My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
53



Sandy dan Sheila akhirnya sampai di rumah besar itu. Rumah yang dulu menjadi tempat tinggal mereka berdua sewaktu kecil, Dan kini mereka berdua harus tinggal ditempat yang terpisah.


"Gak mau masuk dulu kak, Ketemu ayah??" Tanya Sheila kepada Sandy.


"Iya. Kakak mampir dulu kok, lagi pula lama kakak gak ketemu ayah" Ungkap Sandy yang memang sudah dua hari ini tidak bertemu Pak Farhan sama sekali.


Sheila dan Rendy pun masuk kedalam rumah tersebut. Pak Farhan yang juga tengah berada di dalam saat ini sedang menuruni tangga karena mengetahui putrinya sudah pulang dari suara mobil yang ada di depan.


"Assalamualaikum" Ucap Sandy dan Sheila.


Kedua anak perempuan dan laki-laki itu terus berjalan menghampiri sang ayah.


"Waalaikum salam, baru sampai??" Tanya pak Farhan.


"Iya Yah" Ujar Sandy. Ketiganya pun duduk bersama, Ada rasa bahagia melihat kedua anaknya terlihat sangat akur meskipun mereka belum lama bertemu.


Banyak sekali perbincangan Antara kedua laki-laki itu. Ada rasa bahagia tersendiri menurut Sheila ketika melihat ayah dan kakaknya yang telah lama tak berjumpa dan kini mereka terlihat sangat akrab sekali. Awalnya Sheila yang takut dengan tidak terimanya kakaknya untuk menerima ayahnya kembali. Tapi itu semua tidak terbukti, buktinya sekarang Sandy sangat Sayang sekali kepada ayahnya dan dirinya.


Satu jam kemudian, Sandy memutuskan untuk segera pulang, Dia teringat Bundanya di apartemen pastinya tengah sendirian.


"Yah, Sandy pamit dulu. Kapan-kapan Sandy pasti kesini lagi" Kedua laki-laki beda usia itupun berpelukan sebelum mereka berpisah.


"Hati-hati dijalan, Salam untuk bunda mu" Sandy tersenyum dan kemudian melangkahkan kakinya menuju keluar. Sandy dapat melihat jika ayahnya itu masih mempunyai perasaan cinta dan sayang kepada Bundanya, Tinggal bundanya saja bagaimana menyikapinya.


Setelah Sandy pulang, Sheila kemudian berpamitan kepada ayahnya untuk kembali ke kamarnya, baru satu malam saja tapi Sheila sudah sangat merindukan kamarnya tersebut.


Sheila menghempaskan tubuhnya di atas ranjang kamar nya, ia kemudian menatap langit-langit kamarnya Sambil terus memikirkan sesuatu, memikirkan apa yang akan dikatakan Rendy besok.


Sheila pun kemudian bangun kembali, mengambil sesuatu dari dalam tasnya. ya ponselnya ia ambil kembali dan ia mulai mengecek pesan di WhatsApp nya, tapi apa yang ia dapat, satu pesan pun tak ia dapatkan dari Rendy.


Rasanya Sheila ingin sekali menghubungi Rendy, Ia begitu sangat penasaran, dan Sheila berpikir jika ada sesuatu yang penting yang akan dikatakan Rendy kepadanya.


Sheila kembali meletakkan ponselnya, ia urungkan niatnya, mencoba meredam rasa penasaran yang ada pada hatinya. Lalu saat ini yang ia lakukan adalah mulai memejamkan matanya dan berharap segera terlelap dan melihat kembali mentari di esok pagi.


Apa yang diharapkan Sheila tenyata tak mudah ia dapatkan, Matanya sangat sulit terpejam, ia terus bergelimpangan di atas ranjang besarnya itu, sesekali ia turun untuk mengambil air minum dan kemudian ia berjalan kembali menuju ke arah kamar mandi, hanya itu saja agar Sheila bisa terlelap, tetapi tetap saja tidak bisa.


Akhirnya Sheila bisa terlelap juga, tepat pukul 3 pagi, Mata Sheila tidak kuat lagi terjaga, ia kemudian tertidur sampai pukul 7 pagi, bahkan Jody pun sudah hampir lima kali mengetuk pintu kamar Sheila tapi tidak ada jawaban juga.


"Nona, Nona.. Buka pintunya, apa anda masih tidur??" Jody masih dengan suaranya sejak satu jam yang lalu, tapi tak ada respon sama sekali, bahkan pak Farhan pun akhirnya ikut turun tangan untuk membangun putrinya yang sudah beberapa bulan ini sudah berubah.


"Sheila... Sheila.. Bangun" Suara pak Farhan sangat keras sekali sehingga Sheila yang masih berada di balik selimut tebalnya pun langsung saja membuka matanya.


Ceklek... Pintu pun terbuka, Terlihat Sheila yang masih acak-acakan dan sesekali menguap di depan Jody dan Ayahnya.


"Ada apa yah??" Tanya Sheila.


Pak Farhan pun melihat kondisi putrinya tak seperti biasanya, ada yang aneh dengan wajah putrinya pagi ini.


"Kamu kenapa sayang??, kenapa Wajahmu kusut seperti itu, dan kenapa ada lingkar hitam di mata mu itu??" Tanya pak Farhan kepada putrinya itu.


"Aku tidak bisa tidur yah, Aku baru bisa tidur jam 3 tadi" Ujar Sheila yang masih saja menguap.


Pak Farhan pun mengerutkan keningnya, tak seperti biasanya Putrinya itu tidak bisa tidur seperti ini, pasti ada sesuatu yang sedang dipikirkan oleh putrinya.


"Apa ada masalah??" Tanya pak Farhan, dan Jody pun hanya menjadi penonton saja melihat ayah dan putrinya di pagi hari ini.


"Tidak ada yah, Ayah tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja yah, Ya sudah aku mau mandi dulu, aku ada janji dengan Rendy hari ini" Pak Farhan pun mengangguk dan Sheila kembali masuk kedalam kamarnya dan segera masuk kedalam kamar mandinya.


Di tempat lain, saat ini Rendy juga tengah bersiap untuk berangkat bertemu dengan Sheila, dan Andrew yang juga berada di rumahnya juga ikut bersiap untuk pergi dan nantinya akan bertemu dengan Risa.


"Udah siap Lo An??", Tanya Rendy kepada sahabat nya itu.


"Udah, Ayo kita berangkat" Ujar Andrew yang memang sudah siap sedari tadi karena sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Risa.


Memang sudah sangat lama sekali sejak Kepulangan Sheila dan Risa pada waktu itu, Andrew dan Risa hanya berhubungan via telepon dan media sosial masing-masing, Bahkan Andrew pun belum bisa mengutarakan Perasaannya kepada Risa hingga saat ini.


Di perjalanan, Rendy sama sekali tak tenang hatinya, Ia akan mengutarakan niatnya untuk meninggalkan Sheila untuk sementara karena ada pekerjaan yang akan bisa membantu untuk masa depannya kelak, dan Rendy berharap Sheila bisa mengerti dan mau menerima apa yang sudah Rendy putuskan untuk sementara ini hidup berjauhan dengan Sheila.


Sama halnya dengan Rendy, Andrew juga tak bisa mengontrol degupan jantungnya, Mereka berdua sama-sama akan berbicara dari hati ke hati dengan pasangan mereka setelah ini.


Sheila saat ini sudah siap, Setelah sarapan dengan Ayahnya, Sheila segera berpamitan untuk menjemput Risa karena nantinya mereka akan bertemu di salah satu cafe untuk mempertemukan Risa dengan Andrew.


"Yah, Aku berangkat dulu" Pamit Sheila kepada ayahnya, Pak Farhan semenjak tadi sebenarnya menanti kedatangan Rendy, tapi ternyata putrinya itu malah berangkat sendiri tanpa Rendy.


"Rendy mana??,bukannya kamu bilang mau pergi dengan Rendy??" Tanya Pak Farhan.


"Iya yah, Aku mau pergi dengan Rendy, tapi aku berangkat sendiri yah, aku mau jemput Risa dulu, nanti kita pergi sama-sama" Jawab Sheila.


Pak Farhan pun hanya manggut-manggut saja, dan Sheila pun akhirnya pergi dan segera menyusul Risa karena pastinya dirinya saat ini sedang di tunggu oleh sahabat nya itu.