
Sheila melihat ada yang jatuh dari buku yang ia buka, segera Sheila berjongkok untuk mencari benda tersebut, tapi saat hendak mengambilnya pak Farhan masuk kedalam ruangannya.
" She, kamu ngapain disana ??", Tanya Pak Farhan yang melihat putrinya seperti sedang ingin mengambil sesuatu.
Sheila kemudian meletakkan buku yang ia bawa tadi diatas meja, pak Farhan pun melihat buku tersebut,
" Jangan-jangan Sheila ingin mengambil foto tersebut , Ujar Pak Farhan takut Sheila mengetahui semua apa yang ia sembunyikan.
" She ", Panggil pak Farhan untuk mengalihkan perhatian Sheila.
" Iya yah ada apa ??",
" Kamu belum menjawab pertanyaan ayah, mau apa kamu disini ??",
" Oh, Sheila tadi mau pinjem buku disini, rapi setelah Sheila panggil ayah, ayah ternyata tidak ada disini, jadi Sheila putuskan untuk mencari sendiri ", Ujar Sheila.
" Kamu sudah mendapatkan nya ??", Tanya Pak Farhan.
" Sudah yah, sudah Sheila temukan ", Ujar Sheila mengambil buku yang tadi ia taruh di meja kerja ayahnya.
" Ya sudah cepat kamu kerjakan, ini sudah malam ", Ujar pak Farhan.
" Iya yah, tapi Sheila masih ingin mengambil sesuatu yang jatuh tadi, sepertinya jatuh di kolong meja ", Ujar Sheila.
Sheila semakin penasaran dengan foto yang jatuh tadi sehingga membuat Sheila ingin sekali mengambil foto tersebut.
" Ayah yang akan mengambilnya, kamu kerjakan saja tugasmu, bukannya besok sudah harus selesai ??", Tanya pak Farhan yang seketika membuat Sheila mengingat tugas yang diberikan dosennya.
Sheila kemudian segera keluar dari ruang kerja ayahnya,
" Makasih Yah sudah mengingatkan, Sheila ke kamar dulu ", ujar Sheila.
Setelah Sheila benar-benar keluar dari ruangan nya Pak Farhan segera menyembunyikan foto tersebut, ia masih belum sanggup untuk mengatakan yang sebenarnya kepada putrinya.
Sheila masih penasaran dengan apa yang terjatuh dari dalam buku yang ia pinjam, karena Ayahnya tiba-tiba datang akhirnya Sheila pun harus menelan rasa penasarannya.
Sheila kemudian mengambil ponselnya yang berada di atas nakas ia kemudian mencari kotak Rendy, saat ini Sheila sangat ingin menceritakan apa yang ia temukan di ruangan kerja Ayahnya.
Panggilan pun tersambung tak lama kemudian suara yang seharian ini ia rindukan akhirnya terdengar juga di telinga Sheila.
" Halo sayang ", Ujar Rendy yang sebenarnya juga merindukan perempuan cantik ini.
" Rend, aku mau cerita sesuatu sama kamu ", Ujar Sheila.
" Cerita apa ??", Tanya Rendy penasaran, tak biasanya Sheila akan bercerita masalah yang sedang ia hadapi.
" Aku tadi gak sengaja membuka buku milik Ayah, dan didalamnya ada sesuatu", Ujar Sheila.
" Maksud kamu apa sayang??", Tanya Rendy yang masih belum mengerti.
" Tadi ada sebuah foto jatuh dari dalam buku milik Ayah, tapi sayangnya aku belum sempat melihatnya ", Ujar Sheila.
" Itu mungkin hanya foto biasa sayang, jadi kamu gak perlu memikirkan nya ", Ujar Rendy.
" Iya Rend ", Jawab Sheila sedikit malas.
" Kamu jangan kayak gini dong sayang, mana Sheila yang cerewet setiap hari, yang selalu tersenyum ", Ujar Rendy yang ingin sekali menghibur kekasihnya tersebut.
" Aku punya satu kabar bagus buat kamu ", Ujar Rendy.
" Apa Rend ??", Tanya Sheila penasaran dengan berita yang akan Rendy katakan kepadanya.
" Bulan depan aku pulang ", Ujar Rendy yang seketika membuat Sheila tersenyum senang.
Sheila pun langsung tersenyum mendengar kabar kepulangan Rendy, bahkan ini yang ia nanti-nanti kan sejak lama adalah kepulangan Rendy walaupun hanya sebentar.
πΈπΈπΈπΈ
Keesokan harinya di sebuah apartemen mewah yang ada di kota tersebut, Sandy masih enggan untuk membuka matanya karena masih merasakan capek yang luar biasa setelah perjalanan jauhnya dari Sydney.
Berbeda dengan bundanya, kini perempuan paruh baya tersebut terlihat sangat bersemangat sekali mengawali paginya, dia mulai membuat roti panggang isi selai dan dua gelas susu yang sudah siap diatas meja makan,
Bunda Tika kini melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 8 pagi, dan masih belum ada tanda-tanda Sandy keluar dari kamarnya.
Bunda Tika pun langsung saja berjalan ke arah kamar putra nya dan segera mengetuknya.
" Sand, sayang bangun, ini sudah siang ", Ujar bunda setengah berteriak agar putranya itu cepat bangun.
Didalam kamarnya Sandy kini mulai menggeliat dan perlahan-lahan mengerjakan matanya dan mengumpulkan kesadarannya.
Diambilnya jam weker yang ada di meja nakasnya yang sudah menunjukkan pukul 8 pagi itu.
Segera ia bangun karena bundanya sedari tadi sudah memanggil dirinya.
Setelah dirinya selesai mencuci muka dan menggosok giginya, Sandy segera membuka pintu kamarnya dan berjalan menuju ke meja makan yang sudah ada bundanya sedari tadi menunggu dia keluar.
" Selamat pagi bund ??", Ujar Sandy sambil mencium Pipi Bundanya.
Bunda Tika terlihat masih menatap layar ponselnya, ia kini tengah mengecek harga saham pagi ini, tidak diragukan lagi selama Bu Tika berada di Sydney dia bisa membangun usahanya sendiri dan juga memiliki sebuah butik disana, kini kedua usahanya tersebut tengah dikelola oleh asisten Bu Tika dan jika mendesak Bu Tika akan Kembali kesana.
" Bagaimana sand??, apa orang suruhanmu akan bekerja mulai hari ini ??", Tanya Bu Tika kepada putranya.
" Iya bund, Mereka akan bekerja mulai hari ini ", Ujar Sandy.
" Baguslah semakin cepat semakin baik, bunda sudah tak sabar lagi buat bertemu dengan Sheila, putri yang sangat bunda rindukan selama ini ", Ujar Bu Tika yang sudah berkaca-kaca.
Sandy kemudian mendekat dan memeluk bundanya tersebut,
" Bunda jangan khawatir, Sandy akan mewujudkan keinginan bunda buat ketemu sama Sheila ", Ujar Sandy sambil merapatkan pelukannya terhadap ibu yang sudah melahirkan nya.
Pagi ini Sheila sudah berada di kampusnya bersama dengan Jody tentunya, bodyguard nya itu akan tetap selalu mengikuti nya kemana kaki Sheila melangkah.
" Jod, bisakah kamu diam, jangan mengikuti ku ", Ujar Sheila.
" Maaf Nona, ini sudah perintah dari ayah Nona, ", Ujar Jody yang selalu menjadikan kalimat itu sebagai jawaban terampuh jika Sheila sudah seperti ini.
" Terserah ", Ujar Sheila.
Jody masih tetap terus mengikuti Sheila kemana Sheila pergi, kini saat Sheila tengah mengerjakan ujiannya, Jody juga tak berpindah sama sekali di belakang Sheila.
Sheila pun mendengus kesal, biasanya Jody mudah sekali jika dia di rayu, tapi entah mengapa hari ini Jody sama sekali tidak bisa dirayu oleh Sheila.
" Jod, apa kamu tidak lihat, Akiu sedang ujian kumohon kamu keluarlah ", Ujar Sheila setengah berbisik kepada Jody.
" Baiklah Nona, and saya tunggu didepan ", Ujar Jody pergi sambil mengangguk-anggukkan kepalanya kepada dosen yang sedari tadi memperhatikan Jody di dalam kelas tersebut.
Sheila pun terlihat lega, kini ia dapat mengerjakan soal ujiannya dengan baik, ia tak mau jika nilainya jelek, bisa malu jika Rendy mengetahui nya mengingat Rendy itu sangat pintar jadi sebisa mungkin Sheila akan belajar dengan bersungguh-sungguh demi kekasihnya tersebut.
*πΌπΌπΌ
Maaf ya readers baru up, Author nya sibuk di dunia nyata ya,
terimakasih untuk tetap setia menunggu episode-episode yang segera author up tiap harinya.
Terimakasih
Jangan lupa Like, Rate, vote dan coment
πππ*