My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
39



Sheila masih menunggu apa yang ingin dibicarakan oleh bunda Tika, dan minta tolong seperti apa ??


" Bisakah besok kita bertemu sayang ??, Bunda kangen kamu ", Ujar bunda Tika.


Sheila pun tersenyum,


" Iya bunda, Sheila bisa, tapi sepulang kuliah ya bunda ", Ujar Sheila kepada bunda Tika.


" Iya sayang, terimakasih sudah mau memenuhi permintaan bunda ", Ujar Bunda Tika.


" Tidak perlu seperti itu bunda, Sheila senang kok, lagi pula Sheila juga sedang tidak sibuk ", Ujar Sheila.


" Baik lah sayang, Bunda tutup dulu telfonnya, sampai jumpa besok ", Bunda Tika akhirnya mengakhiri panggilan nya, ia senang akhirnya Sheila mau bertemu dengannya lagi.


Jody sedari tadi mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Sheila kepada wanita yang ia temui kemarin.


" Maaf Nona, apa tidak sebaiknya anda tidak menemui wanita itu ??", Tanya Jody.


Sheila pun menatap Jody.


" Awalnya aku ingin menolak Jod, tapi melihat ibu itu aku jadi tidak tega, ada rasa aneh dalam diriku Jod, aku begitu nyaman jika berada didekatnya ", ujar Sheila.


" Tapi Nona, apa itu tidak berlebihan ??", Jody pun kembali bertanya.


" Aku tidak tahu Jod, rasanya aku tidak tega jika aku harus menolaknya ", Jawab Sheila lagi.


Jody kemarin juga sempat melihat ke arah laki-laki yang bersama wanita paruh baya itu, wajah laki-laki itu juga terlihat mirip dengan Sheila, tapi Jody tak mau ikut campur apalagi harus mencari tahu lebih dalam.


" Boleh saya memberi saran Nona ??",


" Iya apa ??, Bicaralah Jod, aku akan mendengarnya ", Ujar Sheila.


Sheila sudah mau mendengarkan saran dari orang lain, berbeda dengan dulu, tak satupun ia terima saran dari orang lain atau pun ayahnya.


" Sebaiknya anda menceritakan semua ini kepada ayah anda Nona, saya takut bila terjadi sesuatu ayah anda nantinya tidak tahu ", Ujar Jody.


Sheila pun terdiam " Seperti nya Saran Jody benar juga,aku harus memberi tahu ayah, aku tidak mau jika aku nantinya salah dalam mengenal orang baru itu ", Gumam Sheila dalam hatinya.


" Terimakasih sarannya Jod ", Jody pun tersenyum ternyata saran yang ia katakan diterima dengan baik oleh Sheila.


Tak lama kemudian Sheila sudah sampai di depan rumahnya, Sheila segera turun dan masuk kedalam rumahnya.


Dilain tempat, Rendy sedang berkonsentrasi menyelesaikan tugas akhirnya, jika tugas ini selesai hari ini maka ia akan bisa libur mulai besok,


Rasanya Rendy sudah tidak sabar untuk pulang, ia sudah tak sabar ingin bertemu orang tuanya Kembali, bertemu Feli dan yang paling ia rindukan sekarang adalah sheila.


Semangat belajar Rendy terus membara,m ketika mengingat Sheila yang selalu mengatakan jika ia ingin segera bertemu dengannya, Sheila juga mengatakan jika Sheila rindu dengan dirinya.


Rasanya Rendy ingin segera memiliki Sheila, tapi apa pak Farhan mengizinkan, dan apa mungkin Sheila akan mau jika ia harus menikah muda dengan Rendy.


Rendy masih belum mendapatkan jawabannya, Niatnya liburan kuliahnya ini ia ingin melamar Sheila, ia ingin mengikat dirinya dengan Sheila dengan melamar dia kepada orang tuanya.


Sore harinya, Rendy dan Andrew berhasil menyelesaikan tugas terakhirnya, segera laki-laki tersebut mendatangi dosen nya dan menyerahkan semua tugasnya, Rendy dapat bernafas lega akhirnya ia bisa menyelesaikan dan bisa pulang besok pagi.


" Gue akan nyusul Lo Rend, tapi mungkin satu Minggu lagi, gue ingin bertemu Risa ", ujar Andrew.


Rendy sudah tiba di dalam kostannya, Rendy segera meletakkan tas punggung nya dan mengambil handuk, badannya sudah sangat lengket, ia ingin segera menyegarkan badannya agar pikirannya juga kembali segar.


Malam harinya, Sheila sedang duduk bersandar di sofa, ia tatap langit malam dari balkon kamarnya,


Pak Farhan melihat sejenak apa yang dilakukan oleh putrinya saat ini, pak Farhan kemudian masuk dan menghampiri putrinya tersebut.


" Kamu sedang apa sayang ??" Tanya pak Farhan saat duduk di samping putrinya.


Sheila pun menoleh, ia tatap ayah nya yang sekarang duduk disamping dirinya.


" Sheila sedang menikmati dan melihat indahnya malam ayah, langit hari ini sangat cerah, Sheila suka sekali ", Ujar Sheila.


Pak Farhan kemudian mengarahkan kepala Sheila perlahan-lahan, ia sandarkan kepala putrinya di bahu nya, Sheila dapat merasakan kasih sayang ayahnya, meskipun Sheila tak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu tapi itu tak pernah dipermasalahkan oleh Sheila, karena Sheila sudah mendapatkan nya dari ayahnya.


"Boleh Sheila berbicara sesuatu ayah ??", Tanya Sheila kepada Ayahnya.


"Iya sayang, bicaralah ", Jawab pak Farhan.


"Apa Sheila besok boleh menemui seseorang ayah ??", Tanya Sheila kepada ayahnya.


" Siapa ??", Tanya pak Farhan,


" Dia seorang wanita yah, Sheila bertemu dengan ibu itu kemarin ", ujar Sheila.


" Baiklah, tapi ayah akan antar kamu, ayah ingin bertemu ibu itu, seperti apa dia ', Ujar pak Farhan.


Sheila pun tersenyum, tidak salahkan jika dirinya mengajak ayah nya besok.


Keesokan harinya, hari dimana ia sudah membuat janji dengan bunda Tika,


Bunda Tika sudah memberikan alamat apartemen nya, ia ingin Sheila datang menemui dirinya di apartemen, Bu Tika ingin Sheila mengetahui tempat tinggalnya.


Pak Farhan dan Sheila kini sedang menuju ke alamat yang diberikan oleh bunda Tika, Sandy juga ada disana, ini adalah hari Minggu jadi pak Farhan maupun Sandy tidak bekerja hari ini.


Sheila dan pak Farhan turun di salah satu gedung apartemen mewah, Sheila kemudian berjalan bersama pak Farhan menuju tempat yang ia tuju.


Sheila masuk kedalam apartemen tersebut dan melihat keindahan yang ada ditempat itu, loby apartemen tersebut sangat mewah, pak Farhan juga sedari tadi melihat ke sekeliling, Pak Farhan menduga orang yang akan ditemui putrinya ini bukanlah orang sembarangan.


Sheila dan ayahnya kini menaiki lift dan menuju lantai yang mereka tuju, Sheila terlihat tak sabar untuk segera sampai dan bertemu dengan bunda Tika,


Tak beberapa lama kemudian, pintu lift pun terbuka, Sheila dan pak Farhan segera melangkahkan kakinya menuju pintu yang sudah di beritahukan sebelumnya oleh bunda Tika.


Tak banyak orang berlalu lalang di dalam apartemen tersebut, hanya orang yang mempunyai banyak uang yang bisa membeli apartemen semahal dan semewah ini.


Setelah sekian lama mencari akhirnya Sheila dan ayahnya sudah sampai tepat di depan pintu apartemen tersebut, dengan segera Sheila mengetuk pintu tersebut dengan pelan.


Didalam apartemen tersebut, bunda Tika kini tengah bersiap-siap, begitu juga dengan Sandy, hari ini mereka akan menghabis kan waktu bertiga bersama Sheila dan Bu Tika tak mau sampai acara hari ini gagal ataupun berantakan.


Setelah mendengar ketukan pintu, bunda Tika yakin jika itu adalah Sheila putrinya, dengan penuh semangat bunda Tika berjalan dan membukanya,


Pintu pun kini terbuka, betapa kagetnya bunda Tika dengan apanya yang ada di hadapannya,


Begitu juga dengan pak Farhan, mata pak Farhan membulat dan menatap wanita yang ada dihadapannya Tanpa berkedip.