
Pagi ini sesuai dengan janjinya kepada bundanya, pagi-pagi sekali Sandy sudah bersiap untuk berangkat menuju ke arah kampus Sheila.
Bunda Tika juga terlihat sangat bersemangat dengan hari ini, ia sudah tak sabar ingin bertemu dengan putri kandungnya yang tak dapat ia bawa saat pergi ke Australia.
" She, tunggu bunda datang ",Ujar bunda Tika dalam hatinya.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang membelah kepadatan lalu lintas pagi ini.
" Bunda yakin tidak mau sarapan dulu??", Tanya Sandy kepada bundanya karena pagi ini mereka berdua belum sarapan.
" Bunda sarapan nanti saja ", Ujar bunda Tika karena sejujurnya ia tak nafsu makan pagi ini.
Sandy pun hanya bisa menuruti perkataan bundanya saat ini, ia tahu bundanya amat sangat senang hati ini sehingga selera makannya agak berkurang.
" Nanti Sandy belikan sarapan buat bunda ya", Ujar Sandy yang langsung diangguki oleh Bunda Tika.
Sandy kini sudah sampai di depan kampus Sheila, mereka berdua akan diam disini sampai Sheila datang.
Tak lama kemudian Sheila pun datang dan keluar dari dalam mobil, bunda Tika terlihat berkaca-kaca melihat putrinya secara jelas pagi ini.
" Dia sudah tumbuh dewasa sand, dia sangat cantik ", Ujar bunda Tika kepada Sandy.
Bunda Tika ingin sekali keluar dari dalam mobilnya dan menemui Sheila secara langsung, tapi Sandy melarang nya, ia tak mau bundanya lepas kendali dan mengagetkan Sheila pagi ini.
Apa lagi terlihat Sheila sedang diikuti oleh pria berbaju hitam yang sudah Sandy duga adalah bodyguard Sheila.
Begitu besar penjagaan yang diberikan ayahnya kepada Sheila, sehingga Sheila harus dijaga oleh seorang bodyguard.
" Bunda lihat, dia dijaga ketat oleh pria itu ", Ujar Sandy memberi tahu bundanya.
" Iya Sand, tapi bunda senang ternyata ayahmu menjaga Sheila dengan sangat baik ",Ujar bunda Tika.
Didalam kampus tersebut, Sheila kemudian duduk di ruang kelasnya sambil mengeluarkan ponselnya, Jody yang berada di belakangnya ia suruh agak menjauh karena ia ingin menghubungi Rendy saat ini.
" Apa kamu mau menguping pembicaraan ku dengan Rendy ??", Tanya Sheila kepada Jody.
Jody kemudian mengerti dan segera menjauh dari Sheila.
Dilain tempat Rendy yang merasakan ponselnya bergetar segera melihat layar ponselnya, ia lupa kalau ia kemarin mengsilent Nada ponselnya sehingga saat ini hanya getaran yang dapat Rendy rasakan.
" Hai sayang ??", Ucap Rendy saat mengangkat panggilan dari Sheila.
" Bagaimana kabarmu hari ini??", Tanya Sheila kepada Rendy, Sheila kini menjauh sedikit dari Jody dan mengisyaratkan agar Jody juga menjauh darinya, jika sudah menyangkut Rendy Jody harus mengerti jika Sheila tidak ingin ia berada di dekatnya, namun jika untuk hal lain Jody akan tetap di samping Sheila meskipun Sheila sudah memberontak ingin Jody menjauh darinya.
" Aku baik sayang, kamu jangan khawatir satu Minggu lagi aku sudah libur ,aku akan pulang ", Ujar Rendy.
Seharusnya itu akan dibuat kejutan untuk Sheila, tapi rasa ingin memberitahukan kabar ini sangat ingin di hati Rendy.
" Benarkah, aku gak sabar buat nunggu kamu pulang Rend ",.
Sheila tersenyum sendiri saat ini, membuat teman-teman nya yang lewat menatap aneh wanita cantik itu,
Tak lama kemudian terlihat laki-laki yang selama beberapa bulan ini tak muncul dihadapinya, ya itu Adrian, dia hati ini datang Kembali ke kampus setelah beberapa bulan lalu ia izin untuk pergi keluar kota, entah Kana dia dan kenapa juga pihak kampus bisa memberi izin dia selama itu.
" Hai she ", Sapa Adrian yang membuat Sheila kaget, Rendy yang mendengar dari balik telfon juga seperti mengenal suara itu.
Sheila pun menatap Adrian yang kini berada di hadapannya.
" Sayang, siapa ??, sepertinya aku mengenal suara itu ??", Tanya Rendy curiga.
Memang Jody belum mengetahui Adrian selama menjadi bodyguard Sheila,
" She aku mau bicara sama kamu ", Lagi-lagi Adrian menghalangi Sheila yang ingin pergi menjauh dari dirinya.
" Lepasin aku Dri, Aku mau pergi ", Ujar Sheila.
Sheila masih terus mencoba melepaskan tangan kekar milik mantan kekasihnya tersebut.
" Aku mau bicara sama kamu she, kami dengerin aku sebentar aja ", Pinta Adrian dengan tatapan memohon.
Sheila tak habis pikir mengapa Adrian muncul kembali kedalam hidupnya setelah sekian lama menghilang,
" Aku sudah tidak ada urusan dengan mu lagi Dri, jadi aku mohon lepasin tangan aku ", Pinta Sheila dengan nada lembutnya.
Jody yang masih berjalan menuju tempat Sheila kemudian mempercepat langkah kakinya,
Segera Jody melepaskan tangan milik Adrian yang sedang memegang erat tangan Sheila.
Adrian tiba-tiba kaget dan memasang mata elangnya dan memelototkan matanya ke arah Jody, " Siapa kamu,beraninya kamu memegang tanganku dengan kasar ", Ujar Adrian kepada Jody.
" Aku orang terpenting yang akan menjaga Sheila, dan kamu siap.berani sekali memegang Sheila ??".
Mata Jody juga ikut mendelik menatap mata Adrian membuat Sheila seketika takut, Adrian banyak berubah, dia sekarang terlihat lebih berotot, entah apa yang dilakukan nya selama ini.
" Aku kasih Sheila", Ujar Adrian yang membuat mata Sheila juga ikut mendelik ke arahnya.
Sheila pun sudah diambang kesabaran nya.
" Aku bukan kekasihmu lagi, dan Jangan berharap aku kan kembali kepadamu ", Ujar Sheila.
Sheila Kemudian secepatnya pergi dari hadapan Adrian dan Jody pun mengikutinya dari belakang, sebelum itu Jody sudah memberi isyarat peringatan lewat matanya yang tajam Tersebut.
" Aku akan merebut hatimu kembali she, ingat itu ", Ujar Adrian marah.
Adrian kemudian berjalan menuju ke arah lorong kampus, ia sangat marah karena Sheila menolaknya saat ini.
Ditempat dengan jarak beberapa meter dua orang dapat melihat kejadian yang dialami Sheila tadi,Sandy terlihat geram kala melihat tangan Sheila di pegang secara kasar oleh Adrian tadi.
" Berani sekali dia menyentuh Sheila ", Ujar
Sandy sambil mengepalkan tangannya.
Meskipun Sandy tidak pernah bertemu dengan Sheila, tapi ia adalah seorang kakak kandung dari Sheila, dia tidak akan diam saja jika melihat adiknya di perlakuan kasar oleh laki-laki lain.
Dilain kota Rendy terlihat terdiam saat panggilan nya diputus sepihak oleh Sheila.
" Seperti nya aku mengenal suara itu, tapi siap ??", Tanya Rendy masih mengingat siapa yang sedang berada di dekat Sheila saat ini.
Pikiran Rendy pun masih terus melayang memiliki Sheila yang sedang berada di kampusnya,
Segera ia mencoba Menelfon Jody tapi panggilan nya sama sekali tidak di jawab oleh Jody.
" Mungkinkah telah terjadi sesuatu kepada Sheila??",
Rendy pun semakin memikirkannya saat ini, semoga tidak terjadi apa-apa dengan kekasihnya tersebut.