu lama tadi mengelilingi kampus besar ini.
Dari arah kejauhan terlihat Sarah sedang berjalan menuju kearah meja Rendy, tapi sebelum itu Sarah mengurungkan niatnya karena melihat Rendy yang sedang berbicara dengan seorang wanita cantik.
Sarah kemudian mengambil tempat duduk yang tak jauh dari tempat duduk Rendy dan lainnya.
Sebenarnya Sarah mempunyai rasa kepada Rendy, tapi melihat Rendy yang tak meresponnya dan bahkan kini ia melihat Rendy tersenyum senang kepada wanita itu membuat Sarah mundur terlebih dahulu sebelum ia terlalu terbawa dalam perasaannya sendiri.