
Rendy kemudian keluar kamar untuk mencari ibunya dan membicarakan tentang Beasiswanya yang sudah ia dapatkan di salah satu universitas di luar kota.
Rendy tampak memutar bola matanya untuk mencari ibunya, tapi sayang nya ibunya sedang berada dikamar pak Dayat.
" Kalau begitu aku tunggu saja ibu disini ", Ucap Rendy sambil duduk di ruang tamu.
Tak lama kemudian ibunya keluar dari kamar tersebut, saat keluar dari kamar ibunya sudah melihat Rendy disana, kemudian ibunya segera menghampiri Rendy.
" Rend, sedang memikirkan apa kamu ", Tanya ibu Ani.
" Tidak Bu, hanya saja ada yang ingin aku sampaikan kepada ibu ", Ucap Rendy.
" Iya Rend, apa ??? " Tanya Bu Ani.
Rendy nampak diam sejenak, ia mengambil nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan ya dengan kasar.
" Rendy akan melanjutkan kuliah Rendy Bu, Rendy dapat beasiswa S2 diluar kota ", Ucap Rendy.
Ibunya yang mendengar nya pun nampak senang, " Alhamdulillah, Selamat ya Nak ??", Ucap ibu Ani kepada Rendy.
" Tapi Bu ada sedikit masalah ", Ucap Rendy kepada ibunya.
" Apa itu ", Tanya ibu.
" Apakah Bapak akan mengizinkan Rendy untuk pergi Bu, sedangkan Bapak menginginkan Rendy untuk segera menikah ", Ucap Rendy tidak bersemangat.
Ibunya juga nampak diam memikirkan perkataan Rendy, " Kamu tenang saja Rend, Ibu akan mencoba membicarakan ini dengan Bapak secara pelan-pelan, agar Bapak bisa mengerti ", Ucap Ibu menenangkan.
" Lalu Rend, Bagaimana dengan pekerjaan mu ??", Tanya Ibu Ani.
" Rendy akan mengundurkan diri Bu, Rendy akan mengorbankan pekerjaan Rendy demi cita - cita Rendy" Ucap Rendy.
" Baiklah kalau itu maumu Rend, Ibu hanya bisa mendoakan mu dan mendukungmu ", Ucap Ibu memberi semangat.
" Terimakasih Bu, " Ucap Rendy sembari memeluk Ibunya
Keesokan harinya, Bu Ani yang tengah menemani Pak Dayat untuk sarapan memulai berbicara dengan pelan - pelan kepada suaminya tersebut.
" Pak, ada yang ingin Ibu bicarakan ", Ucap Ibu Ani.
" Apa Bu, bicara saja Bapak akan mendengarkan ", Ucap Pak Dayat.
" Begini pak, Rendy mendapat beasiswa S2 nya di luar kota ", Ucap Bu Ani.
" Ya bagus bu, berarti anak kita pintar sehingga dia bisa mendapatkan beasiswa tersebut", Ucap Pak Dayat.
Bu Ani pun tersenyum lebar, ia pikir suaminya akan melarang Rendy untuk kuliah diluar kota.
" Berarti Bapak mengizinkan Rendy untuk berangkat kesana ?? ", Tanya Bu Ani.
" Iya Bu, Bapak mengizinkan, Tapi Bapak mempunyai satu syarat ", Ucap Pak Dayat.
" Apa itu pak??, Mengapa harus ada syarat, ??", Tanya Bu Ani.
" Bapak hanya ingin Rendy segera menikah Bu, " Ucap Pak Dayat.
" Tapi kan Pak, Kalau Rendy menikah terus kuliahnya bagaimana, Kasihan jika dia harus memikirkan kuliahnya dan istrinya ", Ucap Ibu Ani.
" Coba Bapak pikirkan baik-baik, gimana seandainya Rendy menikah kalau masih belum punya pekerjaan, apalagi dia masih kuliah ", Lanjut ibu Ani menjelaskan.
Pak Dayat pun nampak berpikir sejenak, kemudian dia langsung mengambil keputusan, " Baiklah Bu, kali ini Bapak mengalah, tapi jika nanti Rendy sudah menyelesaikan kuliahnya, Bapak harap Rendy mau menuruti semua perkataan ku ", Ucap Pak Dayat.
Bu Ani pun tersenyum, Dia tahu suaminya pasti akan mengerti dan mau mengizinkan Rendy untuk melanjutkan kuliahnya.
"Terimakasih Pak, Ibu akan sampaikan ini kepada Rendy ", Ucap Ibu Ani sambil keluar dari kamar Pak Dayat.
Bu Ani pun segera mencari Rendy, dia sudah tidak sabar untuk menyampaikan berita ini, Dan Bu Ani yakin Rendy pasti akan sangat bahagia mendengar jika Bapak nya mengizinkan nya untuk melanjutkan kuliahnya.
Setelah sampai di ruang makan, dimana Rendy dan Feli sedang sarapan, buy Ani pun langsung duduk disebelah Rendy dan mulai mengatakan apa yang dikatakan Bapaknya.
" Rend, Ibu punya kabar gembira buat mu ", Ucap Bu Ani.
" Apa itu Bu", Tanya Rendy.
" Ibu sudah berbicara kepada Bapak dan Bapak sudah mengizinkan mu untuk melanjutkan kuliahmu" Ucap Bu Ani sambil tersenyum.
" Terimakasih Bu karena Ibu sudah membantu Rendy ", Ucap Rendy sambil memeluk ibunya.
Feli yang melihat kakaknya senang juga ikut merasakan kebahagiaan kakaknya tersebut.
" Ya sudah kalau begitu cepat temui Bapak mu ", Ucap Bu Ani.
Rendy pun sekarang sudah beranjak dari tempat duduk dan segera menemui Bapaknya yang ada dikamarnya.
Setelah sampai di depan kamar Bapaknya, Rendy pun segera membukanya, Rendy masuk dan menuju samping ranjang bapaknya dan duduk disebelahnya.
" Bagaimana keadaan Bapak ??", Tanya Rendy.
" Bapak sudah sangat lebih baik Rend", Ucap Pak Dayat.
" Bapak dengar dari Ibumu kamu akan melanjutkan kuliahmu ??", Tanya Pak Dayat kepada Rendy.
" Iya Pak Benar ", Jawab Rendy.
" Bapak mengizinkan mu Rend, Belajarlah yang rajin, Buatlah Bapak bangga kepadamu ", Ucap Pak Dayat sambil menepuk pundak Rendy.
" Rendy berjanji Pak akan membawa keberhasilan buat Bapak, dan akan membuat Bapak bangga ", Ucap Rendy yakin.
Mereka pun kemudian saling berpelukan,
" Kalau begitu Rendy mau keluar dulu Pak"
Pak Dayat pun mengangguk, Ia kemudian Segera berbaring di tempat tidurnya kembali.
Rendy pun kembali ke kamarnya, ia termenung sejenak, "Sudah seminggu ini aku tidak menghubungi Nona Sheila ", Ucap Rendy ketika mengingat Nonanya tersebut.
Rendy pun mengambil ponselnya, niatnya untuk menelfon Sheila, tapi dalam sekejap niat itupun diurungkan oleh Rendy.
" Apa dia mau mengangkat telfon ku ", Ucap Rendy.
Rendy pun kemudian berjalan ke arah jendela kamarnya, ia hidup dalam - dalam udara pagi di perkampungan rumahnya.
" Apa aku kembali saja kerumah Nona Sheila, Aku akan mempercepat cutiku ", Ucap Rendy.
Kemudian Rendy segera bersiap-siap untuk berangkat ke kota lagi untuk kembali bekerja sebelum ia harus mengundurkan diri dari pekerjaannya.
" Masih ada waktu satu bulan lagi ", Ucap Rendy yang masih membereskan barang-barang nya.
Rendy pun kini sudah bersiap-siap dan akan berangkat ke kota, tapi sebelum itu Rendy harus berpamitan kepada kedua orang tuanya dan adik perempuan nya satu - satunya.
Feli yang baru saja keluar dari kamarnya melihat Rendy yang sedang mengeluarkan koper dari dalam kamarnya.
" Kakak mau kemana ?? ", Tanya Feli.
" Kakak mau ke kota, Kakak rasa kakak harus mulai bekerja sebelum Kakak mengundurkan diri " Ucap Rendy kepada Feli.
" Bukannya cuti kakak masih ada satu Minggu lagi ", Tanya Feli lagi.
" Sebenarnya iya Fel, tapi Kakak mempercepat cuti kakak ", Ucap Rendy.
" Ibu dimana Fel, kakak ingin berpamitan kepada ibu ", Ucap Rendy.
" Ibu sedang ada di kamar bapak ", Ucap Feli yang menunjuk ke arah kamar Pak Dayat.
" Ya sudah kakak masuk dulu ", Ucap Rendy yang sudah berjalan ke arah Kamar Bapaknya.
Rendy pun masuk kedalam kamar kedua orang tuanya, Rendy kemudian langsung berbicara maksud ia menemui mereka.
" Pak Bu, Rendy mau pamit berangkat ke kota, Rendy mau menyelesaikan pekerjaan Rendy selama satu bulan ini sebelum Rendy berangkat keluar kota ", Ucap Rendy.
Bapak dan ibunya kemudian mengangguk mengizinkan " Hati - hati dijalan Rend, Salam Untuk pak Farhan ", Ucap Pak Dayat.
" Ya sudah kalau begitu Rendy berangkat dulu Pak, Bu ??", Ucap Rendy.
" Assalamualaikum ", Ucap Rendy
" Waalaikum salam", Jawab Pak Dayat dan Bu Ani.
Rendy pun segera melajukan mobilnya dengan cepat ke arah kota, berharap ia akan segera cepat sampai di rumah pak Farhan.