My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
14



Hari - hari Sheila dan Rendy hanya dilalui oleh mereka berdua saja, Jody pun sudah ditolak mentah-mentah oleh Sheila, tapi Rendy sudah memberi pengertian agar Jody tidak mundur dulu, Rendy juga memberi tahu Jody agar nantinya lebih sabar dengan sikap Sheila.


Pagi ini merupakan pagi terakhir yang akan di lalui oleh Sheila dan Rendy secara bersama-sama.


Sama dengan sebelumnya Rendy masih saja menunggu Sheila keluar dari dalam kamarnya.


Ketika pintu terbuka, terlihat wajah Sheila yang sudah terlihat tak ceria seperti biasanya.


Ada rasa bersalah dari dalam diri Rendy melihat Sheila yang seperti ini.


" Nona, sudah ditunggu Ayah anda dibawah ", Ucap Rendy.


Sheila kemudian turun dan berjalan menuju ke arah ayahnya, tapi setelah mencium Pipi Ayahnya Sheila sudah berpamitan untuk pergi tanpa menyentuh sarapannya.


" Yah, Sheila gak bisa ikut Ayah sarapan, Sheila berangkat dulu ya ", Ucap Sheila kepada Ayahnya.


Pak Farhan juga melihat raut wajah putrinya yang amat sangat menyedihkan pagi ini, Pak Farhan pun kemudian menatap Rendy dengan tatapan memohon agar Rendy dengan cepat bisa mengikuti Sheila.


Rendy pun kemudian bergegas keluar dan mengejar Sheila yang akan mengemudikan mobilnya sendiri.


" Nona, biar saya yang mengantar ", Ucap Rendy.


" Tidak usah Rend, mulai saat ini aku akan mengemudikan mobilku sendiri ", Ucap Sheila.


" Tapi kan Nona ", Ucap Rendy terpotong karena Sheila sudah menyalakan mesin mobilnya.


Dengan satu injakan gas mobil tersebut sudah melaju dengan sangat cepat.


Sementara Jody yang melihatnya segera menghampiri Rendy.


" Mas ", Sapa Jody yang kini tengah melakukan senam dihalaman rumah Sheila.


Rendy kemudian berjalan dan duduk disalah satu bangku taman yang ada di dekat Rendy.


Jody pun mengikuti langkah Rendy dan duduk disamping Rendy dengan pelan.


Setelah sekian lama mereka diam, akhirnya Rendy pun membuka suaranya, " Jod, mulai besok kamu yang akan memegang kendali penuh atas keselamatan Nona Sheila ", Ucap Rendy.


" Iya aku tahu mas, tapi kayaknya Nona sama sekali tidak menyukai ku ", Ucap Jody.


" Kamu gak perlu khawatir Jod, bukan kamu aja yang akan mengalami itu, aku pun juga, dulu sewaktu pertama kali aku datang kesini , Nona Sheila juga sangat tidak menyukai ku, apa lagi dia juga menolak ku mentah-mentah", Ucap Rendy.


Mendengar penuturan Rendy, Jody kemudian membelalakkan matanya.


" Aku kira Mas Rendy langsung diterima dengan baik oleh Nona Sheila ", Ucap Jody.


" Kamu aneh ya Jod, Aku tidak semudah itu membuat hati Nona Sheila luluh seperti itu kepada ku, butuh banyak perjuangan ", Ucap Rendy.


" Kamu harus ingat, jangan sampai kamu lengah, Nona bisa saja kabur tanpa sepengetahuan mu ", Ucap Rendy.


" Dan kamu juga harus extra sabar ya ", Ujar Rendy sebelum ia beranjak dari tempat duduknya.


" Iya mas, Terimakasih nasehatnya ", Ucap Jody tersenyum.


" Ya sudah kalau begitu, aku mau mencari Nona Sheila.", Ucap Rendy yang kini berjalan menuju kearah mobilnya.


Setelah menyusuri jalan hampir satu jam lamanya kini Rendy sudah sampai di kampus Sheila,


Rendy juga sengaja menunggu Sheila diluar kampusnya dan tidak ingin menemui Sheila di dalam kampusnya.


Satu jam kemudian Sheila sudah keluar dari kampus dan kini sedang menuju area parkir mobil,


Sheila segera melajukan mobilnya untuk pergi ke salah satu mall yang ada di kotanya tersebut,


Rendy yang melihat mobil Sheila keluar segera mengikutinya dengan kecepatan tinggi.


Rendy kemudian mensejajarkan mobilnya dan dengan kecepatan tinggi agar Rendy bisa mendahului Sheila dan bisa menghadang mobil Sheila.


Sheila yang mengerti bahwa yang menghadang mobilnya adalah mobil Rendy seketika keluar dari mobilnya.


" Mau apa kamu menghadang ku Rend ",Tanya Sheila yang begitu kesal.


" Maaf Nona anda mau kemana??", Tanya Rendy.


" Nona, apakah Nona tidak mau menghabiskan waktu bersama ku seharian ini ", Tanya Rendy.


" Maksud kamu apa Rend ??", Tanya Sheila.


" Nona, Bukannya tersisa beberapa jam lagi saya menemani Nona, dan saya juga sudah berjanji untuk membuat nona bahagia sebelum saya pergi ", Ucap Rendy.


" Baiklah, bawa aku pergi Rend ", Ucap Sheila.


Rendy kemudian berjalan menuju ke dalam mobil Sheila dan pergi berdua bersama Sheila.


Sheila yang masih melihat ke arah Rendy seketika senyumnya sudah terukir dibibir nya.


" Nona, boleh saya minta sesuatu ", Tanya Rendy.


" Iya Rend, Apa itu ", Tanya Sheila.


" Nona,bisakah anda bersikap baik dengan Jody ??", Tanya Rendy.


" Kenapa kamu meminta hal itu ", Tanya Sheila.


" Dan aku mohon Rend, jangan membahas Jody dulu saat kita sedang bersama ", Ucap Sheila.


Sheila kini terlihat kesal kepada Rendy, " Maaf Nona ", Hanya kata itu yang keluar dari mulut Rendy.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam akhirnya Rendy dan Sheila tiba disalah satu taman yang ada di kotanya tersebut.


" Ayo Nona kita turun ", Ajak Rendy.


Sheila pun mengikuti Rendy dan berjalan bersejajar dengan Rendy.


Mata Rendy pun tertuju pada bangku yang terletak dibawah pohon yang cukup besar dan dia segera menuju kesana.


Setelah mereka berdua duduk di bangku tersebut, Rendy melihat ke arah penjual ice cream yang terlihat cukup jauh dari tempat duduknya.


"Sebentar Nona ", Ucap Rendy sambil berjalan meninggalkan Sheila sendiri.


Rendy pun terus berjalan kerah penjual ice cream tersebut.


Setalah mendapatkan dua buah ice cream, Rendy segera kembali ke bangku taman tadi.


Mata Sheila seketika berbinar-binar kala melihat Rendy yang membawa dua cone ice cream ditangannya.


Mereka pun terlihat menikmati ice cream yang sedang ia makan saat ini.


" Rend, bolehkah aku berfoto dengan mu ", Tanya Sheila kepada Rendy untuk meminta persetujuan


" Tentu saja Nona " Jawab Rendy dengan penuh senyuman.


Sheila kemudian mengeluarkan ponselnya dan kini mereka sedang berpose untuk mengambil banyak gambar di masing-masing ponsel mereka.


Kini Sheila sedang melihat hasil jepretannya di ponselnya, ia tertawa sangat kencang saat melihat ekspresi Rendy di ponselnya yang membuat ia sakit perut.


" Hahaha ", Sudah berulang kali Sheila tertawa hingga mengeluarkan sedikit air matanya karena terlalu sering tertawa.


" Nona sudah, Kenapa Nona dari tadi tertawa terus ", Ucap Rendy.


" Iya iya Rend, maafkan aku ", Ucap Sheila kepada Rendy.


"Terimakasih Rend, kamu hari ini benar-benar membuat ku sangat bahagia", Ucap Sheila.


" Jangan pernah melupakanku ", Ucap Sheila.


" Pasti Nona, saya tidak akan melupakan Nona ",


Sheila kini tiba-tiba memeluk Rendy dengan sangat erat.


" Biarlah seperti ini dulu Rend', Ucap Sheila.


" Lebih baik kita segera pulang Nona, ini sidah sore ", Ucap Rendy.


Merek pun kini menjalankan mobilnya kembali untuk pulang kerumah Sheila.