My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
16



Hari ini adalah hari dimana Rendy akan melaksanakan kuliah pertamanya, Saat Rendy berjalan di koridor kampus Rendy tak sengaja menabrak seseorang, " Oh, maaf aku tidak sengaja ", Ucap Rendy kepada Seseorang yang ia tabrak.


" Tidak apa-apa, Kamu mahasiswa baru ??", Tanya Pria tersebut.


" Iya aku mahasiswa baru, kamu sendiri??", Tanya Rendy balik.


" Iya, Oh iya perkenalkan namaku Andrew ", Ucap Andrew kepada Rendy.


" Aku Rendy ", Jawab Rendy sambil membalas jabatan tangan Andrew.


Kemudian mereka berdua memutuskan untuk menjalin persahabatan, mereka kini tengah berjalan bersama untuk mencari kelas mereka, semua mata wanita yang sedang duduk di bangku di buat terpesona oleh dua orang pria yang sedang berjalan bersama-sama.


Rendy dan Andrew memilih duduk di bangku yang bersebelahan, mereka terus bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing, Dan Andrew hampir tak percaya jika Rendy adalah mantan seorang Bodyguard yang sangat handal,


Sedangkan Andrew adalah seorang anak orang yang kaya yang mempunyai sebuah perusahaan.


" Rend, Bagaimana kamu bisa jadi seorang Bodyguard ??", Tanya Andrew penasaran.


" Hm... memangnya kamu sangat tertarik dengan cerita ku ", Ucap Rendy sambil tersenyum.


"Iya lah Rend, aku sangat kagum terhadap mu ", Ucap Andrew memuji.


" Gak perlu seperti itu, aku hanya Bodyguard biasa ", Ucap Rendy merendah.


Mereka pun akhirnya membicarakan tentang kehidupan mereka, kadang mereka juga tertawa seperti mereka sudah sangat lama saling kenal.


***


Ditempat lain, Sheila yang kini masih berada di kamarnya, merasa sangat malas untuk berangkat kuliah hari ini.


Jody pun juga sudah menunggunya terlalu lama, " Nona, Ini sudah hampir jam 8 ", Ucap Jody dari balik pintu.


Pak Farhan yang melihatnya pun juga merasa kasihan kepada Jody, Am" Sudahlah Jod, biar aku saja, Kamu tunggu dibawah ", Ucap pak Farhan.


" Baik tuan ", Akhirnya Jody pun berjalan menuruni anak tangga dan menunggu Sheila di luar rumahnya, ini merupakan hari pertama Jody bekerja tapi menurut Jody akan sangat berat ia menjalani nya.


" Sayang... She...", Panggil Pak Farhan dari balik pintu.


" Sayang, ayo keluarlah, kasihan Jody sudah menunggumu ", Ucap Pak Farhan kepada Sheila.


Pak Farhan akan membujuk putrinya dengan sangat halus, tidak menggunakan kata-kata kasar lagi, karena menurut Pak Farhan Sheila sudah benar-benar berubah sejak kedatangan Rendy kerumahnya.


Sheila akhirnya membuka pintu kamarnya, dengan wajah malasnya akhirnya Sheila mau untuk berangkat kuliah, " She, ayo semangat ", Ucap Pak Farhan menyemangati Sheila.


" Ayah tahu kamu masih tidak rela Rendy pergi kan ??", Tanya Pak Farhan kepada Sheila.


"Papa juga tahu, kamu menaruh hati kepada Rendy ", Ucap Pak Farhan yang membuat Sheila menatap Ayahnya.


" Bagaimana ayah tahu??", Tanya Sheila penasaran.


" Ayah bisa tahu dari matamu She, dari perlakuan mu kepada Rendy ", Ucap Pak Farhan.


" Apa Ayah melarang Sheila untuk menyukai Rendy ??", Tanya Sheila kepada Ayahnya.


" Ayah tidak melarang mu sayang, Ayah tahu Rendy sangat baik dan dia juga bertanggung jawab ", Ujar Pak Farhan.


" Jadi Ayah mohon, Jika kamu tidak bisa melakukan ini demi Ayah, lakukan lah semua ini demi Rendy, demi laki-laki yang kamu cintai ", Ucap Pak Farhan kepada Sheila.


Akhirnya Sheila pun tersenyum, Lalu Sheila turun untuk segera sarapan bersama sang Ayah dan segera berangkat kuliah.


Pak Farhan pun tersenyum, " Kamu sangat banyak membawa perubahan untuk putriku Rend", Ucap Pak Farhan.


" Aku harap kalian bisa berjodoh nantinya ", Gumam Pak Farhan dalam hatinya.


Diluar, akhirnya Jody dapat tersenyum senang, akhirnya Sheila mau untuk pergi kuliah hari ini.


" Sudah siap Nona ", Ucap Jody yang kini satu mobil dengannya.


Sheila pun hanya diam tidak mau menjawab.


Jody pun mengerti, ia akan mencoba sabar, Ia juga harus mengingat kata-kata Rendy bahwa dia harus lebih ekstra sabar menghadapi Nona Sheila.


Jody pun juga harus benar-benar bertahan untuk pekerjaan nya, Karena dia harus mengirimi uang setiap bulan untuk anak dan istrinya dikampung.


Setelah sampai di kampus Sheila melarang Jody untuk mengikutinya.


" Kamu gak usah ngikutin aku, cukup disini saja, aku tidak akan macam-macam ", Ucap Sheila kepada Jody.


Jody pun hanya mengangguk, setelah kepergian Sheila, Jody segera mengambil ponsel yang ada di saku celananya dan hendak untuk menelfon seseorang.


" Halo mas ", Sapa Jody dari balik telfon.


" Halo juga Jod", Jawab Rendy.


" Bagaimana hari pertama mu bekerja ??", Tanya Rendy kepada Jody.


" Yah, seperti yang kamu kira mas, Nona Sheila bersikap aneh kepadaku, Mungkin mas Rendy benar aku harus ekstra sabar untuk menghadapi Nona Sheila ", Ucap Jody.


" Aku harap kamu bisa bersabar dalam menghadapinya Jod ", Ucap Rendy.


" Iya Mas, terimaksih atas saran-sarannya, aku akan setiap hari menghubungi mas Rendy ", Ucap Jody.


" Iya Jod, sama-sama ", Ucap Rendy.


" Ya sudah mas ,maaf mengganggu mas Rendy pagi ini ", Ucap Jody.


" Iya tidak apa-apa Jod, aku merasa senang jika kamu mau mengajariku ", Jawab Rendy sambil tersenyum.


Akhirnya Rendy dan Jody pun mengakhiri panggilan mereka .


" Siapa Rend yang telfon, sepertinya kamu serius sekali ",Tanya Andrew penasaran.


"Dia Bodyguard baru pengganti ku untuk Sheila ", Ucap Rendy.


"Memangnya segitu susah kah menjaga Sheila yang kamu ceritakan itu??", Tanya Andrew.


" Iya And, Sheila memang sedikit keras kepala, tapi dia sangat baik ", Ucap Rendy sambil tersenyum.


Andrey pun kemudian tersenyum.


" Sepertinya aku merasa kamu sangat mengagumi Sheilamu itu ",Ucap Andrew.


" Aku tidak tahu And, tapi tadi malam, ketika aku akan berangkat kesini, rasa berat dihati ku terus mencegahku untuk meninggalkannya ", Ucap Rendy.


Andrew pun segera menepuk bahu Rendy untuk menenangkan nya, " Ingat Rend, kalau kalian berjodoh pasti akan dipertemukan kembali ", Ucap Andrew yang membuat Rendy tersenyum.


" Terimakasih, karena sudah mau menjadi temanku disini ", Ucap Rendy


***


Di kampusnya, Sheila kini hanya diam saja, Risa yang melihat Sheila tidak seperti biasanya hanya menemaninya sampai Sheila mau menceritakan semua masalah nya.


" Ris ", Ucap Sheila saat mulai membuka suaranya.


" Iya She, ada apa??", Tanya Risa.


Sheila akhirnya pun mendekat dan memeluk Risa dengan erat, Air mata Sheila pun tiba-tiba menetes tanpa bisa dicegah.


" Ris, Rendy sudah pergi, dia sudah pergi ninggalin aku sendiri ", Ucap Sheila.


" Maksud kamu apa she ??", Tanya Risa tidak mengerti.


" Rendy sekarang sudah pergi dari hidupku, dia sekarang berada di Jogja, dia sudah tidak bersamaku lagi ", Ucap Sheila.


" Ya ampun She, kamu yang bener, Terus kamu sekarang udah bebas dong??", Tanya Risa.


" Nggak Ris, ada pengganti Rendy yang menunggu ku diluar", Ucap Sheila.


Risa pun kini mengerti jika ada sesuatu yang membuat Sheila menangis seperti ini, Risa tahu jika Sheila sudah diam-diam mencintai Rendy.


Sheila pun hanya bisa menangis melepaskan semua bebannya kepada Risa temannya.


Sheila berharap bisa bertemu Rendy kembali seperti apa yang ayahnya bilang tadi pagi.