
Rendy pun kini tengah bersiap-siap untuk mengemasi barang-barang nya, Sheila pun kini juga tengah berada di kamar Rendy untuk menyaksikan kepergian Rendy.
Raut wajah Sheila masih saja terlihat sedih dan tak rela kalau Rendy akan pergi darinya.
" Rend, apa kamu tidak mau merubah keputusanmu ", Ucap Sheila karena Sheila masih tidak mau jika orang lain yang akan menggantikan Rendy untuk menjaganya.
" Maaf Nona, tapi ini sudah menjadi keputusan saya, saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada ", Ucap Rendy.
" Bagaimanapun jika aku merindukanmu Rend??", Tanya Sheila.
" Maksud Nona apa ??", Tanya Rendy.
" Rend, entah apa yang aku rasakan, tapi aku sudah mulai nyaman berada di dekatmu, aku ingin terus berada di dekatmu saat ini, aku ingin kita selalu bersama ", Ucap Sheila.
" Nona, apa yang Nona katakan, saya hanya sebatas Bodyguard Nona, tidak lebih ",Ucap Rendy.
" Aku tidak perduli Rend, yang aku inginkan selalu berada di dekatmu ", Ucap Sheila.
Rendy pun kini mendekat ke arah Sheila,
" Nona, Kita tidak akan mungkin bersama, status kita beda Nona ", Ucap Rendy menjelaskan.
Sheila kemudian menangis dan langsung memeluk Rendy,
" Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu Rend, kita sama, kita tidak ada yang berbeda ", Ucap Sheila.
" Tapi bagaimana dengan Adrian Nona??", Tanya Rendy.
Sheila kemudian terdiam setelah ia ingat Adrian, pasalnya sudah satu bulan ini ia tidak bertemu dengannya.
" Aku gak tau perasaanku kepada nya masih seperti dulu lagi apa gak, yang aku tahu perasaan ku sudah hilang untuknya ", Ucap Sheila.
Rendy pun terdiam karena tidak menyangka bahwa Sheila akan berkata tentang perasaan nya.
"Nona, Jika kita memang berjodoh, percayalah suatu saat kita pasti akan dipertemukan kembali ", Ucap Rendy.
Sheila pun hanya terdiam dan tak berkata apapun.
" Nona sudah saat nya saya pergi dari sini, saya harap Nona tidak bersikap seperti dulu, saya ingin Nona bersikap baik kepada Jody ", Ucap Rendy.
Sheila hanya mengangguk, " Rend, boleh aku minta satu permintaan lagi??", Tanya Sheila.
" Iya Nona apa ??", Tanya Rendy.
" Berilah aku satu pelukan terakhirmu ", Ucap Sheila.
Rendy pun kini meletakkan kopernya kembali dan menarik Sheila kepelukannya.
" Biarkan seperti ini Rend, aku ingin merasakan nya lebih lama ", Ucap Sheila.
Rendy pun menuruti kemauan Sheila, Setelah agak lama Rendy pun melepas pelukannya dan segera meraih kopernya kembali.
" Ayo Nona kita keluar ", Ajak Rendy.
Rendy dan Sheila kini menuju ruang tamu untuk menemui Pak Farhan.
Pak Farhan pun melihat kedatangan Rendy dan Sheila, pak Farhan juga melihat ada yang aneh dari wajah putrinya tersebut, wajahnya tampak sembab seperti habis menangis.
" Selamat malam Pak ", Ucap Rendy sambil melepaskan koper yang ia bawa dari tadi.
Pak Farhan pun masih menatap putrinya dan kemudian beralih ke arah Rendy yang berada di samping Sheila.
" Apa kamu benar-benar ingin menyudahi pekerjaan mu Rend ??", Tanya pak Farhan untuk yang terakhir kalinya.
" Iya Pak, Saya harap bapak bisa mengerti ", Ucap Rendy.
" Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan mu Rend, aku tidak bisa mencegahnya. Terimakasih karena kamu sudah sangat berjasa terhadap ku karena sudah menjaga Sheila dengan baik ", Ucap Pak Farhan.
" Anda tidak perlu berterimakasih Pak, itu sudah menjadi kewajiban saya untuk menjaga Nona ", Ucap Rendy.
Kemudian Pak Farhan mengeluarkan amplop yang berisikan gaji Rendy selama satu bulan ini, " Ini Rend, ambil lah, ini gajimu untuk satu bulan terakhir ini ",Ucap Pak Farhan.
" Terimakasih Pak, Tapi kenapa banyak sekali Pak?? ", Tanya Rendy Karena uang yabg ia terima cukup untuk menggaji dirinya selama 5 bulan.
Rendy kemudian mendekat ke arah Pak Farhan dan kemudian memeluknya.
" Terimakasih Pak ", Ucap Rendy.
" Dan maafkan saya jika saya pernah berbuat salah kepada Bapak ", Ucap Rendy.
" Iya Rend, aku juga minta maaf jika selama ini aku terlalu menekanmu ", Ujar Pak Farhan.
Rendy kemudian segera berpamitan kepada Pak Farhan karena Rendy sudah harus check in di bandara satu jam lagi.
" Kalau begitu saya pamit dulu, Assalamualaikum ", Ucap Rendy.
" Waalaikum salam ", Jawab Pak Farhan.
Rendy kemudian segera keluar dan mengemudikan mobilnya menuju ke bandara, sementara dirumah Sheila langsung saja berlari menuju ke kamarnya.
Sheila kemudian berjalan ke arah balkon, ia tatap ribuan bintang yang tengah bergemerlapan di langit malam.
Sheila kemudian mengingat kebersamaan nya bersama Rendy ketika mereka berdua berada di taman malam itu.
Sheila terlihat sangat sedih sekali ketika mengingat kebersamaan nya bersama dengan Rendy,
Tak lama kemudian Sheila kembali ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya dengan kasar.
Air matanya kembali jatuh karena ia baru menyadari jika ia sekarang telah mencintai Rendy, tapi kini sudah terlambat, ia tidak dapat bersama lagi dengannya mulai saat ini.
Rendy yang sudah tiba di bandara segera menuju loby untuk segera check in, tapi sebelum itu Rendy terlebih dulu menghubungi Ibunya.
" Halo Bu, Assalamualaikum", Ucap Rendy dari balik telfon.
" Waalaikum salam Rend ",Jawab ibu Ani
" Bu, Rendy sudah mau berangkat ke Jogja Bu, doa in Rendy ya Bu, dan maaf Rendy tidak sempat pulang dulu karena besok sudah harus mulai masuk ke kampus ", Ucap Rendy kepada ibu nya.
" Iya Rend, tidak apa-apa, kamu hati-hati disana ", Ucap Ibu.
" Iya Bu, Tolong sampaikan salam ku ke Bapak dan Feli ", Ucap Rendy kepada Ibunya.
" Iya Rend, akan Ibu sampaikan ", jawab Bu Ani.
" Ya sudah Bu, aku mau check in dulu, Assalamualaikum ", Ucap Rendy.
" Waalaikum salam, hati-hati disana ", Ucap ibu sambil menutup panggilannya.
Rendy kemudian mencari kotak lainnya untuk ia telfon lagi, setelah panggilannya tersambung senyuman Rendy langsung saja terukir diwajahnya.
" Halo Nona ", Ucap Rendy.
Sheila yang mendapat telfon dari Rendy pun nampak terlihat gembira.
" Iya Halo Rend ", Jawab Sheila dari balik telfon.
" Nona, Aku sudah mau check in ", Ucap Rendy.
" Iya Rend, hati-hati disana, aku akan selalu merindukanmu ", Ucap Sheila.
Rendy pun seketika tersenyum
" Aku juga akan merindukan Nona ", Ucap Rendy.
" Terimakasih sudah menelepon ku sebelum kamu berangkat, dan jangan lupa nanti setelah Sampai kamu kabari aku lagi ", Ucap Sheila kepada Rendy.
" Pasti Nona, kalau begitu saya tutup dulu telfonnya ", Ucap Rendy.
" Iya Rend, Hati-hati ", Ucap Sheila.
" Iya Nona " Jawab Rendy kemudian segera mengakhiri panggilannya.
Rendy kemudian segera check in, tak lama kemudian pesawat yang Rendy tumpangi sudah lepas landas dari bandara internasional Soekarno Hatta.
Sheila setelah menerima telfon dari Rendy seketika tersenyum senang, Sheila yakin bahwa dirinya dan Rendy akan dipertemukan kembali di waktu yang tepat.