
Sheila merasa sangat kesal kepada Adrian, ia sudah bilang jika ia tidak ingin diganggu tapi Adrian masih tetap kekeh menelfonnya Kembali.
" Aku peringatkan Dri, jika kamu menghubungi ku lagi aku pastikan aku tidak mau bertemu kamu lagi ", Sheila pun mengeluarkan ancaman kepada Adrian, tanpa menunggu jawaban Adrian Sheila kini sudah mematikan Ponselnya.
" Lebih baik aku silent saja, dari pada kupingku terus mendengar suara telfon dari Adrian ", Gumam Sheila.
🌼🌼🌼
Keesokan harinya, disaat jam kuliahnya sudah selesai, Sheila sudah berniat untuk mencari Feli,
" Semoga saja hari ini dia ada jam kuliah pagi ", Gumam Sheila.
Sheila berjalan di fakultas ekonomi semester satu, Dia mulai mencari keberadaan gadis cantik itu, gadis yang akan menjadi adik iparnya.
Sheila masih mengedarkan pandangannya berharap Feli ada disana,
Sheila semakin mendekat ke arah ruang kelas, benar saja Feli masih berada di dalam ruang kelas tersebut dan masih membereskan buku-buku nya.
Sheila pun masuk membuat semua orang yang ada di sana menatap nya dengan kagum, penampilan Sheila yang selalu modis dan wajahnya yang selalu cantik membuat para wanita dan lelaki tak mampu berkedip untuk melihat wanita cantik ini.
Sheila semakin mendekat, dan Feli juga merasa ada seseorang yang berjalan ke arahnya.
" Feli kan ??", Tanya Sheila yang takut jika ia akan salah orang, Feli dan Sheila hanya pernah bertemu satu kali dan itu pun dirumah Rendy sewaktu Rendy masih menjadi bodyguard nya.
Feli pun mendongak kepalanya, ia tersenyum mengetahui Sheila datang mencari nya,
" Kak Sheila ", Ujar Feli, semua teman-teman nya bingung dari mana Feli bisa kenal Sheila, bahkan teman-temannya sangat susah untuk berkenalan dengan Sheila karena terhalang bodyguard yang selalu berada di belakangnya.
" Kakak mau bicara sama kamu, hari ini kamu gak sibuk kan ??", Tanya Sheila.
" Nggak kak, Feli gak sibuk, Feli senang kakak mau menemui Feli disini ", Jawab Feli, Feli sudah tau jika kakaknya berpacaran dengan Sheila,
Menurut Feli, Sheila adalah wanita yang baik dan ramah, Feli juga senang karena Sheila mau menerima kakaknya menjadi kekasihnya.
" Ya udah lebih baik kita sekarang pergi aja, kakak juga udah selesai kuliah nya ", Sheila pun keluar bersama Feli, dan mereka lalu menuju ke halaman parkir untuk menghampiri Jody yang sudah menunggunya sedari tadi.
" Bang Jody ??", Sapa Feli kepada Jody, Feli juga mengenal Jody, Jody adalah teman kakaknya dan Jody dulu sering datang kerumah nya saat masih sama-sama kuliah dengan Rendy.
" Hai Fel, ternyata kamu sudah besar ",Ujar Jody kepada Feli.
Feli pun tersenyum " Feli gak mungkin kecil terus bang, nanti Feli gak bisa punya pacar lagi kalau Feli masih kecil ", Ujar Feli.
Jody dan Sheila pun tertawa
" Memang kakakmu mengizinkanmu pacaran Fel ??", Tanya Jody sambil membukakan pintu pintu Sheila.
Feli pun juga Masuk dan Jody pun segera melajukan mobilnya menuju ke tempat tujuan yang di inginkan Sheila.
" Kak Rendy gak ngizinin aku pacaran dulu bang, biar aku fokus kuliah dulu ", Ujar Feli.
" Bagus itu Fel, kamu harus menuruti semua perkataan kakakmu ", Ujar Jody.
Sheila hanya mendengarkan, ternyata Feli anaknya sangat menyenangkan dan dia juga penurut.
" Kita makan dulu ya Fel, nanti kita ngobrol-ngobrol dan nanti kakak antar pulangnya ", Ujar Sheila yang langsung diangguki oleh Feli.
Mereka kini sampai di tempat yang mereka tuju, sebuah kafe yang cukup besar dan banyak para anak muda yang sedang makan di kafe ini.
Mereka berdua duduk berhadapan dan tak lama kemudian pelayan pun menghampiri mereka.
Beberapa saat kemudian setelah memesan mereka kini sedang asyik mengobrol.
" Alhamdulillah Bapak sama ibu sehat kak, dan bapak sudah tidak sakit lagi ", Ujar Feli.
" Alhamdulillah Fel kakak ikut senang " Jawab Sheila.
Makanan mereka pun datang, Feli terlihat senang karena perutnya juga sudah lapar sekarang,
" Ayo Fel kita makan ", Ajak Sheila yang langsung diangguki oleh Feli.
Setelah makanan Mereka selesai tiba-tiba ponsel sheila berbunyi, Sheila segera merogoh tas yang ia bawa dan terlihat Rendy sedang melakukan panggilan video call.
Sheila segera menerimanya dan terlihat Rendy kini juga tengah makan siang di kantin kampusnya bersama dengan Andrew.
" Halo sayang, kamu sedang apa ??", Tanya Rendy, Sheila kemudian segera mengarahkan ponselnya ke arah Feli yang masih menikmati ice cream yang ia pesan tadi.
" Halo kak ??", Ujar Feli kepada Rendy kakaknya.
" Kamu sama Sheila Fel ??", Tanya Rendy kepada Feli..
" Iya Kaka, kak Sheila ngajakin aku keluar dan aku dengan senang hati ikut kak Sheila ", Jawab Feli dengan polosnya.
Rendy kemudian menginginkan ponselnya kembali mengarah ke wajah Sheila.
" Jangan terlalu memanjakan Feli dan mengajak dia pergi sayang ", Ujar Rendy.
" Nggak apa-apa sayang, aku senang kok, lagi pula aku ingin lebih dekat lagi dengan Feli ", Jawab Sheila membuat Feli tersenyum kepadanya.
" Ya sudah terserah kamu, ya sudah aku mau lanjut kuliah lagi ", Ujar Rendy yang kemudian mematikan ponselnya.
Setelah berbincang-bincang, Sheila kemudian mengantar Feli pulang, saat tiba dirumah Feli, rumah tersebut terlihat sepi.
" Bapak Sama ibu kemana Fel, kok sepi ??", Tanya Sheila.
Feli baru ingat jika tadi pagi ibunya bilang jika nanti siang ibu dan bapaknya akan pergi kondangan di kampung sebelah.
" Bapak sama ibu lagu kondangan kak ", Jawab Feli.
" Ya sudah kalau gitu, kakak pulang dulu ya ", Ujar Sheila berpamitan.
" Gak mau masuk dulu kak ??", Tanya Feli.
" Makasih Fel, lain kali aja, ya udah kakak pergi dulu ya, kamu baik-baik dirumah, Assalamualaikum ", ucap Sheila yang kemudian memasuki mobilnya.
" Waalaikum salam kak, hati-hati ", Tangan Feli pun melambai, Feli kemudian masuk saat sudah tak melihat mobil Sheila lagi.
Sheila kembali kerumahnya tapi ditengah perjalanan ponselnya Kemabli berbunyi, Ada nomor yang tak dikenal kini tengah menghubungi nya.
Sheila pun segera menggeser layar ponselnya, dan terdengar suara bunda Tika disana.
" Halo, Assalamualaikum sayang ", Ucap Bunda Tika kepada Sheila.
" Waalaikum salam bunda", Jawab Sheila.
" Bunda ganggu kamu sayang ??", Tanya bunda Tika kembali, Ia sekarang teramat merindukan Sheila kembali, pertemuan pertama mereka kemarin begitu membuat bunda Tika seakan ingin memeluk putrinya kembali.
" Nggak bunda, Sheila gak lagi sibuk, Sheila masih dijalan mau pulang ", Jawab Sheila.
" Bunda boleh minta tolong sayang ??", Tanya bunda Tika kepadanya.
" Iya bunda minta tolong apa ?? ", Sheila pun sama dengan bunda Tika, ia amat merindukan wanita paruh baya tersebut, Bunda Tika seperti ibunya menurut Sheila, dan Sheila bisa merasakan kasih sayang seorang ibu hanya dari bunda Tika.