My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
34



Didepan kampus terlihat dua orang tengah mengawasi seseorang, mereka berdua masih berada di dalam mobil dan masih mengedarkan pandangannya dari balik jendela mobil.


" Menurut informasi yang kita dapat, adik Bos kuliah disini ", Ujar salah seorang yang kini juga tengah mengawasi Sheila.


Namun Sheila saat ini.


" Kita tunggu saja, jangan sampai hari ini kita tidak dapat informasi sama sekali ", Ujar salah satu temannya.


Sementara itu Sheila kini tengah keluar dari dalam kelasnya bersama Risa dan diikuti oleh Jody dari belakang.


" Ris ikut gue aja ", Ujar Sheila menawarkan tumpangan kepada Risa.


" Boleh juga She, lagi pula kita pulang cepat hari ini, kalau gitu gue telfon supir gue dulu biar gak jemput gue ", Ujar Risa.


Hubungan Risa dan Andrew juga semakin dekat saat ini, tapi mereka belum ada ikatan sama sekali hanya sebatas teman curhat.


Sheila dan Risa kemudian berjalan menuju ke arah mobil mereka dan segera masuk.


" Eh, itu bukannya orang yang sedang kita cari", Ujar salah satu orang suruhan tersebut.


Salah satu dari mereka pun mengambil ponsel dari sakunya dan segera memotret Sheila yang akan masuk kedalam mobilnya.


" Ayo kita pergi ", Ujar salah satu teman orang suruhan tersebut.


Mereka pun segera pergi setelah mendapat foto Sheila,


Kedua orang tersebut langsung saja mengira jika itu Sheila karena menurut informasi yang ia dapat Sheila di ikuti oleh seorang bodyguard, jadi dari sebagian banyak mahasiswa di kampus tersebut hanya Sheila saja yang sedang diikuti oleh seorang bodyguard tersebut.


Kedua orang tersebut langsung pergi dari depan kampus dan segera pergi menuju apartemen Sandy dan segera melaporkan semua apa yang mereka lihat.


Didalam mobil Sheila, kini mereka bertiga tengah berjalan menuju ke arah rumah Risa terlebih dahulu, tapi mengingat waktu sudah menunjukkan jam makan siang, jadi Sheila bermaksud untuk mengajak Risa dan Jody makan siang terlebih dahulu.


" Ris, gimana kalau kita makan siang dulu, udah lapar nih ", Ujar Sheila yang merasa perutnya sudah sangat keroncongan.


" Boleh she, aku juga sudah lapar ", Ujar Risa.


" Jod kita singgah ke Resto dulu ", Ujar Sheila memberi tahu Jody agar mencari resto terdekat.


" Iya Nona " Jawab Jody sambil terus menatap lurus jalan didepannya, Jody segera mencari resto terdekat agar bisa segera mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.


Jody segera membelokkan mobilnya menuju ke resto yang cukup terkenal di kotanya, Sheila dan Risa segera turun dan Jody mengikutinya dari belakang.


Sheila memilih meja yang berdekatan dengan jendela karena ia ingin merasakan hawa sejuk dari pohon yang ada di samping resto tersebut, Tempat ini bukan full kaca melainkan ada beberapa kayu untuk membuat ventilasi udara agar pengunjung bisa merasakan hawa sejuk yang berasal dari pepohonan yang ada di sekita tempat tersebut.


Setelah mereka bertiga duduk mereka segera memesan makanan untuk dirinya masing-masing, Sambil menunggu makanan yang mereka pesan mereka bertiga kini di sibukkan dengan ponsel mereka masing-masing.


Sheila yang kini sedang membalas chat dari Rendy, dan Risa juga tengah sibuk menulis sesuatu untuk Andrew, sedangkan Jody sudah selesai menghubungi istrinya yang ada di kampung, Jody memperhatikan kedua wanita yang ada dihadapannya sedang tersenyum sendiri menatap layar ponsel mereka masing-masing.


" Dasar wanita-wanita aneh ", Gumam Jody dalam hatinya.


Jody sebenarnya tahu jika kedua wanita tersebut sedang di mabuk cinta dengan laki-laki yang berbeda tetapi di satu tempat yang sama , entah kapan mereka akan dipertemukan kembali.


Tak lama kemudian makanan yang mereka pun datang dan mereka langsung menyantapnya.


Setelah selesai mereka segera pergi mengantar rusa pulang, tak perlu memakan waktu lama, 15 menit kemudian mereka sudah sampai di depan rumah Risa.


" Makasih ya She ", Ujar Risa yang kemudian keluar dari mobil Sheila.


" Kamu gak mampir dulu ", Lanjut Risa yang menawari Sheila dan Jody.


" Makasih Ris, aku harus segera pulang ", Jawab Sheila.


Jody segera mengemudikan mobilnya menuju ke rumah Sheila, selesai sudah tugas menjaga Sheila hari ini, tidak teramat berat jika sudah berada di dalam rumah.


🏵️🏵️🏵️


Di apartemen Bunda Tika dan Sandy kini kedua orang tersebut sudah sampai dan sudah duduk di sofa dengan Sandy dan bunda Tika.


" Ini bos ", Ujar salah satu dari mereka menyerahkan beberapa foto Sheila saat di kampus tadi.


Bunda Tika dengan segera mengambil foto yang berada di dalam amplop coklat tersebut, tangis bunda Tika pun pecah saat melihat putrinya yang sudah besar dan cantik.


" Sand, lihat adikmu dia sudah besar bahkan dia sangat cantik sekarang ", Ujar bunda Tika sambil memperlihatkan foto Sheila kepada Sandy.


Sandy pun segera melihat foto tersebut, sangat cantik, memang sangat cantik Sheila saat ini sehingga orang yang melihatnya pun akan kagum kepada wanita ini.


" Wajahnya mirip Sandy ma ", Ujar Sandy yang memperlihat kan kemiripan dirinya dengan Sheila.


" Iya, kalian lebih mirip ayah kalian ", Ujar bunda Tika.


" Bund, Sandy berjanji akan mempertemukan Sheila dengan Bunda ", Ujar Sandy sambil memegang tangan bundanya.


Sudah saatnya Sheila mengetahui jika dirinya masih mempunyai sesosok ibu dan seorang kakak.


" Kerja kalian bagus, ini bayaran kalian ", Ujar Sandy sambil menyerahkan amplop berisi uang untuk kedua orang suruhannya.


" Terimakasih bos, kalau bos butuh lagi dengan kami, kami siap membantu bos ", Ujar kedua orang tersebut sambil berpamitan kepada Sandy.


" Bund, bunda mau ketemu Sheila ??", Tanya Sandy yang ingin sekali membuat bundanya tersenyum.


" Iya sand, Bunda ingin sekali, ayo kita pergi sekarang, bunda juga sudah siap bertemu ayahmu ", Ujar bunda Tika yang sudah tidak sabar.


" Bunda, bukan sekarang, Sandy atur duku waktu nya kapan, Sandy tidak mau jika Sheila kaget dengan kedatangan kita ", Ujar Sandy.


" Tapi kapan sand, bunda sudah ingin sekali memeluk adikmu ",


" Sandy janji bunda secepatnya ", Ujar Sandy.


Sandy kini berpikir, bagaimana dia akan bertemu dengan Sheila, dan dimana dia harus menemuinya.


Sandy kemudian punya ide yang Sandy pikir itu akan berhasil.


" Bunda , besok Sandy akan mempertemukan bunda dengan Sheila", Ujar Sandy.


" Benarkah?", Tanya bunda Tika sambil tersenyum.


" Iya Bund, Sandy janji besok kita akan bertemu Sheila ", Jawab Sandy dengan penuh keyakinan.


Sheila saat ini sedang berada di dalam perjalanan menuju ke rumahnya, tiba-tiba ponselnya pun berbunyi dan terlihat ayahnya yang sedang menelepon nya.


" Halo yah, Assalamualaikum ??", Ucap Sheila saat menerima panggilan ayahnya.


" Waalaikum salam sayang, kamu dimana ??", Tanya Pak Farhan.


" Sheila sekarang lagi dijalan, mau pulang yah", Jawab Sheila.


" Baiklah, tunggu ayah pulang she, kamu jangan kemana-mana ", Ujar Pak Farhan kepada Sheila.


" Baik yah ", Jawab Sheila dan kemudian mengakhiri panggilan nya.