My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
26



Sore harinya, Sheila yang sudah sedari tadi sampai di rumahnya kini tengah membaringkan tubuh lelah nya di ranjang yang sudah amat ia rindukan.


Ia terus memandangi ponselnya berharap Rendy menghubunginya, tapi sudah hampir setengah jam Rendy belum juga menghubungi Sheila, membuat Sheila akhirnya tertidur karena badannya juga sangat capek sekali.


Pak Farhan yang baru saja datang dari kantor mengetahui jika putri ya sudah sampai di rumah karena melihat Jody juga sedang berada di dapur dengan secangkir kopinya.


"Selamat sore Tuan ??", Ujar Jody menyapa pak Farhan.


"Selamat sore juga Jod, kapan kalian sampai??", Tanya Pak Farhan.


" Kami sampai tadi siang Tuan, dan nona sekarang tengah berada di kamarnya ", Ujar Jody.


Pak Farhan kemudian mendudukkan dirinya di kursi yang sejajar dengan Jody.


" Apa kalian bertemu Rendy ??", Tanya Pak Farhan serius.


" Iya Tuan, bahkan kami sempat pergi bersama ", Ujar Jody.


"Apa yang dilakukan Sheila dengan Rendy disana ??", Tanya Pak Farhan.


Jody kemudian menceritakan semua tanpa ada yang dikurangkan atau di lebihkan.


" Begitu ceritanya Tuan ", Ujar Jody.


" Jadi mereka sempat bertengkar ??", Tanya pak Farhan tak percaya.


" Iya tuan, bahkan mata Nona pagi tadi terlihat sembab ",


" Tapi tuan tidak perlu khawatir, sebelum keberangkatan Nona, Mas Rendy tiba-tiba datang dan mengajak Nona pergi sebentar, lalu saat mereka kembali Nona sudah tidak lagi sedih, bahkan Nona terus saja tersenyum", Ujar Jody.


" Baiklah Jod, Terimakasih informasi nya ", Ujar Pak Farhan meninggalkan Jody di dapur.


Setelah Pak Farhan pergi Jody pun juga ikut meninggalkan dapur setelah ia mencuci cangkir bekas kopinya tadi.


Hari pun juga sudah mendekati waktu Maghrib jadi Jody kini tengah berniat untuk segera mandi untuk melaksanakan sholat Maghrib.


🌸🌸🌸


Rendy yang baru saja sampai di kontrakannya segera melihat ponselnya, ia lupa tak menghubungi Sheila sama sekali.


Kemudian ia mulai mencari nomor kontak Sheila dan langsung melakukan panggilan, setelah sekian lama tersambung tapi tidak ada sahutan sama sekali dari sang penerima.


Diletakkan kembali ponselnya dan ia kini meraih handuk untuk segera mandi, " Mungkin lagi istirahat, lebih baik aku mandi dulu ", ujar Rendy.


Rendy kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah Kamar mandi nya.


Beberapa menit kemudian Rendy sudah keluar dengan lilitan handuk di pinggangnya, tak lupa juga ia mengambil handuk kecil untuk mengusap rambut basahnya.


Setelah mengganti pakaiannya dengan baju Koko dan sarung, Rendy kemudian segera sholat karena saat ia keluar dari kamar mandi sudah terdengar adzan Maghrib dari masjid dekat kosan nya.


Sheila yang baru bangun juga langsung ke kamar mandi terlebih dahulu, badannya juga gerah karena terlalu lama tidur,


Setelah melakukan aktifitas mandinya Sheila kini teringat ia belum mengecek ponselnya kembali.


Sheila kini tersenyum karena Rendy tadi menelfonnya, kemudian Sheila kembali meletakkan ponselnya karena ia ingin Rendy kah yang menghubunginya terlebih dahulu.


Rendy yang sudah selesai sholat Maghrib kini mulai mengganti pakaian nya dengan kaos dan celana pendek, kemudian ia segera membuka laptopnya untuk mengecek tugas yang ia kerjakan tadi siang bersama Andrew.


Setelah lama menggeser kursor pada laptopnya kini Rendy sudah lega karena tugasnya ternyata sudah benar-benar selesai.


Ia pandang Kembali ponsel yang tadi ia letakkan di meja yang ada dihadapannya, kemudian segera ia menelfon Sheila dan tak perlu menunggu lama panggilan itupun sudah dijawab oleh Sheila.


" Halo She, Assalamualaikum ", Ucap Rendy dari balik telfonnya.


" Waalaikum salam ", Jawab Sheila tersenyum senang.


" Maaf tadi aku gak sempat hubungi kami, aku lagi banyak tugas ", ujar Rendy yang langsung menjelaskan.


" Kamu sudah makan She ??", Tanya Rendy yang ingin memberi sedikit perhatian kepada kekasih ya Tersebut.


" Belum, ini baru aja selesai mandi ", jawab Sheila.


Sheila sangat bahagia hari ini karena ia akhirnya bisa juga menjalin hubungan bersama Rendy.


" Rend, baru sehari aja aku udah kangen kamu, gini ya kalau LDR an ", Ujar Sheila.


" Sabar she, kalau nanti ada libur aku pulang ", Ujar Rendy.


" Iya aku sabar kok, tapi jangan lama-lama ya", Ujar Sheila.


" Iya, Ya udah aku tutup dulu, aku mau cari makan ", Ujar Rendy.


" Ya udah hati-hati ",


Sheila masih saja berguling-guling di ranjangnya, ia kini tengah memeluk gulingnya secara erat, tiba-tiba saja pintu kamarnya di ketuk dari luar.


" Siapa sih, Pasti Jody ", Ujar Sheila yang sedikit kesal.


Dengan langkah gontai nya Sheila kini tengah berjalan untuk membukakan pintu kamarnya.


Terlihat Pak Farhan yang sedang berada di luar pintu kamar Sheila.


" Boleh Ayah masuk?", Tanya Pak Farhan meminta izin.


" Boleh yah, silahkan masuk ", Ujar Sheila sambil menutup kembali pintu kamarnya.


Pak Farhan kini tengah duduk di atas ranjang milik Sheila,


" Emm... tumben Ayah ke kamar Sheila, emang ada apa ??", Tanya Sheila penasaran.


Tak biasanya pak Farhan datang ke kamar Sheila jika tidak ada hal penting yang ingin pak Farhan katakan kepada putrinya.


Sheila yang merasa bingung pun merasa aneh dengan tingkah ayahnya saat ini.


" Ada yang ingin Ayah tanyakan kepada mu ", Ujar pak Farhan.


" Apa yah ??",Tanya Sheila dengan penasarannya.


" Apa benar kamu ada hubungan dengan Rendy ??", Tanya pak Farhan yang membuat Sheila kaget,


" Dari mana Ayah tahu soal ini, bisa gawat ini, gak mungkin kan ayah merestui hubungan ku dengan Rendy?", Gumam Sheila dari dalam hatinya.


" Em... Gak ada apa-apa kok yah, kami cuma berteman biasa ", Jawab Sheila sedikit takut.


" Kamu gak bohong kan ??",Tanya pak Farhan menyelidik.


" Nggak yah, Sheila gak bohong " Ujar Sheila meyakinkan .


" Papa tau kamu pasti berbohong she, gak semestinya mata kamu yang biasa menatap ayah sekarang kamu gak berani manatapnya ", Ujar pak Farhan.


" Ayah tidak marah jika kamu ada hubungan dengan Rendy ", Ujar pak Farhan membuat Sheila kemudian mendongakkan kepalanya.


" Jadi Ayah gak marah kalau Sheila ada hubungan sama Rendy ??", Tanya Sheila yang sedikit tidak percaya.


" Iya ayah merestui hubungan kalian, kenapa kamu mesti berbohong sama ayah, ayah senang jika kamu mempunyai hubungan dengan Rendy, sejujurnya ayah sangat senang sekali karena Rendy akan menjagamu dengan baik ", ujar pak Farhan.


Dengan terharu akhirnya Sheila mendekat dan memeluk ayahnya " Terimakasih sudah merestui hubungan kami yah, Sheila pikir akan susah meyakinkan ayah untuk menerima Rendy, tapi nyatanya dengan senang hati ayah merestui hubungan kami ", Ujar sheila sambil menangis.


Sheila kini masih berada di dalam pelukan ayahnya.


Ia berniat akan menghubungi Rendy kembali untuk menyampaikan berita bahagia ini