My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
54



Keduanya saat ini sudah berada di dalam sebuah kafe, menunggu para lelaki yang juga tak kunjung datang, Risa masih tidak tahu jika Andrew juga datang, dan setelah kedatangan Rendy dan Andrew pastinya akan menjadi sebuah kejutan bagi Risa tentunya.


Sheila berulang kali melihat jam yang masih melingkar di pergelangan tangannya, sudah cukup lama memang, tapi nyatanya Rendy dan Andrew belum juga datang.


"Kenapa mereka lama sekali, kemana Rendy dan Andrew??, Apa mereka lupa??" Gumam Sheila dalam hatinya, dan juga terlihat wajah kekesalannya menunggu dua orang laki-laki tersebut.


Dilain tempat, Ternyata mobil Rendy mogok di tengah jalan. Rendy dan Andrew pun juga sedang berusaha untuk membetulkan mesin mobilnya, tapi tetap saja hasilnya nihil.


"Gimana nih Ndre??" Tanya Rendy kepada sahabatnya itu.


"Kita panggil orang bengkel saja, nanti kalau kita kelamaan disini bisa rusak acara kita" Ujar Andrew, dan Rendy pun membenarkan perkataan sahabatnya itu


"Ya sudah aku panggil orang bengkel dulu, dan setelah itu aku akan menghubungi Sheila, pasti Sheila tengah khawatir dengan kita" Andrew pun mengangguk sambil melihat Rendy sedang menghubungi salah satu bengkel, dan setelah itu Rendy terlihat mengakhiri Panggilan nya dan beralih untuk menghubungi Sheila lewat chat di WhatsApp nya.


Sayang maaf, sepertinya kita sedikit lama, mobilku mogok dan aku masih menunggu orang bengkel.


Tombol send pun sudah di tekan oleh Rendy dan kemudian Rendy memasukkan kembali ponselnya kedalam sakunya.


Di kafe tempat Sheila dan Risa, minuman keduanya sudah hampir habis dan Rendy belum juga datang, tiba-tiba saja notifikasi ponselnya berbunyi dan Sheila segera membuka chat dari ponselnya, Sheila tiba-tiba merubah mimik wajahnya ketika sedang membaca chat dari Rendy, Ternyata ada masalah dengan Rendy sampai mereka belum datang sampai saat ini.


Tak lama setelah itu, dua orang dari bengkel tadi sudah datang, Rendy pun berbicara dengan salah satu orang tersebut agar memperbaiki mobilnya, dan setelah selesai nanti Rendy bisa segera dihubungi.


"Siap pak, jika nanti sudah selesai saya akan menghubungi bapak" Ujar salah satu orang bengkel tadi.


Tak lama setelah itu Rendy pun mulai mencari taxi lewat aplikasi online agar bisa secepatnya pergi dan menemui Sheila yang sudah hampir satu jam menunggu dirinya dan Andrew.


Lima belas menit kemudian, taxi yang dipesan Rendy pun datang, mereka berdua segera masuk dan meninggalkan kedua montir mobil yang sedang memperbaiki mobil Rendy yang rusak saat ini.


Sheila terlihat masih clingak-clinguk menanti kedatangan Rendy, wajah Sheila juga tampak gelisah membuat Risa mengerutkan keningnya.


"Dari tadi Lo nungguin siapa sih She??, kayak gelisah banget" Ucap Risa yang masih belum tahu jika Rendy dan Andrew akan datang setelah ini.


"Hm..., gue lagi gak nungguin siapa-siapa kok Ris", Jawab Sheila berdalih agar Risa tak curiga, tapi Risa tidak percaya begitu saja, Risa merasa ada yang disembunyikan oleh Sheila kepadanya.


Risa pun diam, memikirkan sesuatu, apa yang sedang Sheila sembunyikan kepadanya, dan Risa masih berpikir keras agar mendapatkan jawaban nya.


Beberapa menit kemudian, mobil yang ditumpangi oleh Rendy dan Andrew akhirnya sampai di depan resto tersebut, Rendy dan Andrew pun segera masuk untuk mencari dimana letak meja yang sudah dipesan oleh Sheila dan Risa.


Pandangan Rendy pun mulai menyusuri beberapa pengguna meja di sana sampai mata Rendy menemukan sosok dua wanita yang sudah lama menunggunya yaitu Sheila dan Risa, Rendy pun mengajak Andrew ke sana, dan Andrew pun terlihat tampak gerogi melihat Risa di depan kedua matanya.


Andrew pun bersedia mengikuti Rendy, ia mulai mengatur nafasnya dan bersikap biasa saja, ia tak mau terlihat nervous. Rendy dapat merasakan bagaimana sahabatnya saat ini, Rendy kemudian menepuk bahu Andrew agar ia bisa lebih tenang dan terlihat biasa saja.


"Ayo kita ke sana", Rendy pun berjalan lebih dahulu, dan Andrew mengikuti dari belakang.


"Maaf aku telat sayang" Ujar Rendy, dan Sheila tampak tersenyum setelah melihat kedatangan Rendy yang saat ini sudah di hadapannya.


"Iya tidak apa-apa, yang terpenting kamu saat ini sudah datang" Ucap Sheila sambil tersenyum, Sheila tahu jika Andrew berada di belakang Rendy dan sengaja bersembunyi agar Risa tidak mengetahuinya.


Sheila kemudian menoleh ke arah Risa, sebenarnya Risa melihat ada seorang pria yang kini tengah bersembunyi dibalik badan Rendy, tapi Risa masih belum mengetahui itu siapa.


Sheila kemudian mendekat ke arah Risa, Sheila tahu jika wajah Risa saat ini menyimpan sejuta tanya.


"Ris, ada seseorang yang mau bertemu sama kamu" Risa kemudian menoleh kearah Sheila, Risa sudah mengira, jika ada seorang laki-laki yang berada di belakang Rendy saat ini.


"Siapa She??" Tanya Risa, Risa begitu sangat penasaran sampai Risa menggeser tubuhnya agar ia bisa melihat siapa laki-laki yang berada di balik badan Rendy.


Tangan Rendy kemudian memberi kode kepada Andrew, sehingga Andrew langsung saja mengerti dan mencoba untuk memperlihatkan dirinya kepada Risa.


Akhirnya Andrew pun menggeser tubuhnya, memperlihatkan dirinya yang saat ini berada di balik tubuh Rendy, mulut Risa menganga tak percaya melihat siapa yang ada dibalik badan Rendy.


Andrew tersenyum kepada Risa, dan Risa masih saja tak percaya siapa yang ada di hadapannya saat ini.


"Ayo ndre, Udah ketemu kan, lebih baik sekarang Lo bicara Sama Risa berdua, kita mau ke sana ", Tunjuk Rendy di meja yang tak jauh dari tempat mereka saat ini.


Sheila kemudian mengambil tasnya, meninggalkan Risa dan Andrew untuk berbicara berdua, dan Sheila tak tahu jika Rendy juga ingin berbicara hal penting kepadanya.


Setelah Rendy dan Sheila pergi, Andrew pun segera duduk tepat dihadapan Risa, keduanya masih sama-sama diam, masih bingung apa yang akan dibicarakan untuk saat ini.


Lain halnya dengan Risa dan Andrew, Sheila dan Rendy tampak saling melempar senyum masing-masing, tapi di balik senyum itu ada ketegangan sendiri di hati Rendy.


Mereka pun kini saling duduk berhadapan, Rendy pun memandang wajah Sheila yang saat ini ada dihadapannya. Sheila masih saja tersenyum, dan Rendy pun mulai menata dirinya, mempersiapkan apa yang akan ia katakan setelah ini.


"She??", Panggil Rendy, dan Sheila pun mendongak dan menatap ke arah Rendy.


"Iya Rend, ada apa??", Tanya Sheila.


"Aku mau bicara", Ucap Rendy lagi.


"Mau bicara apa??, Aku dengerin kok", Jawab Sheila yang masih tetap menunjukkan senyuman di bibirnya.


Maaf baru update, semoga masih banyak yang membaca my Bodyguard is my husband


terimakasih