
" Nyonya kenapa ??", tanya Bi Inem.
Pandangan Bi inem langsung saja tertuju pada foto yang berserakan di lantai, Bi inem nampak sangat kaget dengan foto tersebut.
" Ya Allah, astagfirullah tuan, kenapa tuan bisa begini ", Ujar Bu inem tak percaya.
Selama ini Farhan dan Tika sangatlah harmonis, hampir tak pernah mendengar mereka berdua bertengkar,
Kini bi inem terduduk lemas sama seperti Tika yang melihat foto suaminya yang dengan berbagai posenya.
" Kamu jahat mas, kamu sudah menghianati aku, aku tidak terima mas ", ujar Tika.
Kemudian Tika segera mengumpulkan kembali foto yang sudah berserakan di lantai, kemudian ia segera berlari masuk kedalam kamarnya.
" Nyonya, nyonya anda tidak apa-apa ??", tanya Bi inem khawatir sambil mengetuk pintu kamar berulang kali.
" Tinggalkan aku sendiri Bi, Aku tidak mau di ganggu ", Ujar Tika.
Tika masih saja menangis di dalam kamar nya, menatap kedua putra putrinya yang tengah tertidur Pulas di atas ranjang nya.
Beberapa jam kemudian Farhan tiba dirumah dan melihat rumah yang sangat sepi tak seperti biasanya.
" Bi, kemana nyonya ??", Tanya Farhan kepada Bi Inem.
" Eh..itu tuan.. anu ... itu.. ", Ujar bi inem yang tidak dapat berbicara dengan jelas.
" Tuan ke kamar saja ", Ujar bi Inem.
Farhan yang bingung dengan tingkah pembantunya langsung saja pergi meninggalkan nya di bawah.
Segera ia naik ke kamar atas untuk menemui anak dan istrinya setelah seharian ini tak bertemu.
" Assalamualaikum ", ucap Farhan saat memasuki kamarnya.
Tak ada jawaban sama sekali, kini Tika tengah duduk membelakangi pintu sehingga Farhan tidak dapat melihat wajah Tika sekarang.
" Lho, Bund, kok gak dijawab. salam Ayah ", ujar Farhan.
Tika masih saja terdiam, ia tak menjawab apapun, air matanya juga masih terjatuh di pipinya.
Kemudian Farhan berjalan ke arah Tika setelah meletakkan tas kerjanya
" Sayang kamu kenapa ??", Tanya Farhan sambil memegang bahu Tika.
" Jangan sentuh aku mas, aku jijik kamu pegang ", Ujar Tika.
Terlihat wajah Tika yang sudah sembab dan penuh air mata.
" sayang kamu kenapa ??, cerita sama mas, jangan kamu pendam sendiri ", Ujar Farhan.
Kemudian Tika bangkit dan melempar semua foto Farhan dengan Nessa tepat kemuka Farhan.
" Sayang, apa yang kamu lakukan ??", tanya Farhan yang tiba-tiba kaget dengan perilaku Tika.
" Lihat, kamu lihat sendiri, betapa menjijikkan nya kamu, kamu di kantor dengan seenaknya berciuman dengan Nessa, apa kalian berselingkuh dibelakangku ??", Tanya Tika dengan penuh amarah.
Farhan kemudian melihat semua foto itu, mata Farhan seketika terbelalak saat melihat foto dirinya.
" Dasar wanita kurang ajar , di menjebakku ternyata ", Ujar Farhan.
" Sayang, ini semua bohong, ini semua rekayasa, aku tidak pernah melakukan hal gila semacam ini ", ujar Farhan membela dirinya.
" Sudahlah mas, aku sudah tidak percaya lagi dengan mu, foto ini sudah menjawab semua, jadi Sekarang aku bebaskan kamu ", ujar Tika.
" Apa maksudmu sayang, kumohon percayalah, aku tidak mungkin melakukan semua ini, percayalah ", ujar Farhan menjelaskan.
" Sudahlah mas, semuanya sudah jelas, lebih baik aku yang mengalah, aku akan keluar dari rumah ini dan kita hidup secara terpisah ", Ujar Tika.
" Sayang kamu mau kemana, jangan tinggalkan aku, aku tidak melakukan apapun ", ujar Farhan.
" Jangan membawa anak kita sayang, ayo kita hidup bersama lagi, kita mulai semua dari nol", Ujar Farhan yang sama sekali tidak di gubris oleh Tika.
Sandy kemudian terbangun dan menatap Bundanya yang sedang menangis sambil memasukkan semua pakainya kedalam koper.
" Bund, bunda kenapa ????", Tanya Sandy yang melihat Tika menangis.
" Bunda tidak apa-apa nak, ayo sekarang kita pergi dari sini ya, ", ujar Tika.
Tika kemudian beralih menuju ke arah Sheila yang masih tertidur, ia gendong Sheila dan saat itu juga ditahan oleh Farhan.
" Kamu tidak boleh pergi sayang, percaya sama aku, aku hanya di fitnah ", ujar Farhan.
" Simpan omong kosong mu itu mas, aku tidak percaya lagi, ", Ujar Tika.
Tika kemudian mencoba mengambil Sheila dari gendongan Farhan,
" Kasih Sheila ke aku mas, aku akan membawanya juga ", Ujar Tika.
Farhan pun tidak menyerahkan Sheila kepada Tika berharap Tika akan berubah pikiran untuk tidak jadi pergi dari rumah.
" Baiklah kalau begitu, aku akan membawa Sandy, tapi aku mohon rawat Sheila dengan baik jaga dia, jangan pernah Sheila disentuh oleh perempuan licik tersebut ",Ujar Tika yang kemudian menggandeng tangan Sandy.
" Ayo sayang, kita pergi dari sini ", Ujar Tika.
" Kita mau kemana bund, Sandy takut ", Ujar Sandy.
" Kamu gak perlu takut sayang, ada Mama ", ujar Tika yang langsung menyeret dua kopernya keluar dari rumah besar itu.
Bi inem yang melihat nyonyanya pergi sebisa mungkin untuk mencegahnya.
" Nyonya, anda mau kemana ??", tanya Bi inem.
" Aku mau pergi Bu, aku sudah tidak tahan hidup dengan laki-laki yang telah menipuku selama ini, sudah berselingkuh di belakangku, titip Sheila ya bi, jangan pernah ada wanita lain yang memegang Sheila ", ujar tika memeluk Bi inem.
" Inem janji nyonya ", Ujar Bi inem.
Tika kemudian menoleh ke arah Farhan yang kini masih menatapnya dengan tatapan jika ia tak mengizinkan dirinya pergi,
" Ayo sayang kita pergi dari sini ", ujar Tika yang menggandeng tangan Sandy.
Tika kemudian memberhentikan sebuah taxy yang sedang lewat di depan rumahnya, ia tatap rumah tersebut yang selama ini menjadi tempat merajut kasih dengan Farhan suaminya.
Setelah masuk kedalam taxy tiba-tiba tangis Tika pecah karena mengingat Sheila yang harus ia tinggalkan sendiri dengan ayahnya.
" Maafkan bunda sayang, kamu jangan nakal ya ", Ujar Tika sambil mencium Sandy anaknya.
Farhan didalam rumahnya masih menangisi apa yang telah terjadi dengan rumah tangganya, ia tidak menyangka akan menjadi seperti ini.
Ia tatap wajah Sheila yang kini sedang ada didalam gendongannya.
" Bagaimana ayah melewati semua ini tanpa bundamu sayang ", Ujar Farhan.
Bi inem yang melihat tuannya menagis menjadi tidak tega,ia juga tidak menyangka akan menjadi seperti ini, rumah tangga yang awalnya bahagia tiba-tiba diterjang badai begitu kuat sehingga membuat tiang yang menyangganya terpisah dan tak dapat disatukan kembali.
" Ya Allah, lindungi nyonya dan Den Sandy, nyonya orang baik jadi hamba mohon lindungi mereka semua dimana pun mereka berada.
Tika kini sedang berada di bandara, ia akan terbang menuju ke Australia tempat kakaknya berada,
" Selamat tinggal mas, selamat tinggal Sheila sayang, bunda tak menyangka jika akan berakhir seperti ini, jaga dirimu baik-baik sayang, bila takdir berkata baik kita akan dipertemukan kembali oleh Allah SWT ", Ujar Tika sebelum memasuki pesawat yang akan menerbangkan mereka menuju ke negara tujuan mereka
🌸 Flash back Off 🌸