
Setelah perkenalan tadi, Sheila dan Bella tampak antusias sekali, mereka terus saja berbicara tanpa henti sampai Sandy yang masih berada di antara mereka tak terlihat.
Sandy mendengus kesal, mendengar pembicaraan antara dua perempuan memang cukup membosankan. Apalagi yang dibicarakan adalah Soal fashion, makanan, make up dan lain sebagainya yang berhubungan dengan perempuan.
"Sudah ???", Tanya Sandy menyela omongan antara Sheila dan Bella.
"Mau sampai kapan kita disini??, Sampai pagi??", Nada sewot Sandy kini sudah terdengar membuat Sheila melirik kakak laki-lakinya itu yang wajahnya kini sudah berubah 180°. Sheila hanya nyengir saja dan merasa bersalah, mengabaikan kakaknya yang sedari tadi berada diantara mereka berdua.
"Maaf ya kak", ucap Sheila sambil mengangkat kedua jari nya ke atas.
"Jangan marah dong, Yuk pulang". Rayu Sheila, dan Bella melihat Sheila dan Sandy pun hanya tersenyum saja.
Dari pembicaraan mereka ternyata Bella bisa berbahasa Indonesia karena dia juga berasal dari Indonesia, lebih tepatnya Bella berasal dari Surabaya.
Ibu Bella menikah dengan ayah Bella yang ternyata adalah orang asli Australia. Jadi Bella di Australia karena ikut ayahnya bekerja disana.
Akhirnya mereka sudah sampai di apartemen milik Sandy, sementara Bella akan tinggal disini, mungkin sampai besok pagi, dan Bella akan tinggal sendiri untuk sementara karena tak mau merepotkan keluarga Sandy.
Sandy sudah bilang jika ia ada urusan, dan Sheila tak masalah maupun Bella, jadi setelah dari apartemen bundanya Sheila pulang bersama dengan jody yang sudah terlebih dahulu dihubungi oleh Sheila.
"Maaf Bell, aku masih ada urusan, jika sudah selesai aku pasti kembali secepatnya". Sandy kemudian pergi, Sheila dan Bella akhirnya masuk kedalam apartemen bundanya dan hanya berdua saja tanpa Sandy di samping mereka.
Sandy sudah ada janji dengan Rendy jam 8 malam, dan ini sudah jam 7.45 malam. jadi Sandy segera pergi menuju cafe yang tak jauh dari apartemen nya tersebut.
Tepat pukul 8 malam ternyata Rendy sudah berada di cafe remaja dan tak disangka oleh Sandy ayahnya juga ada disana??, Ada apa sebenarnya, Sandy menjadi semakin penasaran.
3 cangkir kopi kini sudah berada di meja mereka dan Rendy akan memulai pembicaraan nya karena tak mau berlama-lama lagi.
"Apa yang sebenarnya ingin kamu katakan Rendy??",
Kedua ayah dan anak itu pun sama-sama penasaran, ada apa??, apakah ada hal penting tentang Sheila yang tidak ingin diketahui Sheila sehingga Rendy mengajak pak Farhan dan Sandy bertemu dengan nya secara diam-diam seperti ini.
"Maaf sebelumnya pak, memang ada yang ingin saya katakan, saya berniat mau melamar Sheila dan segera menikahi nya", Ungkap Rendy dengan tegas dan jelas.
Pak Farhan pun tersenyum, Dan beda dengan Sandy, Sandy nampak kaget dengan perkataan Rendy.
"Apa nikah??!!", Tanya Sandy kaget.
"Iya nikah??, aku dan Sheila kak", Ucap Rendy memperjelas.
"Kenapa kamu marah, memangnya kamu sudah punya calon??", Tanya pak Farhan, Aneh-aneh saja putranya yang satu ini, calon aja belum ada udah minta nikah.
"Kalau kamu sudah punya calon, ayah akan nikah kan kamu dulu", Ungkap pak Farhan menantang putra sulungnya.
Sandy pun menelan Saliva nya kasar, Kenapa malah seperti ini, siapa yang akan aku bawa ke hadapan ayah.
Sandy pun diam saja, tak bersuara sama sekali setelah ditantang oleh sang ayah, memang dia saat ini menaruh hati kepada Bella, tapi apakah secepat ini, bukankah ini terlalu cepat, apalagi saat ini ia masih belum mempunyai hubungan dengan Bella.
"Dan untuk Rendy, saya salut dengan kamu Rendy, kamu begitu berani meminta Sheila untuk menjadi istrimu, dan saya merestui nya", Rendy dapat bernafas dengan lega, kini tinggal mengatur rencana saja, menikah Langsung atau bagaimana??, Karena Rendy juga harus segera berangkat karena pekerjaan sudah menanti nya.
"Kalian langsung menikah saja, Saya gak mau menunda lagi", Rendy pun tersenyum senang, kenapa bisa calon mertuanya itu tahu isi hatinya saat ini.
"Terimakasih pak, saya berjanji akan membuat sheila bahagia hidup bersama dengan saya",
Pak Farhan tersenyum, Rasanya lega sudah jika Sheila akan menikah, meskipun nantinya ia akan berpisah dengan putri nya tapi pak Farhan tidak masalah, Pak Farhan sengaja membiarkan Rendy untuk bekerja terlebih dahulu, lebih-lebih pak Farhan sudah mengantongi nama perusahaan yang akan merekrut Rendy disana, jadi pak Farhan bisa mengetahui bagaimana kinerja Rendy dan bagaimana kesiapan Rendy nantinya untuk mengurus perusahaan nya.
Pak Farhan sudah merasa semakin tua, sudah sepantasnya dia pensiun dan digantikan oleh anak-anak nya, begitu juga Sandy, Sandy juga akan mengurus salah satu perusahaan ayahnya, tapi pak Farhan tidak yakin jika Sandy akan mau melakukannya.
***
Saat ini, ketiga wanita tersebut sedang makan malam bersama. Sheila, Bunda Tika dan juga Bella, Bunda Tika merasa sangat bahagia bisa makan bertiga dengan Sheila dan Bella, dan bunda Tika juga berharap Bella nantinya akan menjadi istri Sandy.
Bunda Tika yakin jika Bella adalah wanita yang tepat, bukan satu dua haru bunda Tika mengenal Bella, tapi sudah 4 tahun ini karena bella sudah bekerja menjadi sekretaris Sandy.
"Sayang, malam ini kami mau menginap atau pulang?", tanya bu Tika, dia sangat berharap jika Sheila mau menginap, tapi Bu Tika juga tak mau memaksa.
"Untuk malam ini maaf bunda, Sheila harus pulang, kasihan ayah sendirian", Ungkap Sheila dengan raut wajah sedihnya, Sheila berharap jika Ayah dan bundanya kembali bersatu agar keluarga mereka utuh lagi, dan ayahnya tidak kesepian.
"Oke, tidak apa-apa, bunda ngerti kok",
Sebenarnya Bu Tika sangat mengharapkan Sheila agar bisa bersamanya terus, tapi keadaan lah yang membuat mereka seperti ini, jadi bu Tika hanya bisa pasrah dengan keadaan seperti ini.
"Bella sayang, kami istirahat saja, tidak usah menunggu Sandy, mungkin Sandy pulang malam" Bella pun tersenyum, dan mengangguk, bandan nya memang sudah lelah sekali, apalagi saat ini Bella butuh air segar untuk menyegarkan badannya.
"Ya sudah bunda, aku Pulang dulu. Kak Bella, aku pulang dulu, besok aku kesini lagi aku ajak kak Bella ke rumah", setelah berpamitan Sheila Langsung keluar dari apartemen bundanya, jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, dan untung saja Jody sudah sampai jadi Sheila tak perlu menunggu lama dan langsung saja pulang ke rumah ayahnya.
Sheila sama sekali tidak tahu menahu tentang Rendy. Jadi besok akan menjadi kejutan besar bagi Sheila yang akan segera menikah dengan Rendy.