
Pagi-pagi sekali Rendy akan mendatangi apartemen milik bunda Sheila, ia ingin berbicara sebentar dengan Sheila, tak tahu Sheila kan menerima itu semua atau tidak, yang jelas Rendy haru membicarakan ini semua kepada Sheila sesuai dengan perintah ibunya tadi pagi.
Rendy kemudian segera keluar, menuju mobilnya dan segera pergi menemui Sheila, dia hari ini juga akan pergi ke bandara untuk menjemput Andrew yang tepat hari ini datang ke Jakarta sesuai dengan janjinya.
Rendy mengemudikan mobilnya cukup sedang, tak cepat dan tak lambat juga, saat ini tepat setengah jam ia sudah sampai di depan basemen apartemen milik bunda Sheila, dan Rendy segera pergi ke apartemen milik Bundanya Sheila.
Sheila didalam kini sedang menunggu kedatangan Rendy, Rendy sudah menghubungi jika Rendy akan datang dan mengajak dirinya untuk pergi ke bandara menjemput Andrew, dan Sheila pun sangat antusias sekali, apalagi Andrew saat ini sedang pendekatan dengan sahabat nya itu.
Tak lama setelah itu, terdengar bel berbunyi dari luar dan Sheila segera pergi untuk melihat siapa yang datang, Sheila pun tersenyum melihat yang datang.
"Assalamualaikum", Ucap Rendy dan di sambut oleh Sheila.
"Waalaikum salam, Ayo masuk", Ucap Sheila mempersilakan Rendy masuk kedalam apartemen milik Bundanya.
Bu Tika yang baru saja keluar dari kamar tersenyum melihat kedatangan Rendy yang sudah duduk di sofa ruang tamu.
Rendy Kemudian berdiri dan mencium punggung tangan Bu Tika,
"Sudah dari tadi Rend??", Tanya Bu Tika.
"Baru saja bunda, hm... Rendy mau minta izin bunda buat ngajak Sheila pergi Bunda", Ucap Rendy meminta izin, dan Bu Tika pun mengangguk memberi izin.
Setelah meminta izin Rendy dan Sheila segera pergi karena Andrew sudah mengabari jika dirinya sudah berada di Jakarta, jadi Rendy dan Sheila pun bergegas pergi menuju ke bandara.
Rendy saat ini mengemudikan mobilnya menuju ke bandara, dan Sheila sengaja tidak menghubungi Risa, ia ingin membuat surprise untuk Risa dengan kedatangan Andrew ke Jakarta.
Kini mereka sudah sampai di bandara, mereka kemudian keluar dari mobil dan tak lama setelah itu ada Seseorang yang tengah melambaikan Tangannya ke arah Rendy dan Sheila.
Keduanya tersenyum melihat siapa orang itu, yang jelas mereka kini sama-sama saling mendekat dan Rendy kemudian memeluk Andrew sahabat nya itu.
"Sorry gue telat", Ucap Rendy saat melepas pelukannya dengan Andrew.
"Iya gak apa-apa", Ucap Andrew dan kemudian beralih untuk menyalami Sheila yang berada di samping Rendy.
"Hay She, apa kabar??", Tanya Andrew sembari tersenyum kepada Sheila.
"Ya beginilah seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja, tapi ada yang tidak baik disini", Tunjuk Andrew ke arah dadanya.
"Maksud kamu apa And??", Tanya Sheila tak mengerti.
"Ya, hati aku she, lagi nggak baik banget", Ujar Andrew yang membuat Sheila Seketika mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Andrew.
"Hmm,, emang Lo gagal ya??", Tanya Sheila, Sheila sangat penasaran, Risa memang tak pernah bercerita sama sekali, dan Sheila pun juga tidak pernah bertanya atau ikut campur.
"Ya nggak sih, belum aja, gue mau nyatain perasaan gue ke Risa selama gue di jakarta, dan kalian berdua wajib bantuin gue", Ucap Andrew kepada Rendy dan Sheila.
Keduanya pun tersenyum dan saling menatap satu sama lain.
"Kalau itu Lo tenang aja, gue kan sahabat nya Risa, meskipun gue gak terlalu tahu perasaan Risa ke elo yang sebenarnya, tapi aku akan mencoba membantu dan mencari tahu apa perasaan Risa sama elo itu sama.
Setelah itu kini mereka bertiga pergi meninggalkan bandara dan pergi ke resto dulu untuk mengisi perut mereka,
ketiganya pun kini masih asyik saling mengobrol, Rendy dan Andrew duduk di depan sedangkan Sheila duduk dibelakang.
Andrew rencananya akan menginap dirumah Rendy, awalnya Andrew ingin menginap di hotel saja, tapi Rendy yang mengetahuinya tidak memperbolehkan dan justru menawarkan rumahnya untuk sementara selama liburan ini Andrew menginap dirumahnya, Andrew pun merasa senang sekali, ia tak menolak sama sekali, justru ia senang bisa bersama dengan Rendy dan mengenal Keluarga Rendy.
Sheila rencananya mau ke rumah rusa, dan Rendy pun mengangguk, ia kemudian meninggalkan Sheila sendiri dirumah Risa atas permintaan Sheila sendiri, tapi Rendy tak benar-benar meninggalkan Sheila, bagaimana pun Rendy berangkat bersama Sheila dan pulang juga harus bersama Sheila dan membawa Sheila kembali kepada bundanya dengan keadaan yang masih sama saat ia membawanya tadi.
Andrew batu pertama kali mengetahui rumah Risa, ia rasanya ingin menemui gadis itu sekarang, tapi Sheila dan Rendy melarang nya, ia akan mengatur kapan pertemuan Andrew dan Risa dilakukan.
"Elo sabar aja dulu, nanti ada saat nya kok", ucap Rendy dan Andrew pun akhirnya pasrah menuruti perkataan Rendy.
"Emangnya udah sejauh mana sih hubungan lo sama Risa??", Tanya Rendy.
"Ya gitu lah, kayak elo dan Sheila lah, tapi gue masih PDKT dulu, masa iya mau langsung gue tembak, mana mau anak orang", Ucap Andrew yang membuat Rendy terkekeh.
"Ya udah Lo sabar aja,pasti Risa mau terima Lo meskipun akhirnya kita sama-sama bakalan LDR an",Ucap Rendy yang diangguki oleh Andrew.
"Iya, doain gue, gue benar-benar serius sama Risa, gue gak main-main, gue gak akan mainin rusa, gue cinta sama dia", Akhirnya Andrew mengungkapkan isi hatinya untuk pertama kali, meskipun yang mendengar pertama kali bukanlah rusa tapi setidaknya hati Andrew sudah lega karena berhasil mengungkap rasa yang ada di dalam hatinya.