
Rendy kini tengah berharap bahwa ia segera sampai di hotel tempat Sheila menginap,
Andrew juga sama, ia kini juga sedang gelisah kerena ia takut tidak melihat Risa lagi untuk waktu yang lama.
" Rend, cepetan dong bawa mobilnya, Ini udah siang ", ujar Andrew yang sedikit lebih tidak sabaran dari Rendy.
" Iya gue tahu, ini juga lagi ngebut ", Jawab Rendy yang masih menatap jalan lurus di depannya.
" She,kamu harus tunggu aku datang ", Gumam Rendy dalam Hatinya.
🌼🌼🌼🌼🌼
Di dalam kamar hotel, Sheila masih saja berdiam dan melamun, Bahkan barang-barang nya masih belum ia bereskan.
" She, Lo kenapa, dari kemarin Lo cuma diam aja ", Ujar Risa yang terlihat khawatir dengan keadaan Sheila.
Kemudian Sheila tersadar dengan omongan Risa tadi dan membuatnya segera membereskan semua pakaiannya.
" Gue gak apa-apa Ris, kamu tenang aja ", Ujar Sheila.
Beberapa menit kemudian Sheila sudah selesai, kopernya sudah tertata rapi, kini tinggal membenahi dirinya sendiri yang terlihat sangat kusut sekali.
Dengan polesan sedikit make up Sheila sudah tidak terlihat pucat lagi.
Dengan mengambil tas Selempang nya kini Sheila sudah siap untuk keluar dari kamar hotelnya.
" Ayo Ris, udah siang nih ", ujar Sheila mengingatkan karena sudah pukul 8.30 Pagi.
Risa juga terlihat sudah siap untuk menyeret kopernya keluar, Tapi ada yang di khawatir kan oleh Risa, Rendy yang belum juga datang sekarang.
" Apa kak Rendy lupa ya ??", Gumam Risa dalam hatinya.
Sheila dan Risa terus berjalan dan kemudian memasuki lift yang ada disana.
***
Kini dua orang yang sedang mengejar para wanita sudah berada di depan hotel sejak 5 menit yang lalu, rasa khawatir sejenak jika saat mereka melihat Jody yang tengah menunggu kedua wanita tersebut.
" Mas kamu datang ??", Tanya Jody yang melihat Rendy dan Andrew menghampirinya.
" Kapan kalian berangkat ??", Tanya Rendy kepada Jody.
" Sekitar 15 menit lagi mas, jam 9 kita sudah take of ", ujar Jody.
Jarak hotel dan bandara hanya berjarak sekita 10 menit dari hotel, membuat Jody, Sheila dan Risa bisa sedikit bersantai.
Tak lama kemudian dua orang yang sangat di tunggu-tunggu itu pun datang, dengan wajah kaget nya Sheila mulai menunduk saat melihat Rendy berada di loby hotel tempat ia menginap.
" She, bisa kita bicara sebentar ??", tanya Rendy.
Sheila sama sekali tidak menjawab, ia hanya menunduk dan mulai berkaca-kaca.
" She, ayo ikut aku sebentar, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu ", Ujar Rendy yang tiba-tiba menggenggam tangan Sheila dan kemudian mengajak ia pergi.
Sheila langsung saja mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah Jody dan Risa, ada anggukan yang ia dapatkan dari mereka berdua.
Setelah sampai di teman hotel, Rendy segera mencari tempat duduk yang bisa membuat ia lebih leluasa lagi berbicara dengan Sheila.
" Cepatlah bicara, atau aku akan ketinggalan pesawat ", ujar Sheila membuka suara.
" She, maafkan aku ", Ujar Rendy yang menetap mata Sheila.
Sheila kemudian memalingkan wajahnya, ia tidak mau terlihat sedih saat dihadapan rendy.
" She, aku mohon maafkan aku ", Ujar Rendy untuk yang kedua kalinya.
" Kamu tidak salah apa-apa Rend ", Ujar Sheila.
" Aku salah she, aku membuat kamu menangis ", Ujar Rendy sambil meraih dagu Sheila.
" Siapa yang menangis, aku tidak menangis ", ujar Sheila berbohong.
" Kamu tidak perlu berbohong she, aku tau, matamu sudah memberitahu semuanya ", Ujar Rendy karena saat ini mata Sheila terlihat sembab.
Sheila kembali mengalihkan pandangannya,
Rendy kemudian meraih kedua tangan Sheila dan memegangnya.
" She, dengarkan aku, Aku sangat mencintaimu ", Ujar Rendy yang membuat Sheila kaget.
" Apa kamu juga mencintaiku ??", Tanya Rendy yang membuat mata Sheila kembali berkaca-kaca.
Tanpa terasa bulir bening dari mata Sheila kini sudah jatuh tanpa Sheila tahan lagi.
" Aku juga sangat mencintaimu Rend ", Ujar Sheila yang kemudian mereka saling berpelukan.
Mereka berdua masih larut dalam pelukan mereka, ada seulas senyuman terbit di kedua bibir mereka.
" Maafkan aku yang kemarin telah menyakiti hatimu, harus nya aku lebih bersabar lagi kepadamu ", Ujar Rendy.
Sheila kemudian melepaskan pelukannya,
" Aku maafkan semuanya Rend ", Ujar Sheila membuat Rendy tersenyum.
" Ayo kita pergi dari sini, sudah saatnya kamu berangkat ", Ujar Rendy yang menyadari jika waktu keberangkatan Sheila sudah dekat.
Rasanya Sheila tak ingin berpisah dengan Rendy saat ini,Hubungan mereka yang sudah terjalin membuat keduanya saling berat untuk melepas tangan mereka.
Jody, Risa dan Andrew yang melihat mereka kembali, ada rasa lega ketika melihat senyum sudah ada terukir di bibir Sheila.
" Jod, kamu berangkat sama Risa dan Andrew, biar aku sama Sheila ", Ujar Rendy yang masih ingin berdua dengan Sheila.
" Iya, mas ", Jawab Jody.
" Ayo ris aku bantu kamu buat menaikan koperku ", ujar Andrew yang membuat Risa tersenyum.
Kemudian mereka segera berangkat menuju bendara, tak lama kemudian mereka akhirnya sampai di bandara.
Dengan masih menggenggam erat tangan keduanya, kini Rendy tengah menunggu panggilan keberangkatan untuk Sheila.
" Rend, aku pulang dulu ", Ujar Sheila.
" Iya She, hati-hati, aku akan sangat merindukanmu ", Ujar Rendy.
" Aku juga pasti akan sangat merindukanmu juga ", Jawab Sheila.
Sheila Risa dan Jody akhirnya mulai memasuki bandara.
Rendy pun tiba-tiba mengejar Sheila kembali untuk mengatakan sesuatu yang sangat ingin ia katakan.
" She, tunggu ", Ujar Rendy yang membuat Sheila menghentikan langkahnya.
" Tunggu aku pulang ",Ujar Rendy yang membuat Sheila bahagia.
" Pasti Rend, jaga hatimu untukku ", ujar Sheila.
" Pastinya ", Jawab Rendy yang kembali melepas tangannya.
Rendy dan Andrew masih melihat kedua wanita tersebut sampai punggungnya tidak terlihat lagi, setelah itu mereka pun langsung kembali karena jam kuliah mereka sudah menunggu.
Di perjalanan menuju kampus, Rendy tak henti-hentinya tersenyum membuat Andrew yang berada di sampingnya merasa heran.
" Lo kenapa dari tadi senyum terus, bukannya pas berangkat tadi muka Lo tegang banget ", Ujar Andrew.
Rendy hanya diam tidak menyahuti Andrew,
" Rend, pasti Lo sama Sheila udah jadian ya ??", ujar Andrew yang membuat Rendy terbatuk.
Tebakan Andrew sungguh tepat sasaran,
" Mau tau aja Lo and ", Ujar Rendy.
" Ternyata emang bener, ada yang udah jadian tadi", Ujar Andrew menambahi membuat Rendy seketika menyikut lengan Andrew.
Sesampainya di kampus Rendy dan Andrew langsung berlari menuju kelas mereka karena lima menit lagi kelas sudah dimulai.
Dengan nafas yang masih ngos-ngosan, kedua laki-laki tampan ini menjadi pusat perhatian wanita-wanita yang ada di kelasnya tersebut.
" Untung kita gak telat ", Ujar Andrew .