My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
43



Melihat ekspresi Sheila yang sepertinya tengah murung membuat Rendy semakin tidak tega, ia semakin ingin menghalalkan kekasihnya tersebut dengan Segera.


" Kamu mau terus sama aku??, Dan kamu mau kita sama-sama selalu??", Rendy pun menatap wajah Sheila dengan tatapan kelembutan.


Sheila pun mengangkat wajahnya, tidak ada keraguan dalam hatinya sehingga membuat ia menganggukkan kepalanya dengan mantap.


" Baiklah, aku akan bicara dengan ayahmu, aku akan melamar mu secepatnya", Ujar Rendy.


Senyuman yang tadi hilang entah dimana kini tiba-tiba saja muncul, Sheila begitu bahagia apalagi jika mendengar tadi Rendy akan segera melamar dirinya.


" Aku juga secepatnya akan mencari pekerjaan, mau nabung buat kita nikah dan buat kita hidup berdua nantinya, kamu mau bersabar sayang ???", Rendy pun masih menatap Sheila dan enggan untuk berpaling, wajah Sheila kembali bersinar,


" Aku mau menunggu, semoga kamu cepat dapat pekerjaan sayang ", Seru Sheila, " Tapi..., Bagaimana dengan kuliah mu, bukannya kamu masih sibuk kuliah ??", Tanya Sheila .


" Itu bisa di atur, kerja part time pun aku bisa demi buat nikah sama kamu ", Sheila semakin bahagia, Rendy mau berjuang untuk dirinya.


Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun sudah datang, dengan segera Rendy dan Sheila pun menikmati makan malam berdua mereka.


Karyawan resto itu pun datang Kembali sambil membawa dua buah cake ukuran mini untuk pasangan tersebut, Sheila pun menatap karyawan tersebut dengan aneh, pasalnya ia tak memesan cake itu tadi, dan ini siapa yang memesannya.


" Sayang, makanlah, aku yang memesankan untuk kita, semua ini harus dirayakan kan ??", Rendy kemudian mengambil garpu dan mengambil sedikit cake tersebut dan di siapkan ke Sheila.


" Ayo buka mulutmu ", Titah Rendy kepada Sheila.


Sheila pun dengan senang hati melakukan nya, kemudian Sheila bertindak sama, ia juga mengambil dan menyuapkannya ke mulut Rendy.


Makan malam.pun selesai, mereka tak.langsung pulang, kini mereka tengah duduk di kursi taman yang ia lewati tadi sebelum memasuki resto tadi.


" Bagaimana kuliah mu sayang??", Tanya Rendy.


" Masih proses skripsi, kamu doain aku semoga cepat selesai dan aku sidang lebih cepat ", ujar Sheila.


" Pastinya, aku akan selalu mendoakan mu, tapi kamu harus belajar yang rajin ", Itu yang selalu dikatakan oleh Rendy kepada Sheila, harus belajar yang rajin, dan itu lah yang membuat Sheila semakin giat dalam belajar dan semakin ingin segera lulus.


" Sudah malam, ayo kita pulang, pasti ayahmu sudah menunggu kita", Rendy pun mengulurkan tangannya dan disambut dengan hangat oleh Sheila.


Satu jam kemudian mobil Rendy sudah terparkir di depan halaman rumah Sheila, Mereka kini sedang duduk dihadapan pak Farhan, Ada rasa takut di hati Rendy, Apakah pak Farhan mau menerima permintaan dirinya untuk segera bertunangan dengan Sheila.


Beda lagi dengan Sheila, Sheila terlihat sangat tenang karena beberapa hari yang lalu pak Farhan sempat membicarakannya dengan Sheila masalah pertunangan dirinya dengan Sheila.


" Maaf Pak, ada yang ingin saya bicarakan dengan Bapak ", Ujar Rendy dengan sedikit gugup, Biasanya Rendy akan bersikap dengan tenang, tapi untuk masalah seperti ini ia juga masih mempunyai rasa gugup didalam dirinya.


" Apa Rend ,apa yang ingin kamu bicarakan kepada saya ??", Tanya pak Farhan tapi masih belum mengetahui arah pembicaraan Rendy.


" Saya ingin segera melamar Sheila Pak ", Ujar Rendy.


Pak Farhan pun tersenyum, ia kini tahu mengapa Rendy terlihat gugup, selama menjadi bodyguard nya Rendy sama sekali belum pernah bersikap seperti ini kepadanya.


" Secepatnya pak, sebelum saya kembali ke Jogja saya ingin kami sudah bertunangan ", Ujar Rendy.


" Baiklah, tapi kamu harus meminta restu terlebih dahulu kepada bunda dan kakakmu she, Ayah yakin bunda dan kakakmu pasti akan senang ", Ujar pak Farhan.


" Baik yah, besok aku dan Rendy akan ke apartemen bunda dan akan memberitahu bunda ", Ujar Sheila senang.


More tak dapat menyembunyikan senyum bahagia mereka, sebentar lagi mereka akan mempunyai satu ikatan dan pastinya nantinya akan melangkah ke jenjang yang lebih jauh lagi.


Satu jam kemudian Rendy pun sudah pulang, ia kini sudah berada di kamarnya, tapi melihat rumahnya sepi jadi ia urungkan untuk berbicara dengan orang tuanya, Rendy yakin pasti orang tuanya juga sudah beristirahat.


Rendy pun membanting tubuhnya ke ranjangnya, satu tugas nya sudah selesai, kini tinggal tugas untuk berbicara dengan orang tuanya dan bunda nya Sheila, jadi Rendy besok harus menyiapkan mentalnya lagi, untuk meminta restu dan mengutarakan niatnya tersebut.


Keesokan harinya, tepat adzan shubuh berkumandang, Rendy pun terbangun dan pergi menuju kamar mandinya, ia pun mengambil wudhu dan segera menunaikan sholat shubuh. Setelah itu Rendy pun segera keluar dan mencari bapaknya terutama, ia ingin berbicara empat mata dengan bapaknya.


Rendy masih sibuk mencari bapaknya, dan kini Rendy tengah berada di dapur dan menanyakan keberadaan bapaknya kepada ibunya.


" Bapak kemana buk ??", Tanya Rendy kepada ibunya.


" Tumben cari bapak mu Rend ??",Ibunya pun bertanya kepada Rendy dan Rendy pun hanya nyengir saja.


" Itu bapakmu sedang jalan-jalan,nanti juga pulang, kamu tunggu saja " Ujar Bu Ani.


Rendy pun hanya mengangguk dan kemudian keluar dari dapur, Feli pun juga baru saja keluar dari kamarnya,


" Kami gak bantuin ibu Fel ??", Tanya Rendy.


" Bantuin kok kak, ini baru selesai sholat ", Ujar Feli.


Rendy pun berjalan menuju ke kamarnya dan Feli ke arah dapur, Rendy pun berniat untuk segera mandi dan nanti jam 9 Ia akan pergi ke rumah Sheila lagi karena sudah ada janji dengan Sheila untuk menemui Bundanya.


Setelah Rendy selesai mandi dan bersiap-siap, Rendy keluar dari kamarnya, Rendy pun melihat Bapak nya yang kini tengah duduk di teras depan dengan secangkir teh dan ada sepiring gorengan di mejanya.


Rendy pun kemudian menghampiri bapaknya, dan dia duduk tepat di hadapan Pak Dayat.


" Pak bisa kita bicara sebentar, ada yang ingin Rendy katakan kepada bapak ", Ujar Rendy sambil menatap wajah bapaknya.


Dari Belakang kini Feli datang dan menghampiri dirinya dan bapaknya, Feli membawakan secangkir kopi kesukaan Rendy dan kemudian meletakkannya di atas meja.


" Makasih adik kakak yang paling cantik ", Ujar Rendy.


Feli pun tersenyum manis kepada kakaknya,


" Tapi itu nggak gratis kak, Ajak Feli jalan-jalan ya, kan udah lama kak Rendy gak ajak Feli pergi ", Rayu Feli kepada Rendy kakaknya.


" Iya, tapi tunggu kakak benar-benar udah gak sibuk ya, lagi pula kakak kan satu bulan disini, jadi kita masih bisa jalan-jalan", Ujar Rendy yang membuat Feli tersenyum lebar.