My Bodyguard Is My Husband

My Bodyguard Is My Husband
40



Bayangan masa lalu pun kembali teringat, laki-laki yang masih ia cintai ini kini berada di hadapannya, dan menatapnya dengan tatapan tidak percaya,


Pak Farhan terdiam kalau tanpa bersuara, begitu juga dengan Bu Tika, kedua orang tua ini kini saling memandang satu sama lain tanpa Sheila sadari.


" Assalamualaikum bunda ", Ucap Sheila dan membuat bunda Tika kembali tersadar dari lamunannya.


" Wa- Alaikum salam sayang ", Jawab bunda Tika dengan terbata-bata.


Bunda Tika tak menyangka jika secepat ini ia akan bertemu dengan Farhan, orang yang dulu pernah ia cintai sampai sekarang dan juga merupakan ayah dari kedua anaknya.


Pak Farhan masih diam terpaku, ia juga tidak menyangka akan bertemu dengan Bundanya Sheila dan Sandy putranya.


" Tika !!!", Panggil Farhan kepada Tika saat mereka masih saling berhadapan.


Ada tatapan kerinduan dari mata pak Farhan, ia ingin sekali memeluk wanita yang menjadi ibu dari anak-anaknya tersebut.


Sheila pun menoleh, " Ayah kenal sama bunda Tika ??", Tanya Sheila yang memutar tubuhnya menghadap ke arah ayahnya.


Bu Tika dan pak Farhan kini saling tatap, bagaimana caranya agar bisa menjelaskan kepada Sheila.


Didalam apartemen nya, Sandy yang sedari tadi menunggu bundanya tak kunjung masuk akhirnya menyusul keluar, Pemuda tampan itu penasaran dan samar-samar mendengar suara orang yang sedang berbicara didepan.


Sandy berbicara sambil berjalan


" Bund, kok gak masuk-masuk ??", Tanya Sandy, kemudian Sandy muncul membuat pak Farhan kembali menatap seseorang yang baru saja keluar dari dalam.


Bu Tika kembali terdiam, Sandy pun juga terdiam, Setelah sekian lama akhirnya Sandy bisa melihat wajah Ayahnya kembali.


Sheila menatap ke arah 3 orang tersebut, ada apa, kenapa semua orang tiba-tiba terdiam.


" Yah, Ayah kenal sama bunda Tika ??", Tanya Sheila lagi, Bu Tika pun kini memegang tangan putranya, ia tidak sanggup melihat apa yang terjadi selanjutnya.


" She, maafkan ayah nak ", Ujar pak Farhan kepada Sheila.


Sheila tak mengerti arah pembicaraan ayahnya,


" Kenapa minta maaf yah, memangnya ayah punya salah apa ??", Sheila pun masih bingung.


" She, mungkin sudah saat nya kamu tahu semuanya sayang ", Ujar pak Farhan.


Mata pak Farhan kemudian mengarah ke arah Bu Tika dan Sandy, dan mereka pun mengangguk.


Tidak ada rasa marah ataupun dendam pada diri Sandy, ia tahu ayahnya tidak bersalah, tapi semuanya sudah terlanjur, selama kurang lebih 15 tahun ini ia dan bundanya harus hidup sendiri dan terpisah dari ayahnya dan Sheila.


Sheila kembali menatap semua orang, ini membuat Sheila bingung, gadis cantik itu hanya terdiam menunggu semua orang yang ada bersama dengannya berbicara.


" She, ini bunda kita, aku kakak mu ", Ujar Sandy mengawali pembicaraan nya sebelum ayahnya yang membuka suara.


Sheila seketika mundur, ia tak percaya, apakah ini mimpi, selama ini ia begitu merindukan sosok ibunya tapi tak pernah ia mendapat jawaban dari ayahnya.


" Yah, apa itu benar??, tapi mengapa ayah tak pernah memberitahu Sheila , mengapa ??", Tanya Sheila.


" Itu benar sayang, ini bunda mu, dan ini Sandy kakak mu ", Jawab pak Farhan.


Sheila kemudian mendekat, Ia ingin melihat bundanya dari jarak dekat, Dan ia ingin meminta penjelasan mengapa bunda dan kakaknya harus meninggalkan dirinya dan ayahnya selama ini.


Mata Bu Tika pun berkaca-kaca, ia merasa lega akhirnya Sheila bisa mengetahui siapa dirinya dan siapa Sandy, tapi apa Sheila bisa menerima kehadirannya saat ini???.


Sheila kemudian memeluk tubuh bundanya, Ia begitu merindukan sosok wanita ini, wanita yang ingin ia peluk selama ini, wanita yang melahirkan nya.


" Bunda ??", Ujar Sheila sambil memeluk bundanya dengan erat,


Bu Tika juga ikut menangis akhirnya penantian nya selama ini terbayarkan.


Mereka pun berpelukan dengan erat, dan Sandy pun juga ikut bergabung memeluk Sheila dan bundanya, rasanya ia sudah memiliki keluarga yang lengkap lagi.


Sheila Kemudian melepaskan pelukannya, kini ia berpaling ke arah Sandy, Sheila juga ingin merasakan hangatnya pelukan seorang kakak,


" Kenapa kakak gak pernah bilang jika kita saudara ", ujar Sheila.


Sandy pun tersenyum," Kita kan baru bertemu hanya dua kali, jika aku bilang aku ini kakakmu apa kamu bisa percaya ??", Tanya Sandy membuat Sheila tersenyum.


Pak Farhan yang melihat semuanya merasa bahagia,


Kini Sandy beralih kepada ayahnya, ayah yang juga ia rindukan.


" Maafkan ayah Sandy, ayah tau kamu pasti marah dengan ayah karena membiarkan kalian pergi dan tak mencari kalian sama sekali ", ujar pak Farhan.


" Jangan berjaya seperti itu ayah, Sandy tidak marah dengan ayah, tapi melihat ayah sekarang Sandy merasa bahagia ", Ujar Sandy.


Dari dulu Bu Tika tidak pernah membicarakan keburukan ayahnya kepada Sandy, Bu Tika hanya membicarakan kebaikan ayahnya dan itulah yang membuat Sandy amat mencintai ayahnya sampai sekarang.


Sekarang mereka berempat berada di satu ruangan yaitu apartemen Sandy dan bundanya,Sheila dan bundanya kini tengah menyiapkan empat minuman untuk mereka berempat,


" Bagaimana bunda tahu jika aku adalah anak bunda, Padahal bunda sama sekali belum pernah melihat ku ",Tanya Sheila kepada bundanya.


" Bunda mencari mu sayang, sesampainya bunda di Indonesia kakakmu sudah menyuruh orang untuk mencari informasi tentang mu", Jawab bunda Tika.


Sheila kembali tersenyum " Terimakasih sudah mau mencari ku bunda ", Ujar Sheila.


" Bunda tidak mungkin tidak mencari mu, selama 15 tahun ini bunda memendam rasa rindu bunda kepadamu nak, bunda rindu kamu, bunda ingin memeluk dan mencium mu sepanjang waktu, tapi bunda tidak bisa, kita terhalang jarak yang cukup jauh ", Bunda Tika kembali menangis.


Sheila Kemudian menghapus air mata bundanya, " Sekarang bunda tidak perlu menangis lagi, aku dan ayah sudah kembali untuk bunda, kita hidup sama-sama ya bunda ", Pinta Sheila yang membuat Bu Tika terdiam.


Bu Tika pun terlihat memikirkan sesuatu, " Apa ayah mu masih mau hidup bersama bunda lagi, meskipun belum pernah ada kata cerai di antara bunda dan ayah, tapi bunda dan ayah mu untuk saat ini tidak bisa bersama ", Jawab Bu Tika.


" Bunda tenang saja, Sheila yang akan bicara sama Ayah, Sheila yakin ayah mau kita hidup bersama kembali dalam satu rumah ", Sheila pun meyakinkan bundanya, Dan Bu Tika hanya tersenyum,


" Sekarang ayo kita kedepan, mungkin ayahmu dan kakakmu sudah lama menunggu kita ", Bu Tika dan Sheila pun berjalan menuju ruang tamu, Sheila terlihat bahagia hari ini dan ia ingin segera menceritakan semua yang ia alami hari ini kepada Rendy.