
Dirumah, Rendy pagi ini sedang berjalan menuju kamar Bapaknya, Rendy pun masuk tanpa mengetuk pintu Kamar tersebut, Tampak kini Pak Dayat sudah bangun dan duduk bersandar di ranjangnya.
" Pak ???", Panggil Rendy kepada Pak Dayat.
Pak Dayat tidak tahu kalau Rendy sudah berada di rumah sejak tadi malam.
Rendy kemudian menghampiri Pak Dayat dan langsung mencium tangannya dan memeluknya " Apa keadaan Bapak sudah lebih baik ??", Tanya Rendy kepada Bapaknya.
" Bapak akan menjadi semakin sehat jika kamu bisa memenuhi satu keinginan Bapak Rend ?? ", Ucap Pak Dayat kepada Rendy.
Rendy pun mengerutkan dahinya, ia tidak mengerti apa yang dikatakan Bapaknya saat ini.
" Maksud Bapak apa ?? ", Tanya Rendy yang masih belum mengerti.
" Bapak ingin melihatmu segera menikah Rend, Bapak ingin melihatmu punya istri ", Ucap Pak Dayat yang membuat Rendy tercengang karena permintaan Bapaknya.
Rendy tidak bisa menjawab sekarang, dia hanya terdiam memikirkan permintaan Bapaknya, " Pak , apa tidak ada permintaan lain selain harus menikah ", Ucap Rendy yang menawar permintaan sang Bapak.
" Bapak sudah tua Rend, Bapak ingin melihatmu menikah secepatnya ", Ucap pak Dayat sambil mengelus bahu Rendy.
" Tapi pak, dengan siapa aku menikah, pacar pun aku gak punya, apalagi calon istri ", Ucap Rendy menjelaskan.
" Bapak sudah mempunyai Calonnya Rend, kamu tinggal lihat saja nanti ", Ucap Pak Dayat sambil tersenyum.
" Pak, kalau Rendy menikah secepat ini, bagaimana dengan pekerjaan Rendy, Rendy sudah sangat mencintai pekerjaan Rendy saat ini Pak ??", Ucap Rendy.
" Kamu tidak usah khawatir, Bapak sudah menyusun rencana ini matang - matang, kamu tinggal melakukan saja ", Ucap Pak Dayat meyakinkan.
Rendy pun hanya diam, Dia kini tengah memikirkan apa yang harus ia katakan untuk menghindari pernikahan yang ia tidak inginkan saat ini.
"Begini saja Pak, Beri waktu Rendy satu bulan, Rendy akan memikirkannya, Bila Rendy sudah siap Rendy bersedia di pertemukan dengan gadis pilihan Bapak ".Ucap Rendy kepada Pak Dayat.
" Baiklah jika itu permintaan mu, Bapak akan memberimu waktu dan Bapak akan menanti kepastian mu ", Ucap Pak Dayat.
" Kalau begitu Rendy keluar dulu Pak, Sebaiknya Bapak istirahat ", Ucap Rendy dan kemudian berjalan keluar dari kamar Bapaknya.
Ibu Ani kini tengah menyiapkan sarapan pagi dengan Feli, "Kak, Ini kopinya ", Ucap Feli sambil menyerahkan secangkir kopi kepada Rendy yang sudah duduk di kursi makan.
" Makasih Fel, kamu memang adik kakak yang paling baik ", Ucap Rendy sambil mengusap kepala Feli.
Feli pun tersenyum, Ia teramat bahagia jika sudah berkumpul bersama sang Kakak.
Tak lama kemudian Bu Ani sudah selesai menyiapkan sarapan mereka Ber Tiga, Merekapun sarapan bersama, sebelum itu Bu Ani terlebih dulu Mengantarkan sarapan untuk Pak Dayat.
" Fel, habis ini ikut kakak ke mall, Kakak mau beliin sesuatu buat kamu ", Ucap Rendy kepada adiknya.
Feli pun tersenyum kegirangan karena di ajak sang kakak pergi .
" Ya udah kak, kalau gitu aku ganti baju dulu kak ", Ucap Feli yang kini sudah melangkahkan kakinya ke kamarnya.
30 menit kemudian Rendy dan Feli berangkat menuju salah satu pusat perbelanjaan terbesar dikota ya, Feli pun menunjukkan senyum bahagianya karena dapat pergi bersama sang kakak.
Ditempat yang sama, kini Sheila juga berada di mall tersebut dengan Adrian, Mereka tengah asyik berjalan sambil membicarakan sesuatu.
Kemudian mereka berhenti di area food court untuk mengisi perutnya yang sedari tadi belum ia isi.
" Kak, ayo kita kesana ", Ajak Feli kepada Rendy dan langsung diangguki oleh Rendy.
Mereka pun berjalan menyusuri stand aksesoris tersebut, Feli kini sedang memilih berbagai macam aksesoris di tempat tersebut.
Sheila dan Adrian kini sudah selesai mengisi perutnya, Sheila kini juga sedang berjalan menuju stand aksesoris yang Rendy juga berada ditempat tersebut.
Rendy pun melihat - lihat ke arah penjuru tempat itu, Tanpa Rendy duga ia kini tengah melihat Sheila sedang berjalan dengan Adrian.
" Itu kan Nona Sheila ", Ucap Rendy yang masih saja melihat Sheila.
Sheila tidak menyadari bahwa pergerakannya kini sedang diawasi dari tempat yang sama dengan keberadaan nya.
" Kak, ayo aku sudah selesai ", Ajak Feli yang kemudian di ikuti oleh Rendy dari belakang.
Rendy pun meninggalkan Sheila dan Adrian ditempat itu, kini ia tengah berjalan menuju stand ice cream.
" Kamu mau rasa apa Fel ??", Tanya Rendy.
" Aku mau rasa coklat aja kak, Ucap Feli.
" Ya udah kamu tunggu disini, biar kakak aja yang beli", Ucap Rendy yang kemudian berjalan ke arah penjual ice cream.
Sheila yang baru saja keluar dari stand aksesoris langsung melangkahkan kakinya menuju pintu keluar mall, Dan tanpa ia sadari ia seperti melihat Rendy yang berada di stand ice cream.
" Kayaknya itu si bodyguard sialan itu, Sedang apa ia disini, kenapa pakaiannya begitu berbeda ", Gumam Sheila dalam hati.
Kemudian Rendy yang tengah selesai menunggu pesanan ice cream nya langsung kembali menuju ke tempat Feli yang ia tinggalkan tadi.
Rasa penasaran pun menyelimuti hati Sheila, Kemudian ia berniat untuk mengikuti Rendy dari belakang, " Sayang, aku ke toilet bentar
ya ", Ucap Sheila kepada Adrian.
" Iya sayang, jangan lama-lama ya, aku tungguin di parkiran ", Ucap Adrian sambil berjalan meninggalkan Sheila.
Sheila pun mengikuti kemana arah langkah kaki Rendy, sampai akhirnya Sheila berhenti di salah satu tembok besar yang mampu menghalangi tubuhnya.
Terlihat Rendy menghampiri seorang wanita yang Sheila pun tak mengenalnya.
Rendy dan wanita itu tampak tersenyum bahagia.
" Sedang bersama siapa dia?? ", Gumam Sheila agak kesal.
Sheila tidak menyadari bahwa sekarang dirinya mulai ada rasa dengan Rendy.
Dan Sheila pun tak tau jika yang sedang bersama Rendy adalah adik kandung Rendy sendiri.
Sheila pun mulai mengepalkan tangannya, " Awas kamu ya , ternyata kamu tidak muncul pagi ini hanya karena wanita itu ", Gumam Sheila yang sudah nampak kesal.
" Ternyata sikap dingin mu hanya saat bersama dengan ku, Tapi kenapa jika bersama wanita itu sikapmu jadi berubah hangat dan tampak menyenangkan??, kenapa jika bersama denganku kamu berubah menjadi seorang yang menyebalkan ", Ucap Sheila yang kini sudah meremas remas tas nya yang ia bawa.
Rasa kesal terus membuat hati Sheila gelisah, Dia pergi begitu saja dan berniat untuk segera pulang dan mengadukan semua kepada ayahnya.
Sheila sudah sampai di tempat parkiran yang kini sedang ada Adrian yang menunggu nya, Wajah Sheila nampak berubah setelah keluar dari mall tersebut, " Sayang, kenapa wajahmu berubah menjadi jutek seperti itu ??? ", Tanya Adrian yang sama sekali tidak di respon oleh Sheila.