My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
50



Malam merupakan malam terbaik untuk Sheila, kini ia berada di dalam apartemen bundanya bersama dengan kakaknya juga, entah bagaimana perasaan Sheila saat ini, yang jelas Sheila sangat senang sekali.


Mereka bertiga kini berada di dalam satu meja makan, Sheila terlihat tidak membiarkan sang bunda untuk bekerja sendiri, ia lebih memilih untuk mengambil alih semuanya, meskipun Sheila belum terbiasa, Sheila ingin menunjukkan kepada bundanya jika dirinya tak lagi manja.


Sandy pun sangat senang, Sandy bisa melihat bunda nya sebahagia seperti ini saja sudah sangat bersyukur, memang ini yang dinantikan oleh oleh bunda nya sejak dulu, busa berkumpul bersama putrinya yang pernah ia tinggalkan dulu.


Sheila terlihat mengambilkan makanan di piring bunda dan kakaknya, meskipun bundanya menolak tapi Sheila tetap memaksa, ia ingin berbakti kepada bundanya.


"Sudah sayang, nasinya kebanyakan", Ucap Bu Tika kepada Sheila dan Sheila kemudian mengangguk dan berhenti menyedikan nasi di piring bundanya.


Sheila kemudian beralih ke piring lauk, menuangkan lauk Tersebut di piring sang bunda juga.


"Sudah Bun??", Tanya Sheila dan Bu Tika pun mengangguk dengan tersenyum.


"Terimakasih sayang", Ucap Bu Tika, dan Sheila pun tersenyum kepada bundanya.


"Hmm kak, mau aku ambilin juga??", tanya Sheila, walaupun sempat sedikit kesal, namun nyatanya Sheila kembali seperti biasa, ia tidak mau hubungan nya dengan kakaknya akan retak.


"Boleh", Ucap Sandy tersenyum, dan Sheila pun segera mengambil makanan untuk kakaknya.


Mereka pun kini makan malam bersama, ada rasa bahagia, tapi ada yang kurang menurut Sheila, yaitu ayahnya, jika bunda dan ayahnya kembali rujuk, maka keluarganya akan utuh kembali dan Sheila pun menjadi sangat senang, tapi itu hanya sebatas angan-angan nya saja, ia tak mau mengutarakan nya, biarlah itu menjadi urusan orang tua mereka, jika mau rujuk kembali Sheila akan senang, dan apabila mereka memilih untuk sendiri-sendiri Sheila pun tak dapat memaksa, yang terpenting keluarga mereka masih saling menyayangi.


Setelah makan malam selesai, dan setelah membereskan semuanya, kini mereka duduk bersama di ruang tengah, mereka masih sibuk berbicara, menceritakan apa saja yang Sheila lalui selama ini, kehidupan bersama ayahnya tanpa bundanya selama ini.


Bu Tika menjadi merasa bersalah, ia tak dapat melihat perkembangan Sheila, mendampingi Sheila dan menjadi tempat Putrinya itu berkeluh kesah.


"Maafkan bunda sayang, bunda tidak bermaksud meninggalkan mu selama ini", Ucap Bu Tika yang sudah berkaca-kaca.


Sheila kemudian memeluk bundanya,


"Itu semua bukan salah bunda, mungkin jalan hidup keluarga kita harus seperti ini bund, dan Sheila sekarang bahagia bisa dipertemukan dengan bunda dan kak sand", ucap Sheila.


Sandy juga mendekat, ia juga mendekap kedua wanita yang sangat penting itu dalam hidupnya.


Sandy juga merasa keluarganya sudah lengkap saat ini, selama ini dia hanya hidup berdua saja dengan bundanya di luar negri, kini tinggal dirinya yang akan mencari pendamping hidup, pendamping yang akan melengkapi hidupnya, tapi siapa??, ia belum menemukan wanita itu sampai saat ini.


Kini ponsel Sandy berbunyi,dan dia segera melepas pelukan nya, diambil ponsel yang ia letakkan dia atas meja, Nama Bella kini berada di layar ponsel yang sedang menyala tersebut, Sandy lagi-lagi sedikit malas, kenapa wanita ini sekarang malah memanggil nya via video call, dan Sandy pun tak jadi menyentuh nya.


Bu Tika melihat ponsel Sandy yang dibiarkan saja, "Kenapa tidak diangkat Sand?", Tanya Bundanya.


"Malas aja bund, palingan cuma omongan tidak penting", Ucap Sandy, Bu Tika pun menggeleng-gelengkan kepalanya, ia ia tahu siapa yang sedang menghubungi putranya tersebut.


"Sand, ayo angkat, bunda tahu Bella kan yang telfon, ayo angkat, kalau kamu tidak mau biar bunda aja yang angkat telfonnya", Sandy akhirnya menuruti permintaan bundanya, meskipun agak malas, tapi Sandy tak mau mengecewakan bundanya tentunya.


"Hay sand, apa kabar??", tanya Bella dengan senyum mengembang nya.


Sandy dapat melihat jika Bella sangat bahagia sekali bisa melihat dirinya, dan Sandy pun berubah pikiran, ia tak mau mengecewakan gadis ini, gadis yang selalu mengikutinya di manapun ia berada.


"Aku baik, dan bunda juga sehat", ucap Sandy sambil mengarahkan ponselnya ke arah bundanya.


Bu Tika terlihat tersenyum kepada Bella, gadis yang sama-sama dari Indonesia itu mengikuti orang tua nya yang pindah ke Sydney, dan ia juga masih punya keluarga di Indonesia.


"Hay Bunda, bunda apa kabar, Bella jadi kangen sama Bunda??", Ucap Bella, tapi kini pandangan Bella tertuju pada gadis yang berada di samping Bu Tika.


Wajah Bella yang tadinya ceria kini mulai perlahan redup, siapa gadis yang tengah bersama bundanya Sandy, dan apa hubungannya dengan Sandy.


"Alhamdulillah bunda sehat sayang, kamu apa kabar juga, bunda jadi kangen juga sama kamu", Memang Bella dan Bu Tika sangat akrab, Bella sering berkunjung untuk sekedar menemani Bu Tika mengobrol.


"Bella baik bunda", ucap Bella yang kini terlihat kurang semangat.


"Oh iya, bunda mau ngenalin seseorang sama kamu sayang, ini coba kamu lihat", ponsel Sandy kini terarah ke wajah Sheila, menampakkan wajah Sheila yang tak kalah cantik dari Bella.


Mungkin Bella dengan Sheila seumuran, terlihat dari wajahnya yang juga terlihat tak beda jauh.


"Sayang, kenalkan ini Sheila, ini Putri bunda yang selama ini Bunda cari, dia ini adik kandung sand", ucap Bu Tika memperkenalkan putrinya.


Wajah Bella kini kembali berubah, kembali menampilkan wajah ceria nya, Bella kira gadis itu adalah kekasih Sandy, namun nyatanya dia adalah adik dari Sandy.


"Hay She, aku Bella, aku juga tinggal di Sydney", ucap Bella,


"Hay juga Bel, senang bisa mengenalmu", ucap Sheila kepada Bella.


"Kapan-kapan kita jalan bareng, pasti seru bisa jalan berdua sama kamu", ucap Bella dan Bu Tika dan Sheila pun mengerutkan keningnya,


"Maksud kamu apa sayang??", tanya Bu Tika tak mengerti.


"Bella mau pulang ke Indonesia juga bunda, Bella mau tinggal sama nenek", Ucap Bella, dan Bu Tika pun kembali tersenyum.


"Wah,kapan itu??" Tanya Bu Tika yang sudah antusias, Bu Tika tahu jika Bella ini menyukai Putranya, hanya saja Sandy masih belum membuka hatinya untuk Bella.


"Minggu ini bunda, pasti kalau Bella sudah sampai yang akan Bella hubungi adalah Bunda dan Sandy",


Bu Tika pun mengangguk dan ia kembali mengembalikan ponsel milik putranya agar Bella bisa berbicara dengan Sandy putranya, Bu Tika juga berharap jika Sandy bisa membuka pintu hatinya untuk Bella, bunda Tika sangat yakin jika Bella adalah wanita baik dan dia juga tulus mencintai Sandy putranya.