
Sore ini Sandy sedang menyusuri jalanan sore. Dan sore ini juga Sandy sudah ada janji dengan Sheila untuk pergi bersama, pergi menuju ke bandara untuk menjemput Bella.
Mungkin sudah dekat dengan arah rumah ayahnya, dan Sandy terus saja melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sheila yang saat ini sedang berada di tepi kolam renang mungkin lupa dengan janjinya kepada kakaknya. Pikiran Sheila mungkin saat ini sudah terkontaminasi dengan adegan Mantap yang ia lakukan dengan Rendy tadi, meskipun itu dilakukan dengan cara tidak sengaja.
Sandy turun dari mobilnya, dan dia segera masuk kedalam rumah ayahnya tersebut.
Bibi pun membukakan pintu ketika terdengar pintu tersebut di ketuk dari luar.
"Selamat datang Tuan Sandy",
"Sheila ada bi?", tanya Sandy kepada bibi, dan bibi pun mengangguk, Dan mempersilahkan Sandy untuk masuk menuju ke arah kolam renang karena sheila ada disana.
Sandy pun berjalan ke arah kolam renang, Menuju tempat keberadaan Sheila sesuai dengan apa yang dikatakan oleh bibi kepadanya, terlihat Sheila saat sedang melamun, itu membuat Sandy mempunyai ide untuk menjahili adiknya tersebut.
"She, Hei kamu lupa??", Perkataan Sandy sama sekali tak di dengar oleh Sheila, sehingga Sandy harus menggoyangkan bahu adiknya tersebut
Sheila pun terperanjat membuat Sandy sedikit tertawa melihat ekspresi adiknya tersebut.
"Kamu kenapa??, tumben ngelamun??", Tanya Sandy yang kini ikut duduk bersama dengan Sheila.
Sheila pun memanyunkan bibirnya, Kakaknya yang satu ini sengaja tengah mengagetkan dirinya saat ini.
"Hey, Kenapa bibir mu seperti itu??, Okey, Maaf aku salah aku telah mengagetkan mu", Sandy mengerti jika adiknya saat ini tengah ngambek kepadanya.
"Kakak tumben kesini??, ada apa??", Sheila pun bertanya, tumben sekali kakaknya mendadak kesini, biasanya ia akan menghubungi dirinya sebelum nya.
"Hey,, Kamu kenapa??, Bukannya kita sudah ada janji??", Sandy pun mencoba mengingatkan Sheila jika mereka sudah ada janji sore ini, dan sheila pun mulai mengingat janji kepada kakaknya itu.
"Maaf kak, aku benar-benar lupa, sebentar kak aku siap-siap dulu", Ucapnya dan Sheila segera berlari menuju ke kamarnya.
Sandy pun menggelengkan kepalanya, sudah banyak waktu terbuang selama ini, sejak dulu ia tidak pernah bersama dengan Sheila.
Tapi waktu tidak bisa diputar kembali, mungkin saat ini dan seterusnya waktu yang sudah dipersiapkan oleh Allah SWT, ini adalah waktu untuk menebus semua yang dulu sempat ter sia-siakan.
Didalam kamarnya Sheila merutuki dirinya, bisa-bisanya dia lupa dengan janji dengan kakaknya, janji menjemput wanita yang sudah membuat hati kakaknya bergetar selama ini, walaupun kakaknya tidak menyadarinya, mungkin dalam waktu dekat kakak nya akan mempunyai seorang kekasih dan Sheila pun tersenyum membayangkan setelah ini.
Sandy saat ini sudah berpindah tempat, setelah bibi membawakan secangkir kopi, Sandy langsung beralih menuju ke meja makan dan Sandy duduk disana.
Tak lama berselang, Ponsel milik Sandy tiba-tiba berdering, Sandy kira yang menelfon adalah Bella, ternyata dia salah, yang menelfon kali ini adalah Rendy.
"Rendy??, Ada apa??", gumam Sandy sambil kemudian menggeser layar hijau di ponselnya.
"Halo Rendy, ada apa??", tanya Sandy.
"Maaf kak Sand, bisa kita bertemu nanti malam??", tanya Rendy.
" Jam 8, Kuharap kamu bisa", ungkap Rendy penuh harap.
"Baiklah, Jam 8 oke, Di cafe remaja", ucap Sandy sambil menentukan tempat mereka dimana bertemu, Sandy sengaja ingin bertemu di cafe remaja karena itu cafe yang paling dekat dengan letak apartemen nya.
"Oke, jam 8 nanti", Sandy pun menutup ponselnya, dan segera memasukkan kembali ke saku kemejanya.
Sandy pun kembali menyeruput kopinya,Tepat setelah kopinya habis, Sheila sudah siap dan terlihat sudah turun dari kamarnya.
"Ayo kak", Kini Sheila yang mengajak dan wajahnya kini terlihat sangat antusias.
"Kenapa wajahmu terlihat bahagia sekali??", Tanya Sandy lagi.
"Bagaimana aku tidak bahagia, kan aku mau menjemput kakak ipar ku", ungkap Sheila dan itu membuat Sandy sedikit menunjukkan senyum di bibirnya. tak tahu kenapa juga Sandy sedikit bahagia mengetahui jika Bella menyusul nya kesini.
Mobil sport milik Sandy saat ini sudah membelah langit senja sore ini.
"Bella beneran mau datang kak??", Tanya Sheila memastikan, dan Sandy hanya mengangguk kan kepalanya saja.
"Wah, kebetulan nih, Bisa jalan-jalan bareng nih, eh tapi sepertinya kalau aku ikut jalan-jalan nantinya pasti aku jadi obat nyamuk", Sheila kali ini asik mengomel sendiri, membayangkan jika kakaknya jalan berdua dengan Bella, dan dia menjadi obat nyamuk.
"Apaan sih she, kamu ada-ada aja", Sandy sendiri merasa malu, Memangnya dia mau Kemana dengan Bella, bertemu saja belum.
dan pikiran sheila sudah terbayang kemana-mana.
"Hahaha", kini suara tawa Sheila sudah terdengar nyaring di dalam mobil tersebut membuat tangan Sandy menutup mulut Sheila secara tiba-tiba.
"Sudah diam She, atau mau aku turunkan disini", Sandy benar-benar kesal dan itu membuat Sheila tertawa sambil menutup mulutnya.
"Iya kak, aku akan diam, habisnya muka Kakak terlihat lucu sekali", ungkap Sheila, benar saja wajah Sandy sudah bersemu merah dengan semua ledekan yang di ucapkan oleh Sheila.
Kini Sheila sudah diam dan tidak meledek kakaknya lagi, Dan perjalanan dilewati mereka berdua dengan diam, mereka berdua kembali kedalam pikiran mereka masing-masing, Sandy memikirkan bagaimana hubungan nya dengan Bella, sedangkan Sheila masih memikirkan kejadian yang menimpa dirinya bersama Rendy tadi.
Setengah jam kemudian, tepat pukul 17.30 Wib, Sandy dan Sheila sudah berada di dalam bandara, Terlihat wanita yang tidak asing bagi Sandy yaitu Bella, wanita yang dulunya super menyebalkan karena dia terus memberi perhatian lebih kepada Sandy sehingga Sandy teramat risih kepadanya.
Tapi lama kelamaan perhatian itu terasa nyaman sehingga dapat menumbuhkan sedikit rasa di hati Sandy, rasa yang perlahan tumbuh dan sekarang sedang bermekaran, apalagi .melihat wajah wanita yang sekarang sudah ada dihadapannya. itu membuat hati Sandy kini berdebar tak karuan.
Dari jauh Sheila dapat melihat seorang wanita cantik tengah melambaikan tangannya ke arah mereka, sudah dapat Sheila pastikan jika wanita cantik yang kira-kira dua tahun lebih tua darinya adalah Bella calon kekasih kakaknya.
Wanita itu mendekat dan secara reflek langsung memeluk Sandy membuat sheila membuka mulutnya, Sheila tak percaya ternyata wanita itu yang amat Bucin dengan kakak lelakinya itu.
"Sand, how are you, Kamu semakin tampan setelah sekian lama kita tidak bertemu", ucap Bella.
Sandy kemudian melepas pelukannya dan memperkenalkan Bella kepada Sheila.
"Bella perkenalkan dia Sheila adikku", Bella kemudian melihat kearah Sheila dan tangannya langsung saja terulur membuat Sheila tersenyum dan seketika menyambut uluran tangan Bella.