
Rendy kemudian segera mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana pendek, Rasa nya ia masih terus saja memikirkan perkataan Andrew tadi.
" Mungkinkah pak Farhan merestui hubungan ku dengan Sheila nantinya", Ujar Rendy.
Rendy tidak mau terus berharap kepada Sheila, dia sadar siapa dirinya dan siapa Sheila, ia tidak mau terlalu jatuh kedalam perasaannya kepada Sheila.
Keesokan harinya, Jody yang kini sudah berada di depan kamar Sheila akhirnya memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Sheila dan bermaksud untuk membangunkannya.
" Nona sudah saat nya anda untuk berangkat kuliah ", Ujar Jody sambil mengetuk pintu kamar Sheila.
Kemudian Sheila membuka pintu kamarnya,
" Aku sudah siap Jod, ayo kita sarapan dulu ", ujar Sheila yang kini sikapnya sudah berbeda 180° Celcius.
Jody terlihat senang saat Sheila sudah bisa bersikap baik kepadanya, setidaknya Jody bisa sedikit lebih nyaman jika harus bersama Sheila.
Jody juga sudah menduga bahwa sikap baik Nona Sheila pagi ini kepadanya pasti ada campur tangan dari Rendy.
" Terimakasih mas atas bantuanmu ", Ujar Jody dalam hatinya.
Jody masih menunggu Sheila yang tengah sarapan bersama ayahnya.
Tak lama kemudian Sheila sudah keluar dan mengajak nya berangkat kuliah dengan senyum yang sangat ramah.
" Ayo jod, kita berangkat sekarang, hati ini aku ada tugas yang harus aku selesaikan sebelum aku mengikuti acara kampus ", Ujar Sheila yang langsung diangguki oleh Jody.
Jody segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena Sheila sudah harus sampai di kampusnya setengah jam lagi.
Setelah sampai Sheila segera turun dan dihampiri oleh Risa yang sudah menunggunya.
" Lama banget sih She, udah hampir telat tau", Ujar Risa yang sudah lelah menunggu Sheila sedari tadi.
" Iya maaf Ris, gue tadi kesiangan ", Ujar Sheila.
" Ya udah lebih baik kita segera masuk sebelum dosen datang ", Ujar Risa mengajak Sheila.
Sheila terus saja menyelesaikan tugas yang di berikan dosennya, ia mau agar hari ini tugas Tersebut cepat selesai dan dia bisa mengikuti acara kampusnya yang akan diselenggarakan di Jogjakarta.
Tentu saja Sheila akan senang karena ia berharap akan bertemu dengan Rendi disana.
Ia berniat akan menghubungi Rendy setelah ia sampai di Jogjakarta.
Satu Minggu kemudian, Sheila sudah bersiap untuk segera berangkat menuju kota Jogja, Sheila memilih berangkat bersama Risa dan Jody yang akan terus mengikuti Sheila kemana Sheila pergi.
Setelah keluar dari bandara Jody segera menuju mobil yang sudah ia siapkan sebelum ia sampai di kota ini.
" Kita langsung ke lokasi saja Jod ", Ujar Sheila kepada Jody.
" Baik Nona ", Jawab Jody yang terus mengikuti perintah dari Sheila, sudah satu Minggu ini sikap Sheila terhadapnya sudah lebih baik dari yang dulu, semenjak Rendy membantu Jody pekerjaan Jody terasa lebih mudah karena Nona Sheila sudah tidak pernah membantah lagi.
Study tour kali ini Sheila dan teman-teman nya harus melakukannya dengan sungguh-sungguh.
Setelah berkeliling dengan para dosen dan teman-teman nya, Sheila kini lebih memilih untuk kembali ke hotel untuk mengistirahatkan badannya, matanya juga sudah sulit untuk terbuka, dan Risa yang akan selau menemani nya juga ikut terlelap saat ini.
Malam hari pun tiba, kini para peserta study tour telah berkumpul di loby hotel untuk menuju restoran untuk mengisi perutnya masing-masing.
Sheila yang kini berjalan dengan Sheila terus mengekori teman-teman nya dari belakang.
Kini mereka tengah menyantap makan malam mereka dengan bersama-sama, Sheila yang kini masih berkonsentrasi pada makanan yang ada di mejanya kemudian teringat akan Rendy yang belum sempat ia hubungi.
Dengan cepat Sheila mengambil ponselnya dari saku jeans nya dan mencari nomor kontak Rendy.
Saat panggilan sudah tersambung, tanpa menunggu lama Rendy segera menerima panggilan tersebut.
" Halo juga She, Ada apa tiba-tiba kamu menelfonku ?",Tanya Rendy kepada Sheila.
" Aku cuma mau ngasih tau kamu Rend, aku sekarang berada di Jogja", Ujar Sheila yang seketika membuat Rendy bangkit dari duduknya.
" Kamu beneran ada di Jogja??", Tanya Rendy tidak percaya.
" Iya , aku beneran ada di Jogja ", Ujar Sheila.
Rendy pun merasa senang sekali, tapi ia tidak mau menunjukkan rasa senangnya tersebut,ia akan bersikap biasa saja kepada Sheila.
" bisakah kamu datang menemui ku Rend??", Tanya Sheila.
" Apa Jody juga ikut??", tanya Rendy balik sebelum menjawab pertanyaan Sheila.
" Kenapa kamu malah menanyakan Jody??", Tanya balik Sheila dengan sebal.
" She, aku cuma mau memastikan kalau kamu aman bersama Jody ", ujar Rendy.
" Iya , Jody ikut bersamaku, ayah yang menyuruh dia buat ikut kemanapun aku pergi ", Ujar Sheila.
" Kamu dimana sekarang ??", Tanya Rendy yang membuat senyum Sheila kembali terukir.
" Aku ada di hotel xx, cepatlah kemari Rend, aku sangat merindukanmu ", Ujar Sheila.
Setelah mematikan ponselnya Rendy segera mengambil jaketnya dan bergegas untuk menemui Sheila, jujur saat ini perasaan Rendy juga sangat senang sekali, entah apa yang ia rasakan, tapi mendengar Sheila ada dikota yang sama dengannya membuat Rendy ingin segera menemui nya.
Perlu waktu satu jam untuk sampai di hotel yang sudah di Katakan oleh Sheila tadi, dengan membawa mobilnya secara cepat Rendy tiba di depan hotel tersebut lebih cepat 10 menit dari biasanya.
Setelah sampai di depan tanpa turun dari mobilnya Rendy segera menghubungi Sheila untuk segera keluar dari dalam hotel.
Setelah mendapat izin dari dosen, akhirnya Sheila keluar hotel dengan masih diikuti oleh Jody.
Jody yang melihat Rendy berada di depan hotel langsung saja menghampiri nya.
" Bagaimana kabarmu mas ??", Tanya Jody.
" aku baik Jod, bagaimana pekerjaan mu ??", Tanya Rendy.
" Seperti yang mas lihat, saya sudah menikmati pekerjaan saya , Ujar Jody.
" Baiklah, kalau begitu aku mau ajak Sheila keluar dulu ", Ujar Rendy.
" Baik mas, hati-hati, aku tidak khawatir lagi jika Nona keluar sama mas ", Ujar Jody tersenyum.
Rendy segera membukakan pintu mobil untuk Sheila, kini mereka sedang berada di dalam mobil dengan masih terdiam.
" Bagaimana keadaan ayahmu ?? ", tanya Rendy kepada Sheila.
" Ayah baik Rend, dia sehat ", ujar Sheila tersenyum.
" Kita mau kemana Rend??", Tanya Sheila yang masih belum tahu arah tujuan Rendy sekarang.
" Kita akan ke suatu tempat She, apa kamu takut dengan ku ??", Tanya Rendy.
Mendengar perkataan Rendy membuat Sheila tiba-tiba tertawa.
" Kamu lucu Rend, mana mungkin aku takut padamu, bukannya dulu aku selau melawanmu ??", Ujar Sheila sambil mengingat saat pertama kali Rendy datang dan menjadi bodyguard nya.
" Ya mungkin saja She ", ucap Rendy sambil tersenyum.
Rendy kemudian meneruskan perjalanannya dan tak lama kemudian mereka sudah sampai dan sampai membuat mata Sheila terkagum-kagum.