
Andrew terlihat masih memandang Risa yang sedari tadi diam,
Kediaman Risa membuat Andrew semakin penasaran dengan sosok perempuan cantik ini.
" Besok bukannya hari terakhir kamu disini She ??", Tanya Rendy.
" Iya Rend, besok acara kita cuma liburan karena tugas kita semua sudah selesai ", Ujar Sheila.
" Bagaimana kalau kita liburan bareng " ujar Rendy membuat semua orang yang ada di meja tersebut menatap Rendy.
" Maksut lo kita semua liburan bareng gitu ", Ujar Andrew.
" Iya kita semua, termasuk Jody ", Ujar Rendy tersenyum kepada Jody.
" Baiklah kalau begitu aku setuju ", Ujar Jody.
" Aku juga setuju ", Ujar Sheila penuh semangat.
" Gimana lo Ris, Lo mau ikut kita apa gak ", Ujar Sheila.
" Ya gue ikut Lo aja she ", Ujar Risa yang membuat Andrew tersenyum penuh arti.
" Ok, jadi besok gue akan konfirmasi sama dosen biar gak nungguin kita ", Ujar Sheila.
Setelah lama berbincang-bincang, Sheila, Risa dan Jody kini berpamitan pulang, tak lupa Sheila menyerahkan jaket yang ada di tas nya kepada Rendy.
" Makasih ya Rend " Ujar Sheila.
" Iya sama-sama ", Jawab Rendy dengan tersenyum.
Mereka kemudian keluar dari kampus dan segera pergi menuju hotel tempat mereka menginap.
🌼🌼🌼🌼
Keesokan harinya mereka tengah berkumpul didepan hotel untuk menunggu kedatangan Rendy dan Andrew, tak lama setelah itu dia orang yang tengah ditunggu itupun akhirnya datang dan segera menepikan mobil mereka.
Rendy terlihat memakai kaos oblong dan celana pendek membuat kadar ketampanan Rendy semakin terlihat.
Begitu juga dengan Andrew, dia juga tengah mengenakan celana panjang dan kemeja santai yang lengannya di gulung Samapi siku dan tak lupa kaca mata hitam yang membuat Risa menjadi tak berkedip sama sekali.
" Sudah siap ??", Tanya Rendy yang langsung diangguki oleh Sheila.
" Biar aku yang mengemudikan mobilnya mas", Ujar Jody.
" Tak perlu Jod, biar aku, hari ini kamu aku bebaskan dan kamu bisa santai ", Ujar Rendy tersenyum.
" Baiklah mas, Terimakasih ", Ujar Jody.
Para wanita pun sudah masuk terlebih dahulu kedalam mobil,
Sheila yang duduk didepan bersama Rendy, dan Risa yang duduk di belakang bersama Andrew.
Jody pun menginginkan ia duduk sendiri di bangku paling belakang karena ia ingin leluasa menelfon istrinya saat perjalanan nanti.
" Sudah siap semuanya ", Tanya Rendy.
" Sudah, tinggal berangkat aja ", Ujar Andrew menjawab.
Merek pun kini berangkat menuju tempat wisata terdekat karena Sheila tidak mau terlalu jauh dari hotel yang ia tempati saat ini.
Beberapa jam kemudian rombongan mereka telah sampai di tepat yang mereka tuju, segera Rendy keluar dan disusul oleh Sheila dengan membawa tas yang selalu ia bawa kemana-mana, dan Rendy pun juga tengah membawa tas ransel kecil yang tak membuat ia kerepotan.
Rendy kemudian mengenakan kacamata hitamnya dan berjalan menuju ke arah loket pembayaran.
Setelah selesai melakukan pembayaran Rendy dan lainnya segera masuk kedalam tempat wisata tersebut.
Sheila kini berjalan disamping Rendy,tanpa sadar tangan mereka kini saling memegang erat satu sama lain.
" Udah cepetan di jadiin, nanti keburu diambil orang ", Ujar Andrew kepada Rendy.
Rendy yang tak mengerti dengan perkataan Andrew langsung saja tersadar dengan apa yang ia lakukan bersama Sheila.Segera Rendy melepas genggaman tangannya yang membuat Rendy sekarang tampak salah tingkah sendiri.
Kini mereka berjalan saling merenggangkan jarak mereka dan seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa.
Setelah menemukan tempat yang menurut mereka pas, mereka segera menggelar alas untuk mereka duduk.
Andrew dan Risa duduk berdekatan sedangkan Jody hanya sendiri sambil menatap pandangan disekitar tempat wisata tersebut.
Andrew berinisiatif ingin mengajak Risa jalan berdua tanpa ada pengganggu, dengan anggukan Sheila dan Rendy akhirnya Risa pun mengikuti Andrew dari belakang.
Andrew kini masih berjalan dengan perlahan agar bisa mensejajarkan langkah kaki nya dengan Risa yang berjalan pelan dibelakangnya.
Lain halnya dengan Sheila dan Rendy, mereka masih tetap duduk di tempat mereka tanpa bergerak sama sekali.
Jody yang merasa ia kini menjadi obat nyamuk untuk mereka segera pergi meninggalkan mereka berdua.
" Jod, kami mau kemana ??", Tanya Rendy yang melihat Jody beranjak dari tempat duduknya.
" Aku mau jalan-jalan aja menikmati pemandangan ", Ujar Jody yang tetap pergi meninggalkan mereka berdua.
Mereka berdua kini saling pandang dan sesekali saat manik mata mereka bertemu mereka langsung menundukkan kepala mereka secara bersamaan.
" Kapan kamu akan kembali ke Jakarta Rend ??", Tanya Sheila membuka suara.
" Belum tahu She, kalau jadwal kuliahku tidak padat aku usahakan akan pulang untuk menjenguk Bapak dan ibu, Feli juga sering telfon menanyakan kapan aku pulang ", Ujar Rendy.
" Oh ya She, bukannya Feli sekarang satu kampus denganmu ??", Tanya Rendy kepada Sheila.
" Iya aku sesekali bertemu dengan Feli, tapi karena jam kuliah kita juga beda ", Ujar Sheila.
" She, boleh aku bertanya ??", Ujar Rendy dengan menatap mata Sheila dengan tajam.
" Iya apa Rend ", Jawab Sheila yang sedikit gugup karena mata tajam Rendy masih terus menatap nya tanpa berkedip sama sekali.
" Apa kamu merindukanku selama ini ??", Tanya Rendy mengulang pertanyaan Sheila yang pernah dikatakan waktu lalu.
" Mendengar perkataan Rendy Sheila tampak bingung harus menjawab seperti apa kepada Rendy.
" Hm... aku.. aku... ", Ujar Sheila yang tidak bisa meneruskan kata-katanya.
Melihat Sheila yang tampak gugup, Rendy kemudian berpikir bahwa Sheila sama sekali tidak merindukan nya.
Rendy kini sadar siapa dirinya dan siapa Sheila, status sosial mereka ibarat langit dan bumi, "Tak mungkin jika Sheila merindukan aku yang hanya mantan bodyguard nya ", Gumam Rendy dalam hatinya.
Melihat Sheila sama sekali tidak meneruskan kata-katanya membuat Rendy akhirnya membuka suaranya Kembali.
" Aku rasa aku hanya salah paham selama ini", Ujar Rendy yang menampakkan wajah sedihnya.
" Rend, bukan itu maksud ku ", ujar Sheila ingin menjelaskan kepada Rendy.
" Sudah lah she, aku tau kamu tak mungkin merindukan ku ", Ujar Rendy.
" Bukan begitu Rend, sebenarnya aku, aku ", Ujar Sheila yang lagi-lagi kata-kata Nya di potong terlebih dahulu oleh Rendy.
" Lebih baik kita tidak usah membicarakan itu lagi ", Ujar Rendy.
Wajah keduanya kini tampak terlihat menahan rasa yang selama ini mereka pendam, namun karena kesalahpahaman membuat mereka kini tambah tidak bisa menyatakan perasaan mereka selama ini.
Tak lama kemudian Jody datang dan melihat keanehan wajah dari merek berdua, sebelum ia tinggalkan wajah mereka terlihat bisa saja tapi sekarang wajah Rendy dan Sheila nampak berbeda.
" Aku tinggal kesana duku Jod, kamu disini saja temani Sheila ", Ujar Rendy yang sekarang pergi meninggalkan Sheila yang tampak sudah berkaca-kaca.
Jody kini mengerti telah terjadi sesuatu saat ia meninggal kan mereka berdua, tapi entah apa Jody pun juga tak ingin mencari tahu.