
" Nona ini sudah malam, Apa tidak sebaiknya Nona pergi tidur, karena cuaca sudah mulai dingin ", Ucap Rendy.
Sheila merasakan apa yang dikatakan oleh Rendy benar, hawa dingin sudah seperti menusuk tulang - tulangnya saat ini.
Kemudian Sheila berdiri dan bermaksud untuk masuk dan segera istirahat.
" Aku istirahat dulu Rend, kamu juga harus istirahat ", Ucap Sheila sambil tersenyum.
Kemudian mereka berdua berjalan beriringan menuju ke arah yang berbeda.
" Selamat malam Nona ", Ucap Rendy.
" Selamat malam juga Rend, sampai jumpa besok", Ucap Sheila yang sudah berjalan menaiki tangga.
Sheila berjalan dengan hati berbunga-bunga, ia tidak menyangka bisa mengobrol dengan Rendy.
" Ternyata dia tidak menyebalkan seperti yang aku pikirkan ", Gumam Sheila dalam hatinya.
Sheila segera memasuki kamarnya, dia menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya terlebih dahulu sebelum tidur, setelah melihat ke arah cermin Sheila melihat bayangan Rendy di kaca tersebut.
" Kenapa aku jadi memikirkan Rendy ", Ucap Sheila.
Dia segera mengenyahkan pikiran tentang Rendy, lalu ia segera menuju ke ranjang nya untuk segera tidur.
Rendy yang juga sudah memasuki kamarnya juga ikut tersenyum, setelah apa yang ia lakukan bersama dengan Nona nya tersebut membuat Rendy tak hentinya tersenyum.
" Mengapa anda menjadi begitu menggemaskan Nona ", Ucap Rendy.
Rendy masih saja memikirkan Sheila, tapi segera ia tepis pikiran tersebut.
" Hei, sadarlah Rend, kau ini siapa, dan Nona Sheila siapa, tak mungkin jika Nona menyukaimu ", Gumam Rendy dalam hatinya.
" Aku hanya seorang bodyguard nya, mana mungkin Nona bisa menyukaiku", Ucap Rendy.
" Hm... mengapa aku jadi kepedean seperti ini ", Ucap Rendy sambil merutuki dirinya sendiri.
Setelah itu Rendy segera pergi untuk tidur.
Keesokan harinya seperti biasa Rendy sudah siap dengan busana yang serba hitam, kaca mata hitam dan juga beratribut serba hitam, Kini Rendy sudah berada di depan pintu kamar Sheila dan bermaksud untuk membangunkannya.
Tak sampai Rendy mengetuk pintu, tiba - tiba saja Sheila sudah muncul dengan penampilan yang sangat cantik.
Rendy pun jadi terbengong melihat Sheila yang sangat berbeda pagi ini menurut Rendy.
Sudah lama Rendy terbengong karena melihat Sheila, hingga Sheila kini mulai memanggil dirinya tapi tak ada sahutan sama sekali.
" Rend,.... ",
" Rend...",. Panggil Sheila beberapa kali.
Hingga akhirnya Sheila menepuk bahunya baru Rendy tersadar dengan lamunannya.
" I....iya Nona, Anda memanggil saya ", Ucap Rendy gugup.
" Hey kamu kenapa??? Tanya Sheila.
" Tidak Nona, saya tidak apa-apa ", Ucap Rendy.
" Kalau Nona sudah selesai lebih baik kita turun, Pak Farhan sudah menunggu anda sedari tadi, Silahkan Nona. ", Ucap Rendy mempersilahkan Sheila untuk berjalan terlebih dahulu.
Sheila pun berjalan terlebih dahulu dan diikuti Rendy dari belakang, Pak Farhan yang melihat mereka turun ikut tersenyum, Terlihat keserasian saat mereka bersama seperti ini.
Seperti biasa Sheila menghampiri Ayahnya dulu, kemudian ia berjalan ke arah kursi makan yang sudah di seret oleh Rendy sebelum itu " Silahkan duduk Nona ", Ucap Rendy.
" Terimakasih Rend ", Jawab Sheila dengan senyuman dibibir nya.
Mereka kini tengah sarapan bersama dengan lahapnya, Sheila tak henti-hentinya memandang Rendy yang tengah serius dengan sarapan yang ada di mejanya.
" Mengapa aku rasa hari ini kamu terlihat tampan sekali Rend", Gumam Sheila dalam hatinya.
" Nona, saya tunggu diluar ", Ucap Rendy.
" Mari Pak saya duluan ", Ucap Rendy kepada pak Farhan.
Pak Farhan hanya mengangguk sambil tersenyum, " She, nampak nya Ayah lihat kamu sudah mulai nyaman dengan Rendy", Tanya Pak Farhan.
Sheila pun mendongakkan kepalanya, " Iya Yah, menurut Sheila Rendy baik sama Sheila, jadi buat apa Sheila harus terus-menerus membencinya ", Ucap Sheila.
" Sheila sudah nyaman dengan keberadaan Rendy disamping Sheila Yah " Ucap Sheila kepada Ayahnya.
Pak Farhan sebenarnya ingin mengatakan tentang pengunduran Rendy akhir bulan ini, tapi rasa nya tak tega melihat Sheila yang sudah begitu nyaman dengan keberadaan Rendy.
" Ya sudah Yah, Sheila berangkat kuliah dulu ", Ucap Sheila sambil berpamitan kepada sang Ayah.
" Hati - hati sayang ", Ucap Pak Farhan sambil mencium kening Putrinya.
Sheila kini berjalan ke arah depan, dan bersiap untuk berangkat ", Rend, Ayo kita berangkat ", Ucap Sheila.
" Baik Nona ", Ucap Rendy yang sudah berlari kecil ingin membukakan pintu belakang mobil untuk Sheila.
Setelah pintu belakang terbuka, Sheila tidak menuju pintu tersebut, ia berjalan ke arah samping dan ingin duduk di depan.
" Rend, aku duduk di depan saja ", Ucap Sheila.
" Apa saya tidak salah dengar Nona ??", Tanya Rendy keheranan.
" Kamu tidak salah dengar, ayo cepat buka pintunya, kita berangkat sekarang ", Ucap Sheila.
Dengan segera Rendy menutup pintu belakang kembali dan berlari menuju ke arah depan untuk membukakan pintu untuk Sheila
Mereka pun duduk bersampingan di dalam mobil tersebut, Mereka sama sekali belum membuka percakapan, hanya suara musik yang terdengar didalam mobil saat Rendy sudah mengendarainya.
Mereka membelah kepadatan jalanan ibukota dengan kecepatan rendah, banyak pengemudi yang saat ini tengah berangkat untuk bekerja karena ini adalah waktu jam berangkat ke kantor.
" Rend, boleh aku tanya sesuatu ", Ucap Sheila membuka percakapan pertama diantara mereka.
" Iya Nona, apa yang ingin anda tanyakan ", Ucap Rendy.
" Aku hanya ingin tahu, ada urusan apa kemarin kamu pulang lebih dari seminggu ", Ucap Sheila.
" Oh itu Nona, Bapak saya sakit Nona, jadi mau tidak mau saya harus pulang untuk melihat keadaannya ", Ucap Rendy.
" Apakah parah Rend??", Tanya Sheila yang merasa ingin tahu.
" Asma nya kambuh Nona, jadi beliau harus dibawa kerumah sakit untuk menjalani perawatan, tapi setelah saya sampai disana Bapak sudah diperbolehkan pulang ", Ucap Rendy.
Sheila hanya manggut-manggut saja, "Rend, bolehkah jika aku ingin menjenguk orang tuamu ", Ucap Sheila ragu.
Rendy pun setengah kaget dengan apa yang dikatakan Sheila, " Apa aku tidak salah dengar ", Gumam Rendy dalam hatinya.
" Apa Nona yakin ??", Tanya Rendy.
" Iya Rend, aku serius ", Ucap Sheila meyakinkan.
" Tapi rumah saya jauh Nona, nanti bisa - bisa kita pulang malam dan ayah Nona pasti akan menanyakan nya ", Ucap Rendy.
" Kamu tenang saja Rend, aku akan bicara sama Ayah nanti ", Ucap Sheila.
" Baiklah kalau itu mau Nona ", Ucap Rendy.
Sheila akhirnya tersenyum karena ia diperbolehkan untuk menjenguk orang tua Rendy.
Rendy tidak bisa menolak permintaan Sheila kali ini, biasanya ia selalu bisa mengatur Sheila, tapi kali ini dirinya hanya bisa mengiyakan saja apa yang dikatakan Sheila.
" Semoga Pak Farhan nanti tidak marah ", Ucap Rendy dalam hatinya.
Rendy kini terus mengendarai mobil untuk menuju kampus Sheila, mereka akan berangkat setelah Sheila selesai dengan kuliahnya hari ini.