My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
48



Rendy pagi ini benar-benar menyiapkan segalanya, menyiapkan fisik dan juga mentalnya, ia harus terlihat kuat, dan ia harus bisa memenuhi semua tantangan dari calon kakak iparnya.


Rendy berangkat menuju ke tempat yang sudah di beritahukan kepada Rendy kemarin, orang tua Rendy pun tidak tahu, Rendy hanya mengatakan jika ia akan keluar dan mencari udara segar.


Rendy masuk kedalam mobilnya, ia sudah siap menerima apapun yang akan dilakukan oleh calon kakak iparnya.


Rendy melajukan mobilnya sangat cepat, ia ingin segera tiba dan ingin segera mengetahui apa yang akan ia lakukan nanti.


Ditempat lain, Sheila kini tengah gelisah, gelisah memikirkan apa yang akan dilakukan oleh kakaknya terhadap Rendy, Sheila takut jika kakaknya akan memukuli Rendy, meskipun Rendy ahli Beladiri tapi Sheila masih khawatir tentang keselamatan Rendy tentunya.


Pak Farhan kini turun dari tangga, ia dapat melihat putrinya yang kini tengah gelisah, pak Farhan tahu jika Sheila kini tengah memikirkan sesuatu, memikirkan Rendy yang akan berhadapan langsung dengan Sandy.


"Ayah, aku takut", Ucap Sheila yang kini memeluk ayahnya, Pak Farhan dapat merasakan kekhawatiran putrinya saat ini dan pak Farhan dapat memaklumi itu.


Pak Farhan mengelus rambut Sheila dengan lembut, ia belai agar bisa membuat putrinya sedikit tenang.


"Tenang sayang, tidak akan terjadi selama, kamu harus tenang", ucap pak Farhan mencoba menenangkan Sheila.


"Tapi yah",


"Sudah, percaya sama Rendy, Rendy bisa, lagi pula kakakmu tidak akan melewati batasnya sayang, ayah yakin, meskipun ayah belum benar-benar tahu sifat kakakmu, tapi ayah yakin jika Sandy tidak akan melakukan hal bodoh", Sheila kemudian menatap mata ayah nya, ada rasa keyakinan saat mengucapkan itu membuat Sheila akhirnya mengangguk.


"Lebih baik kamu mandi dulu, nanti jika Rendy tiba-tiba datang kamu belum mandi, pasti kamu malu sendiri", Sheila kemudian memperhatikan penampilan nya, benar saja ia kini masih menggunakan piyama tidurnya dan belum mandi juga tentunya.


Sheila kemudian menuruti perkataan Sang ayah, ia kembali naik ke lantai atas dan menuju ke kamarnya, setelah mendengar perkataan ayahnya Sheila kini segera mandi dan bersiap-siap, mengingat Rendy bisa saja datang tanpa memberitahu nya terlebih dahulu.


Rendy tiba di apartemen Sandy, Rendy langsung saja naik untuk menemui Sandy di dalam apartemen nya.


Sedangkan Sandy saat ini ia tengah menanti Rendy, sebenarnya ia tidak akan melakukan apapun, ia hanya ingin melihat seberapa serius Rendy kepada adiknya, Sandy tak mau jika Sheila mendapatkan laki-laki yang bisa bersembunyi dibalik keluarganya, ia ingin Sheila mendapatkan pasangan yang bisa melindungi Sheila dimana pun dan kapanpun Sheila berada.


Bel Pintu apartemen tersebut tersebut pun berbunyi, sandy yakin jika itu adalah Rendy, Sandy segera berjalan untuk membukakan pintu untuk Rendy.


Rendy masih menunggu di luar, ia sudah tak cemas lagi, ia sudah siap dengan apa yang akan diberikan oleh Sandy kakak dari kekasihnya tersebut, tak lama setelah itu pintu pun terbuka, kini Rendy dan Sandy bisa saling bertatap muka, melihat ekspresi wajah mereka masing-masing.


Sandy pun tersenyum, dan Rendy pun juga membalas senyuman itu.


"Akhirnya kamu dayang juga, ayo masuk", Ajak Sandy kepada Rendy, dan Rendy pun mengangguk dan mengikuti Sandy masuk kedalam apartemen tersebut.


Wajah Rendy masih terlihat sangat penasaran, apa yang terjadi setelah ini Rendy pun tak tahu.


Mereka berdua kini sedang duduk bersama, dan masing-masing masih saling diam, Bu Tika yang masih berada di dapur kini mendengar jika Rendy sudah datang, Bu Tika sudah bisa bernafas lega karena Sandy putranya ternyata tidak akan melakukan sesuatu kepada Rendy.


Bu Tika pun keluar, ia membawa dua cangkir kopi dan ada beberapa camilan juga yang ia bawa.


"Terimakasih Tante, Tante repot-repot sekali", ujar Rendy dengan tersenyum.


"Ayo diminum, mumpung masih panas", Rendy pun mengangguk dan menikmati kopi tersebut selagi masih panas.


Sandy sedari tadi hanya memperhatikan Rendy saja, Berani datang kemari saja sudah membuat Sandy yakin jika Rendy serius dengan adiknya Sheila.


Rendy pun kini membalas tatapan Sandy kepadanya, Rendy semakin penasaran apa yang akan terjadi setelah ini, tantangan apakah yang akan ia lakukan untuk bisa mendapatkan Restu dari kakak kekasihnya.


Sandy sedikit berubah pikiran, ia ingin dirinya dan Rendy balapan naik motor sport yang sudah ia siapkan, dan Sandy pun tersenyum miring kepada Rendy.


'Tantangan kamu adalah, kita balapan sepeda motor, jika kamu menang kamu bisa berhubungan dengan adikku, dan jika kamu kalah, aku yang akan menentukan apa kamu boleh berhubungan kembali dengan adikku", Mendengar tantangan itu membuat Rendy tersenyum, bukan hal sulit untuk mengemudikan motor, ia juga cukup ahli dalam mengendarai motor.


"Baik, tidak masalah", Rendy kemudian berdiri dan siap untuk keluar menuju ke arena balapan yang sudah disiapkan Sandy untuk mereka.


Keduanya pun kini keluar dan berjalan beriringan menuju ke arena balap tersebut, Bu Tika tampak khawatir, bagaimana jika Rendy kalah, Bukannya Sandy itu mantan pembalap dulu di Sydney, jadi itu membuat Bu Tika seketika khawatir.


Bu Tika pun terlihat mondar-mandir, ia bingung, menghentikan balap motor itu tidak mungkin, ia tak mau jika Sandy menjadi marah, tapi bagaimana cara ia menyelamatkan Rendy dari putranya, Bukan baku hantam yang di khawatir kan oleh Bu Tika, tapi kekalahan Rendy di arena balap itu.


Bu Tika kemudian mempunyai inisiatif untuk menghubungi pak Farhan, ia tahu ayah dari anak-anak nya itu bisa menyelamatkan Rendy dari Sandy.


Tak perlu menunggu lama, Bi Tika pun mengambil ponselnya dan segera mencari kontak nomor pak Farhan.


Tak lama setelah itu, terdengar nada sambung dari ponselnya, dan beberapa saat kemudian terdengar suara Pak Farhan dari ponsel tersebut.


"Halo mas", ucap Bu Tika kepada pak Farhan, pak farhan pun terlihat kaget, tak biasanya ibu dari putra putri nya itu mau menghubungi nya dulu.


"Iya halo Tika, ada apa??", tanya pak Farhan.


Bu Tika terdiam sejenak, mendengar suara Farhan, membuat ia teringat dengan masak lalu mereka.


"Hmm.. maaf mas, ada yang ingin aku katakan, Sekarang Sandy dan Rendy sedang balapan motor, aku takut Rendy akan kalah, Sandy itu pernah menjuarai balap motor di Sydney dulu", ucap Bu Tika.


Pa Farhan tak kaget sama sekali, ia percaya jika Rendy bisa,


"Kamu tidak perlu khawatir, percaya sama Rendy, dia orang hebat, dia salah satu orang kepercayaan ku dulu, tak mungkin ia bisa kalah hanya dengan balapan motor dengan Sandy", ucap pak Farhan, bukannya dia meragukan kehebatan putranya, tapi untuk membuat putrinya bahagia pak Farhan harus selalu mendukung Rendy, karena pak Farhan tahu jika.rensy tidak akan mengecewakan nya.


🌸 **Alhamdulillah , akhirnya bisa up juga, kemarin-kemarin masih fokus sama cinta tulus Suamiku, dan mulai bulan ini saya usahakan untuk update rutin🌸


Terimakasih untuk yang selalu memotivasi saya, ini hadiah buat kalian😘😘**