
Tepat pukul setengah 9 pagi Rendy sudah berada di halaman rumah Sheila, Rendy baru saja datang dan di halaman rumah Sheila ia disambut oleh Jody yang sedang membersihkan mobil yang biasanya ia bawa.
"Assalamualaikum Jod ", Ucap Rendy yang berjalan menghampiri Jody.
" Waalaikum salam mas, Mas tumben pagi-pagi sudah disini ??? ", Tanya Jody.
" Iya, ada janji sama Sheila " Jawab Rendy.
" Kalau begitu mas masuk aja dulu, non Sheila pasti sudah menunggu mas sejak tadi", Ucap Jody yang langsung diangguki oleh Rendy.
Jody tak menyangka jika Rendy akan mempunyai hubungan yang begitu serius dengan Sheila.
Rendy pun berjalan dan masuk kedalam rumah tersebut, rumah tersebut sudah terbuka seperti mengerti dirinya yang akan datang pagi ini disini, tak lama kemudian apa yang sedang di tunggu oleh Rendy pun sudah muncul, Sheila sudah turun dari kamarnya dan berjalan menghampiri dirinya.
Sheila terlihat sangat cantik sekali pagi ini, Dia memakai dress selutut berwarna merah maroon, dan lengannya sepanjang sikunya, Sheila kemudian mendekat, ia menghampiri Rendy yang tengah berdiri mematung di sana.
" Ayo Sayang, kita berangkat ", ajak Sheila tapi Rendy masih terdiam tak merespon.
Mata Rendy masih menatap bidadari cantik yang ada di hadapannya.
matanya susah untuk berkedip, penampilan Sheila hari ini berhasil membuat Rendy susah untuk memalingkan wajahnya dari wanita yang sudah berhasil merebut hatinya.
Sheila kemudian mendekat, ia menggerak-gerakkan tangannya agar Rendy tersadar,
" Sayang, sayang... ", Sheila masih terus memanggil Rendy dan tak ada respon apapun,
Sheila kemudian menggoyang lengan Rendy, Rendy pun tersadar dan agak sedikit gelagapan.
" Iya sayang, ada apa ??", Rendy pun mulai tersadar,
" Kamu tuh yang ada apa??, masak dari tadi ngelamun terus, aku panggilin nggak ada respon sama sekali ", Sheila pun sedikit mengomeli Rendy.
" Iya maaf sayang, habisnya kamu tuh yang buat aku kayak gini ",
" Aku, maksudnya ??? ", Sheila sama sekali tak mengerti.
" Kamu cantik sayang, jadi mata aku jadi gak bisa berkedip ", ujar Rendy.
Sheila pun tersenyum, ia sangat bahagia sekali karena Rendy mengatakan jika dirinya sangat cantik.
" Ya udah ayo kita berangkat, aku janjian sama bunda jam 9 loh, ini udah setengah 9 nanti telat ", Sheila pun berjalan dan diikuti oleh Rendy dibelakang nya.
Didalam perjalanan Sheila masih teringat perkataan Rendy yang mengatakan dirinya cantik, Sheila terus saja tersenyum ia sangat bahagia tentunya.
Tak lama kemudian ponsel Rendy pun berbunyi, Sheila pun menoleh, dan Rendy pun melihat dilayar ponselnya jika Pak Darmawan sedang menelfon dirinya, segera ia menggeser layar ponselnya." Halo Pak ", Sapa Rendy dari balik telfon.
" Halo Rendy, ada yang ingin saya katakan kepada mu ", Ujar pak Darmawan.
" Iya Pak, ada apa ??, apa ada masalah dengan tugas yang saya selesaikan ??", Tanya Rendy.
Rendy agak sedikit khawatir jika tugasnya di tolak dan ia harus mengerjakan kembali dan itu membutuhkan waktu yang lama.
" Kabar baik apa pak ??", Mata Rendy pun beralih ke arah Sheila dan Sheila juga terlihat penasaran.
" Kamu dapat rekomendasikan dari kampus dan ada salah satu perusahaan yang tertarik dengan kamu Rend, kamu bisa mulai bekerja di perusahaan tersebut bulan depan", Rendy pun ternganga, ia tak percaya, ia tiba-tiba mendapat pekerjaan dan itu semua diluar dugaannya.
" Yang benar pak, anda tidak sedang bercanda kepada saya kan ??", Rendy masih mempertanyakan nya dua kali kepada dosennya tersebut.
" Apa nada suara saya seperti bercanda Rend, ini semua benar, dan kamu yang terpilih, dan kampus sangat bangga kepadamu ", ujar pak Darmawan.
" Terimakasih pak informasi nya, saya sangat berterima kasih kepada bapak dan pihak kampus ",
Pak Darmawan akhirnya menutup telfonnya dan Rendy pun juga mengembalikan ponselnya ke dalam sakunya.
Rendy masih terdiam, dan itu membuat Sheila penasaran, sedari tadi senyum Rendy terus terukir, ia saat ini sangat ingin memeluk Sheila tapi keaadaan nya tak memungkinkan jadi ia hanya memegang tangan Tersebut dan ia genggam dengan penuh kelembutan.
" Sayang ada apa ??, kenapa kamu senyum-senyum terus ?", Sheila masih tidak bisa menebak apa yang membuat Rendy sebahagia ini.
" Ada kabar bahagia sayang, dan aku bingung harus mengatakannya ", Rendy masih terlihat tersenyum dan menatap wajah Sheila yang ada disampingnya.
Mereka kini sudah Sampai di depan apartemen mewah yang ada di kota ini, Rendy menatap gedung tersebut dengan terkagum-kagum.
" Pastinya bunda dan kakaknya Sheila bukan orang sembarangan seperti Pak Farhan ayah Sheila ", gumam Rendy.
" Ayo turun Rend ", Ajak Sheila, sejenak Sheila melupakan rasa penasaran dengan apa yang ingin dikatakan Rendy kepadanya.
Sheila dan Rendy pun masuk dan melewati loby apartemen tersebut dan langsung menuju lift untuk membawa dirinya menuju ke tempat bunda dan kakaknya.
Hari ini Sandy juga tidak pergi ke kantornya, ia menunggu kedatangan badiknya yang menurut bundanya tadi Sheila akan mengajak dan memperkenalkan orang tersebut kepada nya.
Bunda Tika melihat ke arah jam dinding yang ada di ruang tamunya, seharusnya Sheila sudah sampai 10 menit yang lalu, tapi sampai sekarang ia masih belum datang, bunda Tika agak sedikit khawatir, tapi tak lama kemudian kekhawatiran nya seketika hilang ketika mendengar suara ketukan pintu dari luar, dengan perlahan bunda Tika berjalan dan membuka pintu tersebut, dan tampaklah seseorang yang tengah dinantikan olehnya berada dan berdiri dihadapannya bersama seorang laki-laki yang sangat tampan.
Segera Sheila meraih tangan bundanya dan mencium punggung tangan bundanya, Rendy pun juga ikut melakukan nya demi menghormati calon ibu mertuanya tersebut.
"Ayo masuk dulu, kenapa lama sekali ", Bunda Tika pun berbalik arah dan diikuti oleh Sheila dan Rendy.
Mereka kini sudah duduk di sofa dan bunda Tika menatap putrinya dan seolah mengatakan siapa yang ia bawa oleh Sheila saat ini.
Tak lama kemudian seseorang datang dari arah belakang dan dapat dipastikan jika itu adalah Sandy, laki-laki itu juga terlihat sedang mematikan ponselnya dan sedikit terlihat agak kesal setelah menerima panggilan dari seseorang.
Sandy kemudian duduk di samping bundanya dan sama Sandy juga penasaran dengan laki-laki yang dibawa oleh Sheila saat ini.
" Dek, ini siapa ??", Tanya Sandy.
Rendy menatap Sandy, wajah Sandy memang tampan dan ia juga terlihat mirip dengan Sheila, mungkin umurnya juga sama dengan dirinya.
Sheila kemudian mengatur nafasnya dan mulai memperkenalkan Rendy kepada bunda dan kakaknya.
" Bunda,kak sand, perkenalkan ini Rendy ", Ujar Sheila kepada bunda dan kakaknya.