My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
27



" Ayah keluar dulu ya, kamu istirahat ", Ujar Pak Farhan sambil tersenyum ke arah putri nya.


Pak Farhan kemudian berjalan menuju ke arah ruang kerjanya, banyak foto mereka berdua yang tepajang hampir memenuhi satu ruangan tersebut.


Pak Farhan kemudian mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya, ia tarik laci yang ada di bawah mejanya, ia ambil sebuah buku yang terus ia simpan di dalam laci tersebut.


Terlihat Pak Farhan sedang mengambil sebuah foto, foto seorang wanita beserta seorang anak laki-laki disana.


" Kamu dimana Tika, Aku sudah mencari mu ke semua kota yang ada di negara ini ", Ujar pak Farhan sambil terus membelai foto tersebut.


Pak Farhan amat sangat merindukan ibu dari Sheila dan anak laki-laki nya yaitu Sandy kakak dari Sheila.


Pak Farhan sama sekali tidak pernah bercerita kepada Sheila tentang ibu dan kakak nya, pak Farhan dulu teramat merasa bersalah kepada istrinya karena satu kesalahan pahaman yang menyebabkan mereka pisah seperti ini.


Ada sedikit bulir air mata dan rasa penyesalan yang teramat dalam dari diri pak Farhan, Ia harus menceritakan ini, tapi ia bingung harus memulainya dari mana.


🌼 Flash back On 🌼


Hari itu dimana Sheila yang Masih berumur 5 tahun sedang berada di rumahnya bersama Bundanya, Sandy yang saat itu sudah berumur 10 tahun juga sedang bersama dengan nya di tempat itu, Sandy tengah memainkan mobil remote control nya yang baru dibelikan oleh Papanya ,


" Sayang, jangan di kenain ke Adek nya dong, kasihan Adek masih kecil ", Ujar Tika yang saat itu tengah menjaga Sheila yang masih kecil.


Sandy kemudian berpindah dari ruang tengah menuju ke halaman belakang,


Bunda Tika juga mengikuti sandy dengan menggendong Sheila, ia tidak mau sampai anaknya bermain yang tidak-tidak dihalaman belakang mengingat disana banyak sekali tanaman yang ia tanam beberapa hari yang lalu dengan Bi inem pembantu rumah tangganya.


" Nyonya, makan siang sudah siap ", Ujar bi inem memberi tahu kepada Nyonya tersebut.


" Iya Bi, makasih ya , maaf hari ini gak bantuin bibi sama sekali ", Ujar Bu Tika.


" Tidak apa-apa nyonya, ini sudah menjadi pekerjaan saya ", Jawab Bibi.


" Bi minta tolong jagain Sheila ya, saya mau panggil Sandy dulu ", Ujar Bu Tika menyerahkan Sheila ke gendongan Bi Inem.


Bu tika berjalan menghampiri putra nya tersebut, " Sayang, ayo makan dulu, nanti dilanjutin mainnya ", Ajak Bu Tika kepada Sandy.


Sandy merupakan anak yang penurut, ia tidak pernah sekalipun membantah perkataan bundanya.


Dikantor Farhan kini tengah mengecek berbagai macam map yang berada di atas mejanya, sesekali ia melirik jam yang ada di pergelangan tangannya.


" Sudah jam makan siang ternyata ", Ujar Farhan.


Farhan kemudian mengistirahatkan tubuhnya, sejenak, tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan masuklah seorang wanita cantik yang tak lain adalah Nessa, teman satu kampus Farhan yang masih mengejar nya sampai saat ini.


" Hai, apa aku mengganggumu ??", tanya Nessa yang tanpa di persilahkan langsung saja duduk di hadapannya saat ini.


Farhan sama sekali tidak merespon Nessa sehingga membuat Nessa kesal.


" Far, apa kamu tidak bisa melirikku sekali saja ", Ujar Nessa kesal.


" Sebenarnya mau kamu apa Nes, aku sudah beristri, dan aku juga tak tertarik kepada mu ", Ujar Farhan yang sudah emosi.


" Tapi aku cinta sama kamu far, kenapa kamu lebih memilih Tika sahabatku ", Ujar Nessa.


Nessa dan Tika sebenarnya adalah teman satu kampus, Nessa lah yang menyukai Farhan dan Farhan juga dekat dengan kedua wanita Tersebut.


Nessa saat itu langsung saja marah dan mengamuk di rumahnya, ia banting semua perabotan yang ada di rumahnya membuat Mama nya dan para pembantunya jadi takut.


" Apa yang kamu perbuat Ness, apa kamu sudah tidak waras ", Ujar Mama Nessa


" Biar mah, aku saat ini sedang marah, aku benci kamu Farhan, aku benci kamu Tika, kalian semua brengsek, kalian menipuku ", Ujar Nessa Dengan wajah yang penuh air mata.


Beberapa bulan kemudian Farhan dan Tika akhirnya menikah, Nessa yang di undang saat itu datang dengan senyum kepalsuannya.


" Aku akan membuat rumah tangga kalian berantakan, tunggu pembalasanku ", Ujar Nessa.


Mama Nessa yang mengetahui rencana jahat putrinya akhirnya mengirim Nessa keluar negri untuk mengurus butik yang ada di sana.


Waktu pun tak terasa ternyata sudah 10 tahun lebih Nessa disana dan sampai saat ini di belum juga bersuami, ia masih menanti Farhan cinta pertama nya yang sama sekali tidak bersambut.


Kini ia sudah kembali ke Indonesia dan kini sedang berada di dalam ruangan Farhan.


" Lebih baik kamu pergi Nessa, aku tidak ingin melihat mu ", ujar Farhan yang sudah muak.


Nessa sudah 3 kali ini datang ke kantornya dan sudah 3 kali juga Nessa merayu Farhan dan Farhan pun kembali menolaknya.


Nessa kali ini sudah merencanakan agar rumah tangga Tika dan Farhan hancur dan ia bisa menggantikan posisi Tika dirumah Farhan.


" Far, kamu yakin tidak melirikku, lihatlah aku ", Ujar Nessa yang semakin mendekat ke arah Farhan dengan pakaian minimnya.


Farhan sebenarnya teramat sangat jijik melihat tingkah Nessa yang sudah diluar batas kewajaran.


" Nes, apa yang kamu lakukan ", Ujar Farhan yang sedang mencekal tangan Nessa agar tidak mencoba memegang dadanya.


" Aku merindukan mu Farhan, ayo kita saling melepas kerinduan kita ", Ujar Nessa.


Di tempat lain tepatnya dibalik pintu sudah ada orang sewaan yang akan memotret semua adegan yang ada di dalam ruangan tersebut, Waktu yang diambil Nessa adalah waktu yang sangat pas, semua karyawan sudah meninggal ruangannya dan sedang istirahat makan siang, jadi Nessa bisa leluasa.melancarkan aksinya.


Nessa semakin mendekatkan wajahnya ke arah Farhan sehingga terlihat seperti sedang berciuman.


" Nessa kamu sungguh keterlaluan, sekarang aku minta kamu pergi sebelum aku sendiri yang akan menyeret kamu dari sini ", Ujar Farhan.


Nessa pun segera pergi meninggalkan ruangan Farhan setelah mendapat apa yang ia inginkan .


" Kita tunggu saja nanti Farhan, kalian akan berpisah ", Ujar Nessa tersenyum licik.


Nessa segera menyuruh orang yang tadi memotret nya untuk mengirim foto yang sudah diambil tadi.


Beberapa jam kemudian foto tersebut sudah sampai di depan rumah keluarga Farhan.


" Permisi nyonya, ada paket untuk nyonya ", ujar satpam yang berjaga di gerbang depan rumah Farhan.


" Oh, iya pak, Terimakasih ", ujar Tika tersenyum.


Tika langsung saja membuka amplop tersebut dan betapa terkejutnya saat melihat isi dari amplop tersebut,


Semuanya pun berjatuhan, ia tak dapat membendung lagi tangisannya membuat Bi inem yang berada di dapur berlari mendengar majikannya menangis.