My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
29



Pak Farhan Kembali menutup bukunya dan menyimpan Kembali ke dalam laci meja kerjanya,


Pak Farhan terlihat mengusap air matanya yang sudah kering, setelah itu segera ia pergi menuju kamarnya untuk segera beristirahat.


Keesokkan harinya Rendy yang sudah mandi dan sudah bersiap untuk ke kampus mengambil ponselnya terlebih dahulu yang ada di atas meja makannya, ia ingin sekali menelfon Sheila, akhir-akhir ini Rendy jadi sangat mudah rindu kepada Sheila kekasihnya tersebut.


Panggilannya sudah tersambung, Rendy kini tengah menunggu jawaban dari Sheila, " Apa mungkin di belum bangun ", ujar Rendy yang mengerti kebiasaan Sheila.


Kemudian ia berinisiatif untuk memanggilnya berulang kali sampai ia bangun.


Sheila kini keluar dari dalam kamar mandinya dan mendengar ponselnya yang sedari tadi berbunyi.


Segera ia berjalan dan mengambil ponselnya Yang sudah beberapa kali berbunyi, terlihat nama Rendy yang tertulis jelas dilayar ponsel tersebut.


Dengan cepat Sheila kemudian menggeser tombol berwarna hijau.


"Halo sayang ", Ujar Rendy pertama kali dengan mengubah panggilannya kepada Sheila.


Sheila yang merasa bahwa dia salah mendengar hanya diam terpaku tak bersuara.


" Sayang, kok diam, kamu baru bangun tidur ??", Tanya Rendy yang mengulang panggilannya menjadi sayang kepada Sheila.


" Eh i-iya, Aku baru saja mandi ", Ujar Sheila gugup.


" Aku kira kamu masih tidur jadi aku coba telfon kamu berulang kali ", Ujar Rendy.


" Aku boleh kan panggil kamu sayang mulai hari ini ??", Tanya Rendy yang meminta persetujuan kepada Sheila.


" Iya boleh, aku malah senang ", Ujar Sheila tersenyum sendiri.


" Ya udah sayang, aku kekampus dulu, nanti aku telfon lagi", Ujar Rendy berpamitan.


" Iya hati-hati dijalan ya, jangan lupa makan ", Ujar Sheila mengingatkan kekasihnya tersebut.


Sheila kemudian segera mengganti pakaian nya karena waktu terus berjalan dan Sheila juga hampir telat.


Jody yang kini tengah menunggu Sheila sedari tadi hanya mengetuk pintu tersebut tanpa bosan.


" Iya aku keluar nih ", Ujar Sheila saat keluar dari dalam kamarnya.


" Anda sudah ditunggu Ayah anda Nona ", Ujar Jody yang sudah lama berada di depan kamar Sheila.


Sheila kemudian segera berjalan dan menuruni tangga untuk sampai di tempat ayahnya berada, Jody sedari tadi hanya mengikuti Sheila dari belakang untuk menjaganya tentunya di dalam dan diluar rumah.


🌼🌼🌼🌼


Rendy yang sudah tiba langsung dihampiri oleh Andrew yang sedari tadi telah menunggunya.


" Gak biasanya lo siang gini Rend, biasanya lo pagi banget ", Ujar Andrew yang saat ini sedang mensejajarkan langkah kakinya.


" Iya, gue tadi telfon Sheila dulu, rasanya ada yang kurang kalau gak denger suara dia ", Ujar Rendy yang sudah menunjukkan kebucinan nya kepada Sheila.


" Wah ternyata, mantan bodyguard nya ini udah beneran cinta sama Sheila ya ", Ujar Andrew dengan nada sedikit mengejek.


" Ah.. apaan sih Lo, tapi itu cara gue nunjukin perasaan dan perhatian gue ke dia ", Ujar Rendy.


" Gue laper nih, belom sempat sarapan ", Ujar Rendy yang membelokkan kakinya menuju kearah kantin.


Rendy segera memesan sarapannya karena perutnya sudah sangat lapar sedari tadi.


" Iya gue tau Lo mau nemuin Sheila kan ??", Tanya Andrew yang tepat sasaran ke arah yang Rendy tuju.


" Salah satunya itu and, tapi gue udah kangen banget sama keluarga gue, apalagi Adek gue yang selalu ngerecokin gue ", Ujar Rendy yang kini mengingat Feli adiknya.


Pikiran Rendy tiba-tiba tertuju pada Feli adiknya, meskipun adiknya juga sudah dewasa tapi Rendy masih saja menghawatirkan nya karena lingkungan dia sudah berbeda, lingkungan kampus sudah tak sama lagi dengan SMA nya.


Setelah sarapan mereka datang Rendy segera memakannya karena waktu juga hampir menunjukkan bahwa ia harus segera masuk kelas mereka.


Setelah berpamitan Sheila langsung saja naik ke mobilnya dan Jody segera menyalakan mesin dan langsung mengemudikannya membelah padatnya jalanan Jakarta pagi ini.


" Kenapa macet sekali ", Ujar Sheila kepada Jody.


" Ini sudah hampir masuk jam kerja pegawai Nona, jadi sekarang adalah puncak macet nya ", Ujar Jody yang masih menatap lurus ke depan dan diusahakan dia bisa menjawab pertanyaan Sheila.


Setelah menempuh kemacetan yang panjang, akhirnya Sheila dapat juga pergi kekampusnya pagi ini, Sheila sudah terlebih dahulu menyiapkan laporan tugasnya saat berada di Jogjakarta.


Sheila segera turun dari mobil setelah melihat Risa yabg melambaikan tangannya pertanda ia harus segera turun karena dosen telah menunggunya saat ini.


" Sorry gue telat Ris, gue tadi kesiangan terus Rendy juga telfon, jadi gue lupa waktu deh ", Ujar Sheila.


" Iya gak apa-apa, yang penting ayo kita segera keruang dosen, udah dari tadi banyak yang ngumpulin, tinggal lo aja yang belum ", ujar Risa.


Dengan langkah cepat Sheila segera pergi menuju ruang dosennya, betapa lega Sheila saat berada di ruang dosen ,ternyata dosen tersebut tengah keluar.


."Ah, akhirnya tugas gue selesai ",: Ujar Alisa sedikit bahagia.


Tak lama kemudian kelas pertama pun masuk dengan semangat Sheila mengikutinya dengan senang hati.


Jody tak lagi mengikuti Sheila, Jody Sekarang hanya menunggu Sheila di dalam mobil saja,


Jody percaya banyak perubahan ya ditunjukkan Sheila semua itu atas. berkat Rendy.


Setelah perkuliahan selesai, Sheila pun keluar dari dalam kampusnya bersamaan dengan Risa, hari ini Risa akan ikut pulang bersamanya, Risa akan dirumah Sheila sampai sore Nanti.


Kedua wanita itupun sudah masuk kedalam mobil, setelah memasang seat belt nya Jody segera menghidupkan mobilnya dan segera mengemudikan mobilnya menuju tempat tujuan.


" Emh... Jod, kalau kita ke mall dulu gimana ??", Tanya Sheila yang meminta izin terlebih dahulu.


" Baiklah Nona, tapi jangan lama-lama ", Ujar Jody yang memperingatkan Sheila.


" Iya Jod, gak bakalan lama, cuma mau jalan-jalan aja ", Ujar Sheila yang langsung diangguki oleh Risa.


Mereka kini berjalan-jalan di mall dengan masih diikuti oleh Jody di belakang mereka, Jody masih setia dengan kedua perempuan tersebut dan terus mengikuti langkah kaki mereka.


" Kita makan dulu aja Ris, udah lapar juga haus ", Ujar Sheila.


" Dan kamu Jod, kamu juga harus ikut kita makan disini ", Perintah Sheila dan terus diangguki oleh Jody.


Hari ini Sheila tampak begitu senang dan bahagia karena Rendy sudah berani memanggil dirinya sayang secara terang-terangan.


Dan Sheila tak menolak pun sama sekali, di merasa Rendy begitu sangat mencintainya begitu juga dirinya yang sebaliknya mencintai Rendy.


Begitu juga dengan Risa, wanita disamping Sheila tersebut juga tampak tersenyum sendiri, entah apa yang dia pikirkan saat ini.


Mungkinkah telah terjadi sesuatu antar dirinya dan Andrew ??


Semoga saja kita tunggu kabar baiknya dari Risa dan Andrew.