My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
24



Wajah Sheila nampak murung setelah Rendy pergi meninggalkan nya,


" Nona, anda tidak apa-apa ??", Tanya Jody khawatir melihat Sheila yang tampak diam sedari tadi.


" Iya aku tidak apa-apa Jod, kamu tenang saja, dimana Risa sekarang ??", Tanya Sheila kepada Jody.


" Nona Risa masih belum kembali dengan teman mas Rendy ", Ujar Jody.


Sheila pun kembali terdiam tak bicara apapun sama sekali.


Di suatu tempat kini Rendy tengah merenung dan berdiam diri, ia masih merutuki dirinya sendiri karena dia berani menyukai Sheila.


" Kenapa diriku begitu bodoh sekali, kenapa aku berani bertanya seperti itu ", Ujar Rendy menyesal.


Rendy tampak mengusap wajahnya dengan kasar, ia tak mungkin terus berada disini, ia harus kembali menemui Sheila yang ia tinggalkan tadi.


Ditempat lain, kini Andrew dan Risa sedang duduk disebuah kedai yang menjual beraneka minuman, mereka berdua terlihat sedang menikmati suasana yang ada di kedai tersebut.


Terlihat juga mereka kini bicara tanpa rasa canggung.


" Ris, boleh aku meminta nomor ponselmu ??, Tanya Andrew.


" Boleh kok kak ", Ujar Risa sambil mengetik nomor ponselnya di hape Andrew.


" Ok aku telfon sekarang ya, dan jangan lupa di save ", Ujar Andrew yang langsung diangguki oleh Risa.


Andrew kemudian segera menekan tombol panggil, setelah tersambung di ponsel Risa Risa segera menyimpan nomor Andrew.


" Sudah aku simpan kak ", Ujar Risa.


" Kak, seperti nya Kita sudah terlalu lama deh, Ayo kita kembali ke tempat Sheila ", Ujar Risa mengajak Andrew.


Mereka kemudian berjalan beriringan, tidak seperti tadi Risa yang berada di belakang Andrew saat berjalan.


Beberapa saat kemudian mereka kini sampai di tempat asal mereka, Risa kini melihat Sheila yang tengah murung tak seperti tadi saat ia tinggalkan bersama Rendy.


Dengan mata yang melirik kearah Jody, Jody pun mengisyaratkan bahwa ia tak tahu apa-apa soal ini.


Tak lama kemudian Rendy juga kembali, wajah Rendy juga sama dengan Sheila saat ini terlihat murung dan tanpa semangat.


" She, Lo udah makan?", Tanya Risa yang melihat saat ini sudah menunjukkan waktu makan siang.


" Gue lagi gak nafsu ", Ujar Sheila.


" Lebih baik kita sekarang pulang, aku udah capek ", Ujar Sheila yang tampak tak bersemangat sama sekali.


Mereka pun mau tak mau menuruti permintaan Sheila untuk segera pulang.


Kini Sheila duduk di antara Andre dan Risa, ia tak lagi duduk berdekatan dengan Rendy, Rendy kini tengah duduk didepan bersama dengan Jody dan sedang berkonsentrasi mengemudikan mobilnya.


Setelah sampai di depan hotel, Rendy segera turun dan mengambil mobilnya kembali untuk segera pulang tanpa berpamitan kepada Sheila.


Sheila juga terlihat langsung saja masuk kedalam hotel,


Didalam kamarnya tangisan Sheila langsung saja tumpah di pelukan Risa.


" She, lho kenapa ??", Tanya Risa saat melihat Sheila menangis diperlukan nya.


" Rendy salah paham sama gue ris ", ujar Sheila.


" Maksudnya apa sih, aku gak ngerti, coba kamu cerita ", Ujar Risa.


Sheila kini tambah menangis sehingga membuat Risa tak tega jika ia harus bertanya terlalu jauh kepada Sheila.


" Sebaiknya kamu istirahat dulu she ", Ujar Risa.


Sheila kemudian segera merebahkan tubuhnya dan tak lama kemudian ia tertidur dengan wajah sembab nya.


Risa kemudian segera membersihkan badannya,dan setelah selesai ia baru ingat bahwa ia memiliki nomer Andrew segera ia mengambil ponselnya dan menelfon Andrew untuk pertama kalinya.


Rendy yang kini tengah berada di kostan nya sedang merebahkan tubuhnya, ia masih teringat kejadian tadi bersama Sheila.


Andrew yang baru saja dari dapur kemudian mendengar ponselnya yang berbunyi dari balik tas ranselnya.


Dengan menatap layar ponselnya ia kemudian tersenyum karena Risa lah yang kini tengah menelfonnya.


Segera ia menggeser tombol hijau di layar ponselnya,


" Iya Ris, ada apa ??", Tanya Andrew.


" Kak Rendy dimana??", Tanya Risa yang membuat Andrew mengerutkan dahinya.


" Kok malah nanyain Rendy, bukan aku ", ujar Andrew.


" Ini masalah genting kak, mana kak Rendy ??", Tanya kembali Risa kepada Andrew.


" Sebentar, Aku panggilin, dia kayaknya lagi galau ", Ujar Andrew.


" Minta tolong kasih ponsel kakak ke kak Rendy, aku mau bicara penting ", Ujar Risa.


" Baiklah, tunggu sebentar ", Ujar Andrew yang berjalan ke arah Rendy yang sedang ada di atas ranjangnya.


" Rend, ada telfon buat kamu ", ujar Andrew kepada Rendy.


" Siapa ??", Tanya Rendy.


" Kamu bicara aja sendiri ", Ujar Andrew menyerahkan Ponselnya.


" Halo ", Ujar Rendy tanpa melihat nama si penelfon di layar ponsel Andrew.


" Halo kak Rend, ini aku Risa ", Ujar Risa.


" Iya Ris ada apa ??", tanya Rendy yang sedikit khawatir.


" Sheila dari tadi nangis terus kak, emang kakak ada masalah apa ??", tanya Risa.


" Ada sedikit masalah Ris ", Ujar Rendy.


" Kak, Sheila itu cinta sama kakak, dia pernah bilang sama aku kalau dia cinta sama kakak ", ujar Risa yang membuat Rendy tersenyum.


" Tapi kenapa dia tadi seperti seolah-olah tidak merindukan ku sama sekali ", tanya Rendy.


" Namanya juga cewek kak, kakak ini bagaikan sih, masa cewek harus nyatain perasaan nya duluan , Ujar Risa.


" Iya aku mengerti, terimaksih Ris ", Ujar Rendy.


" Kapan kalian kembali ke Jakarta ?? ", Tanya Rendy.


" Besok jam 9 pagi kita sudah harus take off", Ujar Risa.


" Ok,besok tunggu aku, tapi jangan bilang Sheila ", Ujar Rendy yang ingin memberikan kejutan untuk Sheila.


" Baiklah kak, terimaksih, aku percaya sama kakak bisa membuat sahabat aku bahagia ", Ujar Risa.


" Ya sudah sampai jumpa besok ", Ujar Rendy kepada Risa.


Rendy kemudian segera menutup telfon dan kembali merebahkan tubuhnya.


" Ini and, gue udah selesai ", Ujar Rendy sambil menyerahkan kembali ponsel milik Andrew.


" Loh, kok udah di Matii ", Ujar Andrew sedikit kecewa.


" Gak tau Risa sendiri yang matiin ponselnya ", Ujar Rendy.


Rendy tahu jika sahabat nya ini tengah PDKT dengan Risa, dan Rendy pun dengan sepenuh nya mendukungmu mereka.


🌸🌸🌸


Keesokan harinya sekitar pukul tujuh pagi, Rendy kini tengah bersiap untuk berangkat menuju ke hotel tempat Sheila menginap.


Setelah selesai bersiap-siap Rendy kemudian segera keluar menuju ke mobilnya, Sebelum Rendy berangkat terlihat Andrew yang berlari dari arah gang kosan Rendy dengan tergesa-gesa.


" Rend,Lo tungguin gue dong, gue juga mau ikut ", Ujar Andrew kepada Rendy.


Segera Andrew membuka pintu samping mobil Rendy dan segera masuk kedalam.


" Gue juga mau ketemu Risa sebelum ia kembali ke Jakarta ", Ujar Andrew.


Tanpa menjawab perkataan Andrew, kini Rendy membelah kepadatan jalanan pagi ini dengan kecepatan tinggi.


Rendy berharap segera sampai di hotel karena ia tidak mau sampai ia tidak melihat Sheila sebelum ia kembali ke Jakarta.