
Sesampainya dirumah, Sheila langsung memasuki kamarnya, Pak Farhan juga sudah terlihat pulang dan sedang duduk santai di ruang tengah.
" Sepertinya ini waktu yang tepat untuk aku berbicara dengan Pak Farhan ", Ucap Rendy.
Rendy kemudian segera menghampiri Pak Farhan.
" Selamat Sore Pak ", Ucap Rendy tiba - tiba.
" Selamat sore juga Rend??," Ucap Pak Farhan.
" Maaf Pak, ada yang ingin saya bicarakan kepada Bapak ", Ucap Rendy.
" Iya Rend, ada apa?? ", Tanya Pak Farhan.
" Ayo silahkan duduk ", Ucap Pak Farhan.
Rendy segera duduk di sebelah kursi disamping Pak Farhan.
" Begini Pak, sebelumnya saya minta maaf kepada Bapak, Tapi sebelum itu saya ingin memberitahu Bapak perihal saya yang akan mengundurkan diri sebagai Bodyguard Nona Sheila", Ucap Rendy.
Pak Farhan nampak kaget dengan apa yang dikatakan Rendy, " Kenapa Rend??, Apa ada masalah antara kamu dan Sheila ", Tanya Pak Farhan.
" Tidak Pak, saya sama sekali tidak ada masalah dengan Nona Sheila.
Saya mengendurkan diri karena saya ingin melanjutkan Kuliah S2 saya Pak ", Ucap Rendy.
" Saya baru saja mendapatkan beasiswa S2 diluar kota, jadi saya tidak ingin melewatkan kesempatan ini Pak ", Ucap Rendy.
Pak Farhan yang mendengar penuturan Rendy hanya manggut - manggut saja, ia juga tidak ingin memaksa Rendy untuk tetap menjadi Bodyguardnya sheila.
" Baiklah Rend, jika itu sudah menjadi keputusanmu, Bapak tidak bisa memaksamu", Ucap Pak Farhan.
" Terimaksih Pak ", Ucap Rendy.
" Kapan kamu akan barangkat kesana? ", Tanya Pak Farhan.
" Bulan depan Pak, jadi saya akan disini sampai akhir bulan ", Ucap Rendy.
" Baiklah Rend, Gunakan waktu satu bulan ini dengan sebaik mungkin ", Ucap Pak Farhan.
" Terimakasih atas kebijaksanaan Bapak, kalau begitu saya mau ke kamar dulu Pak ", Ucap Rendy.
Rendy kemudian berlalu dari hadapan Pak Farhan, Sebenarnya Rendy juga berat meninggalkan pekerjaannya ini, apalagi ia teramat berat untuk meninggalkan Nona nya tersebut, tapi ia sangat ingin menempuh S2 nya, dan kesempatan ini sudah datang, ia tidak mau menyia - nyiakan kesempatan ini.
Sama halnya dengan Rendy, Pak Farhan sebenarnya juga sangat amat berat untuk melepaskan Rendy, tapi ia juga tak mau memaksakan kehendaknya, Rendy juga punya pilihan sendiri.
Ia sudah merasa sangat cocok dengan Rendy, ia mampu menjaga Sheila dengan penuh rasa tanggung jawab, bahkan ia rela mengorban kan dirinya demi Sheila, Putrinya.
" Seperti nya aku akan memulai mencari pengganti Rendy mulai dari sekarang ", Ucap Pak Farhan.
Pak Farhan kemudian berdiri dan berjalan ke arah kamarnya.
Rendy kini yang tengah berada dikamarnya kini tengah bersiap untuk mandi dan membersihkan badannya, Guyuran air dapat membuat otak nya semakin bisa berpikir dengan jernih.
Rendy masih memikirkan Sheila yang tiba - tiba saja tidak memperdulikan Adrian kekasihnya yang selalu ia puja - puja itu.
" Kenapa dengan Nona Sheila ya?? ", Tanya Rendy dalan hati dengan masih rasa penasaran nya.
Setelah ia selesai mandi ia kemudian memakai baju santai rumahan, Kaos pendek dan celana pendek.
Tak lupa juga ia segera mengambil handuk kecik dan menggosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil yang ia bawa tadi.
Tak lama setelah itu ponselnya pun berbunyi, kemudia Rendy segera berjalan dan meraih ponsel yang ia letakkan di atas meja nakas tersebut.
Nama Feli langsung saja muncul ketika ia melihat panggilan yang sudah berbunyi sedari tadi.
" Halo Fel, ada apa?? ", Ucap Rendy pertama kali.
" Nggak apa-apa kak, cuma kangen aja sama kakak, rumah jadi sepi lagi ", Ucap Feli manja dengan Kakaknya.
" Hm.. kamu tuh, kakak kira ada apa ", Ucap Rendy.
" Gimana kerja kakak hari ini ", Tanya Feli.
" Alhamdulillah Fel, lancar ", Jawab Rendy.
Mereka pun asik berbincang dari balik telfon.
Sheila yang tadi keluar kamarnya melihat Rendy yang tengah bertelefon menjadi sangat kesal.
" Telfonan sama siapa sih, kok kayaknya bahagia banget", Ucap Sheila yang sedikit menguping.
Sheila akhirnya pergi dan menuju taman samping rumahnya.
Sheila kini tengah termenung sendiri, ia merasa aneh dengan parasaannya saat ini
" Mengapa aku jadi sesakit ini melihat Rendy bersama seorang wanita ", Gumam Sheila dalam hati.
Ia juga bingung, kenapa perasaannya kepada Adrian hilang begitu saja, Sheila menarik rambutnya dengan kesal.
ia sekarang menjadi malas jika berbicara dengan Adrian, bahkan untuk melihatnya saja ia juga tak bersemangat.
" Apa yang terjadi kepada diriku ", Ucap Sheila.
" Apakah Nona sakit? ", Tanya seseorang yang tiba - tiba muncuk dibelakang Sheila.
Sheila terperanjak kaget setelah mendengar suara Rendy, " Aku tidak apa-apa , Aku baik - baik saja ", Ucap Sheila.
Kemudian rendy berjalan ke arah depan
" Bolehkah saya duduk disini Nona?? ", Tanya Rendy.
" Duduk saja, tidak ada yang melarang mu ", Ucap Sheila.
Setelah Rendy duduk disamping Sheila, Sheila melihat penampilan Rendy yang tidak seperti biasanya, dengan kaos tipis dan celana pendek, membuat ia semakin tampan.
Aroma parfumnya yang maskulin ditambah lagi dengan rambut basahnya setelah mandi membuat kadar ketampanan Rendy naik di atas rata - rata.
Tidak ada pembicaraan apapun diantara mereka, mata mereka saling memandang keatas melihat gemerlap bintang di langit yang cerah malam ini.
" Bukankah malam ini sangat indah Nona ", Ucap Rendy.
" Iya Rend, Malam ini sangat indah, aku sangat menyukainya ", Ucap sheila dengan nada lembut.
Tak lama kemudian terlihat bintang jatuh
" Nona, lihatlah ada bintang jatuh ", Ucap Rendy.
Sheila kemudian mendongakkan kepalanya menatap langit tersebut.
" Bukannya kata orang jika melihat bintang jatuh boleh meminta satu permintaan", Ucap Rendy.
Sheila kemudian menatap Rendy tak percaya.
" Apa kamu percaya Rend?? ", Tanya Sheila.
" Kita coba saja Nona ", Ucap Rendy.
Kemudian mereka menutup mata mereka sejenak untuk meminta satu permintaan masing - masing.
Setelah itu mereka membuka matanya kembali.
" Apa yang Nona minta ", Tanya Rendy.
" Itu rahasia Rend", Ucap Sheila.
" Dan kamu, Apa yang kamu minta Rend?? ", Tanya Sheila kembali.
" Sesuatu Nona, dan itu juga rahasia ",Ucap Rendy tak mau kalah.
" Kau curang Rend", Ucap Sheila menatap Rendy.
" Kenapa aku yang jadi curang ", Tanya Rendy.
Mereka pun kemudian tertawa bersama.
" Aku pikir selama ini kamu sangat menyebalkan Rend?? ", Ucap Sheila.
" Bagaimana Nona bisa berpikiran seperti itu", Tanya Rendy.
" Entahlah Rend, tapi jujur ketika pertama kali aku melihatmu kamu tampak sangat menyebalkan sekali ", Ucap Sheila.
" Tapi adik saya tidak berkata seperti itu Nona, Adik saya mengatakan saya orangnya sangat menyenangkan ", Ucap Rendy.
" Kamu punya adik?? ", Tanya Sheila penasaran.
Rendy pun mengeluarkan ponselnya, ia membuka galeri fotonya dan memperlihatkan foto Feli saat bersama dengannya di mall waktu itu.
Sheila sangat kaget melihat foto itu,
" Ternyata dia adiknya, aku sempat berfikaran buruk kepada Rendy", Ucap Sheila dalam hati.