My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
52



Sheila keluar dari rumah Risa, Sheila pikir Rendy sudah pulang, tapi nyatanya Rendy masih berada di sekitar rumah Risa.


Sheila kemudian menghampiri lagi mobil Rendy, dan masuk kembali kedalam mobil tersebut dan duduk di tempatnya semula.


Andrew langsung saja menanyakan bagaimana Risa, apa yang dibicarakan Sheila dengan Risa.


"Tenang aja, besok kalian bisa bertemu sudah aku atur semuanya", Andrew pun tersenyum senang, "Tapi kamu nggak bilang kan kalau aku datang??", Tanya Andrew kepada Sheila.


"Nggak kok, kamu tenang aja, aku gak bilang kalau kamu ada di Jakarta", Ucap Sheila, Lalu Rendy pun menjalankan mobilnya dan mengantarkan Sheila terlebih dahulu sebelum ia pulang bersama dengan Andrew.


Rendy tak jadi membicarakan soal keberangkatannya ke Jogja yang dipercepat, ia tak mungkin berbicara dengan Sheila hari ini, Rendy akan berbicara pada saat yang tepat, mungkin besok atau nanti dan Rendy pasti akan membicarakan hal ini.


Rendy kini sudah sampai di depan apartemen milik bundanya, Sheila masuk sendiri, dan tak mau Rendy mengantar nya karena ada Andrew yang baru saja datang.


"Kamu yakin gak mau aku antar masuk??", Tanya Rendy meyakinkan, Rendy tak mau jika nanti bundanya Sheila menanyakan kemana dirinya dan mengapa tidak mengantarkan Sheila sampai ke depan apartemen.


"Iya gak apa-apa, aku bisa masuk sendiri, lebih baik kamu pulang aja, kasihan Andrew dia pasti sangat capek", Tutur Sheila,


"Ya sudah kalau itu mau mu, aku pulang dulu, kasihan Andrew, dua mungkin udah tidur di dalam", Sheila pun mengangguk dan kemudian masuk kedalam apartemen, Rendy tak benar-benar meninggalkan Sheila begitu saja, dirinya sangat khawatir jika tak.mengantar Sheila sampai ke depan pintu apartemen milik bundanya.


"Sayang tunggu", Sheila pun berbalik, menoleh ke arah sumber suara itu lagi,


"Iya sayang, ada apa??", Tanya Sheila lagi.


"Aku antar sampai pintu apartemen mu, aku gak tenang jika tak memastikan kamu selamat sampai di depan orang tuamu", Sheila pun tersenyum, tak menyangka jika Rendy sangat se khawatir ini dengannya.


Keduanya kini berjalan bersama masuk kedalam loby apartemen meninggalkan Andrew yang memang benar-benar sudah tertidur di mobil Rendy.


Saat ini Rendy dan Sheila sedang berada di dalam lift, "Besok aku jemput ya, kamu masih disini atau sudah pulang??", Tanya Rendy.


"Aku sudah pulang Rend, sore ini aku diantar kak Sand pulang, kasihan Ayah sendirian di rumah", Ujar Sheila.


"Kalau begitu aku jemput kamu besok di rumah Ayah saja",


"Gak perlu Rend, aku besok bawa mobil sendiri, aku berangkat sama Risa saja, gak seru kan nanti malah gak jadi kejutan buat Risa",


Perkataan Sheila ada benarnya juga menurut Rendy.


"Ya sudah besok aku tunggu di tempat yang sudah kita rencanakan, ok", Keduanya kini saling tersenyum, dan tak lama setelah itu pintu lift pun terbuka, dan Sheila dan Rendy kemudian keluar dari lift.


Sheila sudah sampai di depan pintu apartemen bundanya dan Rendy pun juga segera berpamitan kepada Sheila.


"Aku pulang dulu, sampaikan salam ku kepada bunda", Sheila pun mengangguk dan Rendy kemudian pergi dari hadapan Sheila, Sheila pun kemudian masuk dan melihat bundanya yang terlihat kini sedang menonton acara televisi.


"Assalamualaikum bunda", Ucap Sheila yang menghampiri bundanya dan segera mencium tangannya.


"Waalaikum salam", Jawab bunda Tika tapi pandangan nya tertuju pada arah balik pintu, apakah Rendy datang bersama Sheila atau tidak.


Sheila pun menatap bundanya yang kini masih menatap ke arah belakangnya, "Bunda cari siapa??", Tanya Sheila.


"Bunda cari Rendy sayang, dua gak ikut masuk??", Tanya bundanya akhirnya.


"Rendy langsung pulang Bund, tapi dia titip salam buat bunda",


"Ya sudah kamu mandi dulu sayang, kakak mu tadi mencari mu", Ucap bundanya.


"Ada apa Bund, terus dimana kak Sand sekarang??", Tanya Sheila.


"Dia sedang berada di kamarnya, nanti kalau sudah mandi temui dia", Titah bundanya dan langsung di angguki oleh Sheila.


Sheila kemudian berlalu menuju ke kamarnya, dan segera mandi, dan setelah itu ia akan pergi menemui kakaknya.


Sheila sudah terlihat segar, dengan rambut basahnya dan bedak tipis yang menempel di wajahnya membuat ia tampak lebih tambah segar saat ini.


Sheila kemudian keluar dari kamarnya dan saat ini mengarah ke arah kamar yang ada di sampingnya, kamar kakaknya yang masih tertutup sedari tadi.


Sheila kemudian mengetuk pintu kamar tersebut dan dari dalam terdengar suara yang menyuruh dirinya untuk masuk kedalam, Sheila kemudian memutar kenop pintu milik kakaknya dan kemudian masuk kedalam.


"Kakak mencari ku??", Tanya Sheila.


Sandy kemudian menepuk sisi ranjangnya dan menyuruh Sheila untuk duduk di sana.


"Iya, aku mau minta kamu buat ikut kakak Minggu depan", Pinta Sandy.


Sheila pun mengerutkan keningnya, "Kemana??", Tanya Sheila.


"Ke bandara, menjemput Bella", ujar Sandy.


"Bella pacar kak Sand??", Tanya Sheila lagi.


"Bukan, dia bukan pacar ku, siapa yang bilang??",


"Aku lah kak, bukannya Bella mencintai kakak, aku rasa dia baik, dan kenapa kakak tidak membalas cinta nya??", Tanya Sheila.


"Aku tidak tahu, yang aku tahu dia itu sangat menyebalkan, dia mengikuti kakak setiap waktu", ucap Sandy mengingat bagaimana tingkah Bella.


"Apa kakak tahu, secara tidak langsung kakak sudah mencintainya, aku dapat melihat itu, kakak membencinya kan??, sama dengan ku dulu, aku dulu sangat tidak menyukai Rendy, dia sangat menyebalkan karena terus mengukutiku setiap waktu", Ucap Sheila mengingat semuanya.


Sandy kemudian terdiam, "Apa benar aku secara tidak langsung sudah mencintainya??", gumam Sandy, dan Sandy pun sama sekali belum menyadarinya.


"Lebih baik kakak mencoba menyadarinya, apa benar kakak mencintai nya, tapi menurut aku kakak memang sudah jatuh cinta kepadanya", Ucap Sheila lagi.


"Ya sudah aku keluar dulu kak, Kaka pikirkan kata-kata ku, jika kakak tidak mau menyesal cepat utarakan perasaaan kakak kepadanya, jangan sampai dia diambil orang, kesempatan tidak datang dua kali", Sandy mulai mencerna kata-kata adiknya itu, dan kini sekarang Sandy yakin jika dirinya memang sudah jatuh cinta kepada Bella.


Sore harinya Sheila kemudian berpamitan kepada bundanya, ia harus pulang, ia tak terbiasa meninggalkan ayahnya lama-lama dan dia juga sudah memikirkan ayahnya di sana.


"Bunda Sheila pulang dulu, kapan-kapan lagi Sheila pasti menginap disini lagi", Ujar Sheila sambil memeluk bundanya.


"Iya sayang, hati-hati dijalan", Ucap bundanya dan diangguki oleh Sheila.


"Antar adikmu pulang Sand", titah bunda nya dan Langsung diangguki oleh Sandy.


Keduanya kini sudah keluar dari apartemen dan segera menuju ke basemen apartemen untuk mengambil mobil Sandy.