My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
44



Pak Dayat masih menunggu Rendy yang sepertinya ingin berbicara dengan dirinya,


" Kata ibu kamu cari bapak tadi, Ada apa ??", Tanya pak Dayat yang melihat Rendy tak kunjung membuka suaranya,


Merasa ada yang ingin dibicarakan secara pribadi dengan bapaknya Feli pun segera pergi kembali ke dapur untuk membantu ibunya.


" Iya Pak, tapi maaf jika apa yang ingin Rendy bicarakan akan membuat bapak sedikit kaget ", Rendy menjelaskan terlebih dahulu, takutnya bapak nya akan kaget mendengar penuturan Rendy.


" Iya, tapi apa Rend, jangan bikin bapak penasaran ", Pak Dayat terlihat sangat penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh anak lelakinya tersebut.


" Rendy ingin melamar Sheila Pak ", Ujar Rendy yang membuat pak Dayat sedikit kaget, Seperti yang Rendy perkiraan bapaknya kini terlihat kaget karena penuturannya barusan.


" Kamu gak lagi bercanda kan Rend, Non Sheila itu cantik, dia anak orang kaya, apa mau dia sama kamu, dan pak Farhan apa mau jika kamu jadi menantunya ??", Tanya pak Dayat, Pak Dayat tidak mau jika akhirnya Rendy akan menelan pil pahit jika di tolak oleh pak Farhan, dan pak Dayat juga tahu jika Rendy pernah bekerja dengan pak Farhan dulu.


" Aku sudah bicara dengan pak Farhan Pak, dan Pak Farhan sangat setuju, dan ingin secepatnya jika bapak juga setuju ",


Pak Dayat tak menyangkal jika pak Farhan menerima Rendy menjadi menantunya dan berbesanan dengan dirinya.


" Tapi apa kamu sudah siap??, dan kaku juga belum bekerja, apa pak Farhan dan Sheila bisa menerima ??", Tanya pak Dayat lagi.


" Bapak tenang saja, secepatnya Rendy akan bekerja untuk nantinya Rendy hidup dengan Sheila, Rendy yakin Rendy bisa Pak, bapak jangan khawatir, Rendy akan berjuang ", Jawab Rendy dengan mantap dan mampu meyakinkan bapaknya.


" Baiklah, bapak setuju, secepatnya bapak akan melamar Sheila untuk kamu ", Rendy pun tersenyum lebar, kini giliran tugas terakhirnya untuk meminta restu kepada bunda kandung Sheila dan kakaknya,


Dan Rendy seketika melirik jam dinding yang ada di tembok rumahnya, jam menunjukkan pukul setengah 8 pagi.


" Masih ada satu setengah jam lagi, aku bisa bersiap-siap dulu ", Gumam Rendy dalam hatinya.


Tak lama kemudian Feli memanggil Bapak dan kakaknya untuk segera sarapan, dan mereka berdua pun langsung duduk bersama diruang makan.


Mereka kemudian sarapan bersama-sama, pak Dayat nantinya akan menyampaikan apa yang dia bicarakan tadi dengan Rendy Setelah sarapan nanti kepada istri dan anak perempuan nya Feli.


Beberapa menit kemudian mereka pun sudah selesai sarapan, tapi sebelum Feli beranjak dari tempat duduknya, pak Dayat menghentikan sejenak aktifitas Feli.


" Tunggu sebentar, bapak ingin berbicara kepada kalian semua ", Feli pun duduk kembali, dan Bu Ani terlihat penasaran, Bu Ani merasa jika tak ada yang ia diskusikan dengan suaminya tadi malam, dan Bu Ani juga tidak tahu ini semua.


" Begini, bapak mau bilang pada ibumu dan kepada kami Fel, Kakakmu ini mau kita melamarkan Sheila secepatnya ", Ujar Pak Dayat.


Bu Ani pun kaget, sama seperti pak Dayat tadi, berbeda dengan Feli, anak itu terlihat sangat senang, Sheila menurut Feli sangat baik.


" Benar apa yabg bapak katakan??, Bapak gak sedang bercanda kan??", Tanya Bu Ani.


" Rend, apa itu benar ??", Mata Bu Ani pun beralih ke arah putra sulung nya yang tengah terdiam di depannya.


" Iya Bu, Rendy mau secepatnya Sheila dan Rendy tunangan sebelum Rendy kembali ke Jogja ", Ujar Rendy.


Bu Ani pun terdiam, ia juga memikirkan apa yang dipikirkan pak Dayat tadi, apakah pak Farhan mau menerima Rendy, dan Bu Ani tidak mempermasalahkan Sheila, Bu Ani tahu jika Sheila juga menyukai putranya sejak pertama kali Sheila datang ke rumahnya bersama Rendy beberapa bulan yang lalu dan mendengar cerita dari Feli tempo hari membuat Bu Ani yakin jika Sheila benar-benar menyukai putranya.


" Ibu tenang saja, Pak Farhan sudah merestui hubungan kami Bu, dan pak Farhan lah yang meminta Rendy untuk segera melamar Sheila ", Jawab Rendy untuk yang kedua kalinya.


Senyum Bu Ani pun terukir dengan jelas,


" Kalau semua sudah jelas ibu jiga berharap secepatnya bapak dan ibu akan datang kesana buat melamar Sheila buat kamu ", Ujar Bu Ani.


" Iya Bu, tapi masih ada tugas satu lagi yang harus Rendy laksanakan Bu ", Ujar Rendy kepada ibunya dan ditatap oleh pak Dayat dan ibunya.


" Apa itu ??", Pertanyaan tersebut mewakili pertanyaan ke tiga orang yang ada disana.


" Rendy harus meminta restu kepada bunda kandung Sheila langsung dan juga kepada kakaknya", Ujar Rendy.


" Loh,bukannya Sheila cuma punya pak Farhan ya Rend, terus gimana ceritanya kok sekarang bunda nya Sheila bisa datang kembali ??", Tanya Bu Ani.


" Rendy juga tidak tahu Bu, Sheila Belum menceritakannya secara jelas, dan pasti nanti Rendy akan mendapat jawabannya ", Jawab Rendy.


🌼🌼🌼


Dilain tempat, Sheila kini tengah selesai mandi, ia sedari tadi menyanyikan lagu bahagia seperti suasana hatinya saat ini yang sangat bahagia Menurut Sheila.


Sheila kini berada di depan meja towalet nya, ia baru ingat jika dirinya belum menghubungi bundanya jika ia akan datang siang ini, kemudian Sheila beranjak, ia berjalan mengambil ponselnya yang ada dia atas nakas,


Setelah itu Sheila pun duduk di tepi ranjangnya sambil mencari nomor kontak bundanya, Setelah menemukan nomor yang akan dihubungi Sheila segera menyambungkan panggilannya, tak lama kemudian panggilan pun terjawab, dan terdengar suara yang akhir-akhir ini juga membuat Sheila bahagia.


" Assalamualaikum sayang ", Ucap bunda Tika dari seberang telfon.


" Waalaikum salam Bunda, Sheila ganggu bunda apa nggak ??", Tanya Sheila kepada bundanya, Sheila takut jika mengganggu bundanya yang tengah memasak atau melakukan aktifitas lainnya.


" Nggak sayang, kamu nggak ganggu kok, ada apa ??", Tanya bundanya.


" Sheila nanti mau ke apartemen bunda ", Ucap Sheila, bundanya terkuat sangat bahagia, dan tersenyum lebar.


" Benarkah, Baik sayang bunda akan masak sesuatu buat kamu ", ujar bunda Tika yabg terlalu senang mendengar putrinya akan datang.


" Iya bunda, tapi Sheila mengajak seseorang yang ingin sheila kenalkan pada bunda sama kak sand ", Ujar Sheila.


"Siapa ??", Tanya bundanya penasaran.


" Sheila pun terdiam, Sheila akan kenalkan nanti bunda, Sheila siap-siap dulu bunda, Sampai jumpa nanti, I Love you bunda, Assalamualaikum ", ucap Sheila yang tak ingin membocorkan siapa Yang akan ia bawa nanti.


" Waalaikum salam, Love You too sayang, bunda tunggu ", Jawab bunda Tika.


Sheila pun segera bersiap kembali sebelum Rendy datang, Sheila tak mau Rendy menunggu dirinya terlalu lama, jadi Sheila mencoba secepat mungkin untuk bersiap-siap