My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
17



Rendy kini tengah berada di kosan nya bersama dengan Andrew, Andrew sengaja mampir ke kosan Rendy untuk mengetahui tempat tinggal teman barunya tersebut.


Mereka pun kini tengah membuka laptop masing-masing untuk mengerjakan tugas yang sudah diberikan dosennya siang tadi.


Saat Rendy masih berkonsentrasi mengerjakan semua tugasnya, tiba-tiba saja ponselnya berdering, Rendy pun segera meraih ponselnya dan segera menerima panggilan tersebut.


" Halo kak ", Ucap Feli dari balik telfon.


" Halo Fel, ada apa ??", Tanya Rendy kepada Feli.


"Gak apa-apa kak, cuma mau tanya gimana kuliah kakak hari ini, itu aja ", Ucap Feli.


" Alhamdulillah Fel, kuliah kakak lancar ", jawab Rendy.


" Alhamdulillah kalau begitu kak, Feli punya kabar gembira nih buat Kakak ", Ucap Feli kepada Rendy.


" Apa Fel ??", Tanya Rendy penasaran.


" Feli udah diterima kuliah kak ", Ucap Feli yang membuat Rendy tersenyum.


" Selamat ya Fel, kakak tau kamu bisa ", Ucap Rendy.


" Iya kak, Dan kakak tau apa gak Feli kuliah dimana ??", Tanya Feli lagi.


" Ya nggak lah Fel, udah kamu jangan bertele-tele terus, cepat kasih tau kakak ",Ucap Rendy sedikit kesal.


" Iya iya, Feli di terima di kampus yang sama dengan kak Sheila ", Ucap Feli.


Rendy pun kemudian mendongakkan kepalanya, ", Yang benar kamu Fel, kamu gak lagi bercanda kan ??", Tanya Rendy penasaran.


" Ya nggak lah kak, ini beneran, serius ", Ucap Feli.


Feli sebenarnya sudah tahu jika kakaknya menyukai Sheila, terlihat Rendy sangat perhatian kepada Sheila saat dirumah nya sewaktu menjenguk Bapak, membuat Feli tahu jika kakaknya menyukai Sheila.


" Hm Ya udah kalau gitu, kamu belajar yang rajin, jangan pacaran dulu ", Ucap Rendy menginginkan.


" Iya kak, siap ", Jawab Feli sambil tertawa.


Rendy pun akhirnya mematikan telfon setelah Feli terlebih dahulu mengakhirinya.


Rendy kemudian melanjutkan kembali pekerjannya.


Tapi sekarang ia tak dapat berkonsentrasi lagi karena sedang memikirkan Sheila.


" Hey,, kenapa kamu Rend ", Ucap Andrew sambil menepuk bahu Rendy.


" Ah, gue gak Apa-apa ",Ucap Rendy berbohong.


Andrew akhirnya pulang dari kosan Rendy satu jam yang lalu, kini Rendy tengah berada didepan kosnya sambil membawa buku yang akan ia baca.


Mata Rendy tertuju pada anak-anak yang sedang berlarian di sepanjang jalan yang ada di depan kosannya tersebut.


Rendy jadi mengingat masa kecilnya yang sama persis dengan anak-anak yang sedang bermain tersebut.


Saat sudah mulai senja Rendy masuk kembali kedalam kamarnya dan segera mengambil wudhu karena sudah memasuki waktu Maghrib.


Rendy kini masih berjalan untuk mencari masjid terdekat karena ini kali awal pertama Rendy berada ditempat ini.


Ditengah jalan di juga berpapasan dengan seseorang yang juga sama akan pergi menuju masjid yang ada di pemukiman tersebut.


" Selamat sore Pak ", Ucap Rendy kepada Bapak tersebut.


" Selamat sore nak, sepertinya saya baru melihat kamu disini ??", Tanya Bapak itu.


" Iya Pak, saya baru disini, saya kost di ujung gang sana Pak ", Ujar Rendy.


" Perkenalkan nama saya Rendy Pak ", Ucap Rendy memperkenalkan diri.


" Saya Edy ", Jawab Pak Edy sambil menerima uluran tangan Rendy.


" Disini Nak Rendy kerja dimana ??", Tanya Pak Edy sambil terus berjalan.


" Oh, saya tidak sedang bekerja Pak, saya disini sedang melanjutkan S2 saya ", Ujar Rendy.


Pak Edy hanya manggut-manggut saja.


Tak terasa waktu pun sudah cepat, suara adzan sudah terdengar dari masjid yang akan mereka tuju.


" Ayo nak Rendy, sudah adzan ", Ajak Pak Edy kepada Rendy.


Setelah selesai sholat Maghrib, Rendy kembali berjalan untuk pulang, dan Pak Edy juga tengah keluar juga dari masjid.


" Nak Rendy mau pulang??", Tanya Pak Edy.


" Iya Pak ", Jawab Rendy tersenyum.


" Kalau begitu kita sama-sama pulang, Dan kalau nak Rendy tidak keberatan mampirlah sebentar kerumah Bapak ", Ujar Pak Edy.


" Iya Pak, Terimakasih atas tawaran Bapak ", Ujar Rendy.


Rendy dan Pak Edy kini tengah berjalan menuju rumah pak Edy yang tidak terlalu jauh dari kos-kosan Rendy.


"Silahkan masuk Nak Rendy ", Ucap Pak Edy.


" Terimakasih Pak ", Jawab Rendy.


" Saya tinggal kebelakang dulu ", Ujar Pak Edy yang mulai meninggalkannya sendirian di ruang tamu rumahnya.


Pandangan Rendy masih saja menatap ke sekeliling ruangan tersebut, ada berbagai macam foto yang terpampang fi dinding ruangan itu.


" Nampaknya anak Pak Edy ada dua orang ", Gumam Rendy dalam hatinya.


Tak lama kemudian ada seseorang yang keluar dari balik tirai yang menutupi pintu penghubung ruangan tersebut, Gadis cantik berjilbab itu kini tengah menata minuman di atas meja yang ada dihadapannya.


" Silahkan diminum mas ", Ujar gadis tersebut.


" Terimakasih ", Jawab Rendy sekenan nya saja.


Gadis itu pun kemudian masuk kembali kedalam dan tidak berkata apapun lagi dia sudah pergi dari hadapan Rendy.


Gadis itu bernama Ayu, dia putri kedua Pak Edy, dia juga kuliah di kampus yang sama dengan Rendy.


Bedanya ayu masih menempuh pendidikan S1 nya sedangkan Rendy akan menempuh S2 nya.


" Silahkan diminum Nak Rendy ", Ujar pak Edy yang sudah kembali duduk bersama dengan Rendy.


" Terimakasih Pak ", Jawab Rendy.


Pak Edy sejak bertemu dengan Rendy sore tadi langsung saja penasaran dengan sesosok pemuda yang sangat tampan ini.


Rendy merupakan sosok yang sangat ramah sebenarnya, Pak Edy yang sedari tadi berbincang-bincang terlihat sudah beberapa kali tertawa mendengar cerita Rendy.


Berbeda dengan saat ia bekerja dengan menjadi seorang bodyguard, dia akan menunjukkan wajah dinginnya kepada semua orang termasuk Sheila yang sempat membencinya dulu.


Oh ya bagaimana dengan kabar Sheila ya...


Bang Rendy jangan lupain Sheila nya bang Rendy ya...


***


Dirumah keluarga Farhan, terlihat Sheila yang datang dengan secara tergesa-gesa.


" Jangan ikuti aku terus ", Ucap Sheila ketus kepada Jody yang kini tengah berjalan dibelakangnya.


Pak Farhan hanya menggelengkan kepalanya melihat sifat putrinya yang kembali seperti dahulu.


" Jod ", Panggil Pak Farhan saat sedang duduk di sofa nya.


Mendengar panggilan dari tuan besarnya Jody pun segera menghampiri pak Farhan.


" Bagaimana dengan hati ini ??", Tanya Pak Farhan.


" Maaf tuan mungkin saya masih belum bisa menjaga Nona sepenuhnya, karena ketika saya ingin mendekat Nona tiba-tiba saja lari menjauhi saya ", Ujar Jody.


" Aku mengerti Jod, maafkan putri ku ", Ujar pak Farhan.


" Anda tidak perlu meminta maaf Pak, ini sudah jadi tugas saya, lagi pula saya sudah dapat pengarahan banyak dari mas Rendy ", Ujar Jody.


" Apa Rendy masih sering menghubungimu Jod ??", Tanya pak Farhan.


" Iya Tuan, mas Rendy sering menanyakan kabar Nona Sheila kepada saya, dan saya juga di suruh agar tetap sabar mengahadapi Sheila ", Ujar Jody.


Pak Farhan tiba-tiba menyunggingkan senyumnya, Ia semakin yakin bahwa Rendy juga sudah menaruh hati kepada putrinya.


dan tinggal melihat saja seberapa besar mereka memperjuangkan cintanya.