My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
46



Suasana di dalam apartemen tersebut seketika sunyi,


Bundanya dan Sandy pun sedari tadi hanya memandang ke arah Rendy.


" Ini siapa kamu sayang??", Tanya bundanya.


Sheila pun tersenyum,


" Rendy ini kekasih Sheila bunda, kami ke sini ingin meminta restu kepada bunda dan kak sand, kami berdua akan segera bertunangan ", Ujar Sheila.


Mata bunda Tika dan Sandy pun seketika membulat,


" Kamu benar-benar sudah siap menikah sayang, kamu tidak sedang bercanda kan??", Tanya bunda Tika.


" Kami tidak bercanda bunda, dan kami akan bertunangan dulu bukan menikah ", Ujar Sheila.


Sandy masih menatap laki-laki yang sedang bersama adiknya tersebut, Ia masih mencari kesungguhan Dimata Rendy apakah Rendy benar-benar mencintai adiknya atau hanya sekedar memainkannya.


" Bukan kami melarang mu she, tapi apakah kami benar-benar siap, pernikahan bukan main-main she, Dan kakak tidak mau jika kamu menyesal akhirnya ", Sandy pun mulai membuka suaranya.


Sementara itu Rendy masih terdiam, Ia tahu bunda dan kakaknya pastinya akan mempertimbangkan semuanya.


" Boleh aku bertanya kepadamu ??", Sandy pun mengarahkan ekor matanya ke arah mata Rendy.


Rendy pun mengangguk mantap, ia akan menjawab semua pertanyaan dari laki-laki yang itu adalah kakak dari Sheila.


"Apa kamu benar-benar serius kepada Sheila ??", Tanya Sandy.


Rendy pun lagi-lagi mengangguk, dan Sandy pun terlihat tersenyum miring kepada Rendy.


" Aku tidak ingin adikku di nikahi oleh orang yang salah, dan apa kamu bersedia memenuhi syarat yang aku berikan ??", Tanya Sandy kepada Rendy.


Sheila pun mendongak, ia tak menyangka jika kakaknya akan mempersulit hubungan nya dengan Rendy, sedangkan ayahnya sangat setuju dan tak mempermasalahkan semua itu.


" Apa yang kakak katakan, jangan pernah mempersulit hubungan ku dengan Rendy ", Sheila pun sudah terlihat kesal saat ini.


" Sayang aku gak apa-apa, aku terima semua syaratnya, kamu gak perlu khawatir ", Rendy pun mencoba menenangkan Sheila, Rendy tak mau hubungan Sheila dan kakaknya akan renggang padahal mereka baru saja bertemu.


" Aku terima semua syaratnya ", Jawab Rendy mantap.


Sandy pun tersenyum,


" Baiklah, Aku akan memberikan tantangan kepadamu dan kamu harus memenuhinya ", Ujar Sandy.


" Baiklah aku tunggu ", Jawab Rendy.


Bunda Tika juga terlihat kasihan dengan putrinya, Mengapa Sandy bisa memberikan syarat kepada Rendy.


Sheila pun masih kesal, matanya kini masih menatap Rendy.


Entah apa yang akan di lakukan kakaknya kepada Rendy.


Rendy pun terlihat tenang, ia akan melakukan semua tantangan tersebut agar bisa mendapatkan Sheila.


" Kita mulai besok, kamu datang lagi ke sini aku akan memulai dari sini ", Ujar Sandy.


" baiklah aku akan datang kembali ", Jawab Rendy.


Sheila pun akhirnya mengajak Rendy keluar dari apartemen bundanya, awalnya bundanya ingin mengajak sheila makan siang bersama, tapi melihat keadaan Sekarang Sheila sama sekali sudah terlihat ingin pergi dari sini.


" Bunda Sheila pulang dulu ", Sheila kemudian menyeret tangan Rendy dan segera keluar dari apartemen bundanya.


" sayang, kamu gak perlu seperti ini, kamu tenang aja, aku pasti bisa ", Rendy pun mencoba menenangkan Sheila.


Didalam apartemen bunda Tika juga terlihat kesal dengan Sandy putranya,


" Apa yang kamu rencanakan sand, kenapa kamu buat Sheila marah kepada kita ??" Tanya Bundanya.


" Maafkan aku bunda, bukan maksudku untuk merencanakan sesuatu, tapi Sandy hanya menginginkan yang terbaik untuk adik Sandy, dan Sandy ingin mengetahui apakah benar Rendy benar-benar mencintai Sheila", Ujar Sandy.


Bunda Tika pun mendengus kesal,


" Bunda tidak mau jika sampai Sheila marah sama bunda atau pun kamu, bunda ingin Sheila bahagia sand ", Ujar bundanya dan kemudian pergi meninggalkan Sandy, nafsu makan bunda Tika juga sudah hilang karena kejadian barusan yang membuat Sheila marah kepadanya.


Sheila kini masih terdiam, ia sangat kesal dan terus menggerutu dalam hatinya.


Tangan Rendy pun kemudian memegang tangannya, Rendy mencoba menenangkan Sheila yang sedari tadi masih terlihat kesal bahkan Sampai saat ini.


" Sudah sayang jangan dipikirkan, kamu harus yakin aku bisa menerima syarat dari kakakmu ", ujar Rendy.


Sheila kemudian seketika memeluk Rendy,


" Maafkan kakak ku Rend ", Ujar Sheila.


Rendy kemudian mengelus kepala Sheila,


" Jangan terlalu dipikirkan sayang, aku tidak apa-apa ", Jawab Rendy.


Rendy tak langsung membawa Sheila pulang, sekarang mereka berdua kini tengah berada di salah satu mall ternama di kotanya.


Sheila pun bingung ia masih menatap ke sekeliling mall tersebut.


" Mau apa kita kesini sayang ??", Tanya Sheila kepada Rendy.


" Aku mau ngajak kamu nonton ", Jawab Rendy, lalu Rendy melepaskan safety belt miliknya dan kemudian melepas safety belt dibadan Sheila.


Rendy kemudian turun dan berlari kecil, ia kemudian membukakan pintu untuk Sheila.


Mereka pun berjalan menyusuri mall tersebut, lalu mereka naik ke lantai 5 dimana mereka akan pergi menonton film yang sudah Rendy janjikan untuknya.


Rendy terlebih dahulu membeli popcorn, Setelah mendapat satu popcorn dan dua minuman Rendy kemudian menuju ke arah penjual tiket yang berada tak jauh dari tempat mereka menonton.


" Kamu mau nonton apa sayang??", Tanya Rendy.


Rendy sengaja ingin membuat Sheila melupakan apa yang terjadi tadi dengan mengajak dan membiarkan Sheila memilih sendiri film yang ingin ia tonton.


" Kita nonton film Romantis aja ya ", Pinta Sheila kepada Rendy.


Rendy pun mengangguk tanda setuju, kemudian Rendy pun segera membeli dua tiket untuk mereka berdua menonton film yang sudah di pilih secara langsung oleh Sheila.


Mereka kini sudah berada di dalam bioskop, tinggal menunggu pemutaran film tersebut, tak lama kemudian lampu sudah dimatikan dan layar di depan mereka pun sudah menyala, Rendy dan Sheila terlihat sangat menikmati film yang mereka tonton, Sheila sesekali memakan popcorn dan meminum minuman yang Rendy beli,


Rendy pun juga sesekali Sheila menyodorkan popcorn yang ada di tangannya dan Rendy pun menerima nya dengan senang hati.


Film pun sudah berjalan satu jam lamanya, dan disinilah sesi romantisnya, kedua pemeran yang sedang ada dilayar Tersebut tengah memainkan adegan romantis, Mereka berciuman membuat mulut Sheila seketika menganga, mereka yang ada didalam bioskop Tersebut seperti terhanyut kedalam film tersebut.


Banyak adegan ciuman yang mereka tonton sehingga membuat Sheila menelan salivanya dengan kuat, Rendy juga terlihat gugup, ia pun juga ingin merasakan apa yang sedang ia tonton dengan Sheila saat ini.


Tangan Rendy pun tiba-tiba tergerak, Rendy pun kinj tengah memegang tangan Sheila dan meremas lembut tangan tersebut.


Mereka saling tatap, sejujurnya mereka sama sekali belum pernah melakukan hal tersebut, tapi melihat adegan seperti itu sudah biasa bagi keduanya, hanya mempraktekkan nya saja yang belum.