My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
55



Keduanya kini sudah duduk bersama, meninggalkan Kedua temannya yang kini juga tengah saling berbicara satu sama lain.


"Kamu mau bicara apa??", Kali ini Sheila lah yang mulai bertanya, pasalnya Rendy sampai sekarang belum juga membuka mulutnya untuk berbicara.


"Aku ingin berbicara tentang kita, tentang bagaimana kita kedepannya", Sheila pun nampak terdiam, melihat wajah Rendy sepertinya Rendy tak main-main dengan apa yang akan dibicarakan dengannya saat ini.


Rendy terlihat mengambil nafasnya dalam-dalam, mencoba untuk berbicara dengan hati-hati kepada Sheila, takut jika Sheila akan salah paham dengannya.


"Aku akan di tugaskan Di salah satu perusahaan, She. dan aku belum tahu itu dimana", Ungkap Rendy, dan Sheila yang berada di depannya hanya memandang sambil mencerna semua perkataan Rendy.


Sheila kemudian menyunggingkan senyumannya, Merespon dengan hati yang sangat bahagia karena jika Rendy ditugaskan di sebuah perusahaan maka Rendy secara tidak langsung sudah mendapatkan pekerjaan.


"Bukannya itu bagus Ren. Berarti kamu sudah mendapatkan pekerjaan kan??". Sheila kini memperlihatkan Senyum bahagianya.


Rendy tak mengerti dengan Sheila, seharusnya dia sedih karena harus berpisah, tapi nyatanya diluar pikiran Rendy.


"Kamu gak sedih sayang??, Kita kan mau pisah lagi??", Tanya Rendy lagi dan Sheila dengan senangnya menggeleng kan kepalanya.


"Untuk apa aku sedih Rend??, Bukannya bagus kamu mendapatkan pekerjaan, itu kan yang kamu harapkan. dan aku mendukungmu sepenuhnya.


Rendy pun kemudian menyunggingkan senyumnya. Tak menyangka jika Sheila kini sudah bersikap sangat dewasa.


Rendi pun semakin yakin akan melamar dan menikahi Sheila secepatnya, agar nantinya jika dia ditugaskan diluar kota Sheila akan selalu ikut bersama dengan dirinya.


"Terimakasih She, kamu sudah mau bersabar lagi jika harus berjauhan dengan ku", Sheila membalas dengan menyunggingkan senyumnya kembali, Untuk Sheila saat ini LDR lagi tak masalah, yang terpenting Rendy bisa mendapatkan pekerjaan dan Rendy bisa terus mau menjaga hatinya agar tetap bersama dengannya.


Di lain tempat Andrew kini sedang mencoba untuk mengungkapkan perasaan nya, entah datang bagaimana keberanian darinya dan tiba-tiba saja tanpa pikir panjang Risa mau menerima cintanya.


"Iya aku mau jadi kekasih mu, meskipun kita berjauhan. aku yakin kamu akan setia", Andrew pun kini terlihat sangat senang sekali, kedatangannya untuk menemui Risa ternyata tak sia-sia.


"Terimakasih Ris, aku janji aku akan setia sama kamu". Kedua pasangan tersebut hari ini sangat bahagia sekali, begitupun juga dengan Rendy dan Sheila. Rendy sengaja akan memberi kejutan kepada Sheila, Rendy akan berbicara dengan orang tua Sheila dan akan secepatnya melamar dan kemudian menikahi nya.


Beberapa jam kemudian Sheila pulang kerumahnya dengan raut wajah yang sangat gembira. Ia langsung pergi ke kamarnya dan langsung ingin merebahkan tubuhnya. Ia ingin memejamkan matanya sejenak. sambil mengingat kejadian tadi siang. Tak menyangka jika Rendy senekat itu. Sheila ingin sekali tertawa keras tapi ia tak mau membuat gaduh di dalam rumahnya tersebut.


Flashback satu setengah jam yang lalu.


Mereka berempat akhirnya meninggalkan kafe. Rendy membawa mobil Sheila dan pergi bersama untuk mengantar Sheila pulang. Bukan mengantar tepatnya. Hanya saja Sheila dan Rendy masih ingin bersama beberapa saat lagi jadi, Andrew akhirnya mengantar Risa sendiri dengan mobil Rendy tentunya dan nantinya Andrew akan menyusul Rendy di depan rumah Sheila.


Rendy dan Sheila masuk kedalam mobil itu dan akhirnya mereka berdua pun pergi meninggalkan kafe Tersebut.


Mata mereka beradu pandang. Entah apa yang mereka berdua pikirkan, yang terjadi saat ini Bibir mereka sudah saling menempel. Mata mereka sama-sama tertutup menikmati apa yang mereka lakukan. Selang beberapa menit merekapun kemudian tersadar. keduanya pun menjadi salah tingkah.


"Maafkan aku sayang, aku kelepasan", Sheila kemudian tersenyum dan menggeleng. ia masih terhanyut dalam kelembutan yang Rendy berikan tadi sehingga Sheila tak mampu berkata apapun.


Sheila kemudian tersadar dari lamunannya, Dan Sheila pun menjadi salah tingkah sendiri mengingat kejadian Beberapa waktu yang lalu.


"Kenapa aku jadi teringat itu terus sih", Sheila mengomeli dirinya sendiri dan menyadari jika dirinya saat ini amat sangat malu jika bertemu Rendy kembali.


"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan, aku malu sekali", Sheila semakin tidak waras mengingat itu semua, padahal itu bukan ciuman pertamanya, tetapi mengapa saat ini ia begitu malu sekali, padahal sebelumnya dengan Adrian Sang mantan, Sheila bersikap biasa saja.


Sheila Kemudian merutuki dirinya sendiri, entah kenapa ia juga jadi teringat masa pacaran dengan Adrian, "Sungguh bodohnya aku, kenapa aku bisa mengingat kejadian itu", dengan berkata-kata sendiri di kamarnya Sheila mulai untuk tak mengingatnya lagi. ia tak mau mengingat masa pacarannya dulu dengan mantan yang bernama Adrian itu.


Tempat tidur milik Sheila kini sudah tidak rapi lagi, Sheila sudah tak terhitung lagi menggulingkan badannya diatas tempat tidurnya tersebut sehingga saat ini menjadi sangat berantakan.


"Sepertinya aku perlu menjernihkan pikiran ku", Sheila kemudian bangun dan mengambil handuk kimono nya, mungkin Sheila perlu berendam dengan air hangat yang di campur dengan aroma terapi, Mungkin itu bisa menjernihkan pikiran nya yang kini sedang berpikiran tentang adegan ciuman nya tadi.


Setengah jam kemudian, Sheila menyudahi mandi nya dan kemudian segera mengganti pakaiannya, Ia mengenakan sweater dan celana longgar karena Susana nanti malam sangat dingin sekali, Setelah selesai berdandan Sheila kemudian turun dan duduk di salah satu kursi yang menghadap ke arah kolam renang.


Sunyi, Itulah yang Sheila rasakan saat ini, ayahnya belum datang dari kantornya, dan sepertinya sebentar lagi.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara kaki yang mendekat kearah Sheila, dan setelah Sheila berbalik arah ternyata salah seorang maid nya membawakan satu gelas penuh jus alpukat dan beberapa camilan, karena ini belum masuk waktunya makan malam, jadi sheila meminta agar salah seorang maid nya membawakan minum dan beberapa camilan.


"Terimakasih", Ucap Sheila dengan di ikuti senyuman yang sudah biasa dilihat oleh maid nya saat ini.


"Sama-sama Nona. Kalau begitu saya kembali ke belakang". Sheila mengangguk dan maid itu pun segera pergi meninggalkan Sheila yang saat ini tengah meminum jus dan memakan beberapa camilan.


Sambil menunggu Ayahnya datang, sesekali sheila memainkan ponselnya, sambil menghilangkan rasa jenuh dan menghilangkan pikiran mesumnya itu. Tapi tak lama setelah itu Sheila merasa ayahnya belum datang juga. Ia kemudian melirik jam dinding di rumahnya ternyata sudah menunjukkan pukul 16.30. Biasanya ayahnya sudah sampai dirumah, tapi kenapa hari ini ayahnya belum pulang??


"Kemana ayah sebenarnya???",


*Hai semuanya, selamat membaca kembali, Maaf baru update.


Novel My bodyguard is my husband sebentar lagi akan segera tamat, adakah yang mau season 2,??


Jika iya, silakan komen dibawah ya.


oh iya, Aku sengaja membuat novel khusus untuk Sandy dan Bella, mungkin ada yang penasaran, Masih proses pengetikan ya, kalau sudah di up pasti akan muncul dengan meng klik profil saya🙏🙏🙏