My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
21



Pemandangan yang sangat indah membuat kedua sejoli itu terlihat bahagia,


" Dari mana kamu tahu tempat ini Rend??", Tanya Sheila yang masih menatap lurus pemandangan di depannya.


" Itu rahasia, Bukan kejutan jika aku memberitahukan ini semua kepada mu sebelumnya ", Ujar Rendy tersenyum.


" Ayo kita kesana ", Ajak Rendy kepada Sheila dengan menggandeng tangannya.


Sheila menatap tangannya yang kini sedang di pegang dengan erat oleh Rendy.


Dengan berjalan beriringan mereka menikmati pemandangan secara bersama-sama.


" Kita duduk disini ", Ujar Rendy melihat bangku kosong yang ada di bawah pohon tersebut.


" Dengan senang hati ", Jawab Sheila sembari tersenyum manis.


Terlihat langit malam yang sangat cerah menambah kesan romantis di antara mereka berdua.


" Berapa hari kamu disini ??", Tanya Rendy kepada Sheila.


Sheila kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Rendy, ada rasa damai yang Sheila rasakan saat berdekatan dengan Rendy.


" 2 hari lagi Rend, kenapa ??", Tanya Sheila.


" Tidak apa-apa ", Jawab Rendy.


" Apa kamu ingin aku tetap berlama-lama disini??", tanya Sheila memancing Rendy.


" Seandainya aku bisa pasti akan ku lakukan, tapi sayang nya aku tidak bisa menahanmu lebih lama " Ujar Rendy.


" Apa selama ini kamu merindukanku?", Tanya Sheila.


" Menurut mu??", Jawab Rendy dengan pertanyaan yang membuat Sheila kesal.


" kenapa kamu malah kembali bertanya ??", Ujar Sheila yang masih kesal.


" Hey... jangan marah, kamu mau merusak malam ini dengan kemarahan mu ??", Tanya Rendy.


Sheila kembali menyandarkan kepalanya di bahu Rendy, tapi kini ia mulai memejamkan matanya menikmati apa yang tidak bisa ia rasakan setiap hari dengan Rendy.


" Bagaimana dengan kuliahmu Rend??", Tanya Sheila.


" Sejauh ini lancar, Aku akan berusaha agar aku bisa secepatnya lulus ", Ujar Rendy.


Hari pun sudah semakin malam, Rendy kemudian mengajak Sheila untuk sekedar berjalan-jalan sebelum meninggalkan tempat itu.


" Rend aku mau kesana ", Ujar Sheila yang melihat ada ayunan di tengah taman kota tersebut.


Mereka kemudian segera menaiki ayunan tersebut, Hembusan angin malam membuat Sheila kedinginan karena ia sekarang tengah mengenakan pakaian yang sedikit terbuka tanpa lengan.


Dengan cepat Rendy segera melepas jaket yang ia kenakan kemudian ia pakaikan ke badan Sheila.


" Terimakasih Rend ", Ujar Sheila.


" Sebaiknya kita pulang saja, hari sudah semakin malam, nanti dosen mu mencari mu", Ujar Rendy mengajak Sheila pergi dari taman tersebut.


Jalanan cukup padat dan ada sedikit macet yang membuat perjalanan mereka cukup lama, dan Sheila sangat menikmati itu, berbeda dengan Rendy yang terlihat khawatir karena sudah membawa pergi Sheila cukup lama.


Jody masih menunggu kedatangan Sheila di depan hotel, kemudian Jody melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul 10 malam.


Tak berselang lama terlihat mobil Rendy yang sudah memasuki area hotel dan kemudian berhenti didepan pintu masuk hotel.


" Selamat malam Nona ", Ujar Jody sambil membukakan pintu untuk Sheila.


" Malam juga Jod", Jawab Sheila.


" Rend, aku masuk dulu, Terimakasih untuk malam ini ", Ujar Sheila tersenyum.


" Terimakasih Nona ", Jawab Jody.


Rendy kemudian menatap punggung Sheila yang berjalan ke arah lift sampai ia masuk dan tak terlihat lagi.


Rendy dan Jody kemudian pergi bersama untuk sekedar meminum kopi di kedai yabg ada dipinggir jalan.


" Maaf jika aku membawa Sheila terlalu malam Jod ", Ujar Rendy.


" Iya mas, tidak apa-apa, Aku tidak terlalu khawatir jika Nona pergi bersama mas, lagi pula aku melihat Nona tampak bahagia semenjak ia tiba tadi ", Ujar Jody.


" Aku juga merasakan itu Jod, Entah kenapa aku selau ingin bersamanya dan tak mau berjauhan dengannya, tapi itu tidak mungkin, jarak diantara kita sangat jauh sekali ", Ujar Rendy.


" Aku boleh bertanya sesuatu kepadamu mas ??", Tanya Jody.


" Apa, katakanlah ??", Jawab Rendy.


" Apa mas menyukai Nona ??", Tanya Jody.


Rendy kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Aku juga tidak mengerti akan perasaan ku Jod, sama seperti yang kau katakan tadi, aku tidak bisa berjauhan dengannya, Rasa nya setiap hari aku ingin mendengar suaranya tapi aku tahan ", Ujar Rendy.


" Kenapa mas tidak menyatakan cinta mas kepada Nona, Aku lihat Nona juga sepertinya memiliki rasa yang sama seperti mas ", Ujar Jody menyemangati Rendy.


" Rasa nya aku ingin mengungkapkannya Jod, tapi aku takut, apalagi jarak diantara kita yang cukup jauh, apa aku sanggup seperti ini setiap hari, lagi pula aku berada disini masih lama ", Ujar Rendy.


" Percayalah mas, meskipun jarak diantara kalian sangat jauh tapi Nona akan menerima nya ", Ujar Jody.


Mereka kembali meminum kopi mereka yang sudah setengah dingin tersebut,


" Ayo kita pulang saja Jod, lagi pula kamu besok harus menemani Sheila pergi , ujar Rendy.


Jody hanya mengangguk saja, Sebenarnya badannya juga sangat lelah hari ini karena mengikuti Sheila sepanjang hari ini.


Dengan mengemudikan kembali mobilnya menuju ke arah hotel, Jody kini turun tepat di pintu utama hotel.


" Terimakasih mas, lain kali aku yang akan mentraktir mas Rendy ", Ujar Jody.


" Baik kalau begitu, dengan senang hati Jod ", Ujar Rendy.


Rendy kemudian segera mengemudikan mobilnya meninggalkan Jody yang masih tetap berada di halaman hotel tersebut untuk segera pulang menuju ke arah kosan nya.


Sheila kini tengah merebahkan tubuhnya di ranjangnya setelah ia membersihkan badannya, kemudian ia menatap ke arah benda yang tak asing yang ia taruh di atas sofa yang ada di kamarnya.


Jaket Rendy kini tengah tergeletak di atas sofa tersebut, Sheila lupa belum mengembalikan jaket yang Rendy berikan tadi.


Kemudian segera ia ambil dan memeluknya, bau khas dari jaket itu khas dari bau badan Rendy yang membuat Sheila ingin tetap memeluk jaket tersebut.


" Sepertinya aku besok akan mengantar kan jaket ini sendiri ke kampus Rendy ", Ujar Sheila.


Sheila kini masih memeluk jaket milik Rendy Sampai akhirnya Sheila tertidur.


***


Di kosan Rendy kini ia baru saja datang dan ia segera melepas kaos miliknya, kemudian ia segera menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya dan kemudian membuka laptopnya untuk mengecek kembali tugas yang ia kerjakan siang tadi.


Banyak yang harus Rendy kerjakan sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul satu malam,


Rendy kemudian teringat akan Sheila yang bersamanya beberapa waktu lalu hingga membuat Rendy tersenyum sendiri.


Merasa waktu yang ia butuhkan masih cukup lama akhirnya Rendy berjalan menuju dapur untuk membuat secangkir kopi untuk menemani nya begadang.


Satu jam kemudian setelah tugas yang ia kerjakan selesai kemudian Rendy segera menutup laptopnya dan segera berjalan menuju kearah ranjangnya untuk segera tidur.