Me And Mr Perfect

Me And Mr Perfect
Bab 8 Come back



Anita dan Nasha sudah kembali ke posisi semula. di mana Anita bekerja sebagai direktur di perusahaan papanya dan pemegang ahli waris. Sedangkan Nasha bekerja di kantor Kenz, untuk membiayai kuliah dan nafkah keluarganya. Sebagai pengganti Ayah yang sudah meninggal menjadi tulang punggung keluarga akibat kecelakaan di masa lalu.


di apartemen Nasha


"bu... Nasha pulang," ucap Nasha membuka pintu apartemen dan mencari sosok Anatasya yang biasa menyambut ketika dirinya pulang kerja.


"Kamu sudah pulang nak, mau ibu masakin apa ?" tanya Anatasya mencium kepala anaknya yang baru saja pulang dari bekerja demgan raut wajah yang kelelahan.


"Ngga usah bu. ibu istirahat aja. oh iya, ini Nasha ada sedikit rezeki tadi. Nasha beliin buat kita makan sebulan," jawab Nasha memberikan bungkusan berisi bahan pokok makanan biar bisa makan enak.


Walaupun, tinggal di sebuah apartement kecil. Kehidupannya berkecupan dengan Nasha bekerja, mereka pun selalu bersyukur apa yang sudah dipunya untuk saat ini. terpenting, mereka bisa berteduh dan berlindung dari hujan, badai dan terik matahari yang sangat panas di siang hari.


"Ibu rapikan di dapur dulu ya. Kamu, mau ibu buatkan teh manis panas ?" tanya Anatasya menawarkan teh manis panas untuk Nasha karena, kebiasannya ketika lelah bekerja selalu meminum teh.


"Boleh Bu, Nasha mandi dulu bentar ya. Setelah itu makan malam sama-sama," jawab Nasha mengajak Anatasya ikut makan. Dan ibu sering banget melupakan untuk makan. Hal itu, yang dirinya tidak inginkan dari seorang ibu.


Nasha seksimal mungkin, membahagiakan dan mencukupi untuk makan sehari-hari agar ibunya bisa memakan. Kalau bisa, Nasha tidak makan demi ibu bisa makan enak dan kenyang.


Karena, ibu selalu beralasan sudah kenyang atau yang lain. Walaupun, ibu selalu menahan rasa laper dan Nasha mengetahui itu semua diam-diam. hingga, berlinang air mata pengorbanan ibu.


"Iya sayang," ucap ibu tersenyum bahagia, karena Nasha begitu perhatian terhadap dirinya yang sudah mulai sakit-sakitan dan menua.


Nasha pun ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah mulai lengket dan bau. di dalam kamar mandi Nasha mulai memikirkan kejadian tadi pagi di perusahaan Anggara.


"Semoga saja, Anita bisa mengurusinya dan mencari tawu siapa pelaku yang mengancamku. dan kenapa Anita minta nomer office girls di kantor tempatku kerja," pikir Nasha yang merendamkan badannya di buthap berukuran kecil. Hari ini, sangat melelahkan untuknya seorang diri.


Sedangkan di sisi lain. Anita keluar dari mobil jemputan ayahnya dengan anggun sambil berlenggak lenggok. memasuki ke dalam rumah mewah di perumahan elit dengan memakai kacamata hitam.


"Papa Anita pulang " ucap anita mencari sosok ayahnya di ruangan kerjanya.


"sini sayang, ada apa panggil papa" sahut papa Anggara dari balik ruang kantor yang terdapat tv sebesar 20 ins.


Anita pun mendekat ke tempat sofa ruang kerja papanya dengan ragu-ragu. dan mengingat bahwa orang kepercayaan papanya mencoba menghancurkan kerja keras orang tuanya yang susah dibangun.


"Papa, percaya dengan Tante ayu ?" tanya anita ragu-ragu takut papa marah dan tersinggung oleh pertanyaannya.


"Iya percaya dong sayang, emang ada apa," jawab tuan anggara sambil menyediakan makanan dan minuman dingin agar bicaranya sedikit lebih rileks.


"Kalau papa melihat dia melakukan kesalahan. pasti papa kecewa dan marah besat bahkan papa pecat dia, ngga akan papa maafin," ucap tuan anggara serius. Bagaimana pun kesalahan terbesar, Anggara mempunyai prinsip akan tetap memecatnya secara tidak hormat kalau sampai fatal.


"Emang seharusnya dari dulu papa pecat itu tante Ayu. Anita juga nggak suka dengannya yang mencoba ngambil papa," gerutu Anita pelan-pelan agar tidak ketahuan papanya, kalau Anita kesal dengan perempuan itu.


"Sebenarnya ada apa sayang ?" tanya tuan anggara heran melihat anaknya bertanya dengan serius dan raut mukanya tidak main-main.


"Anita mau kasih tawu tapi sebelum Anita jelasin. Anita mau mencari tawu kebenaran tersebut dari sifatnya itu," saran Anita lembut agar tidak menyinggung perasaan anggara sebagai orang tuanya. Bagaimana pun Ayu adalah orang kepercayaan papanya.


"Ini tentang Ayu sekteraris papa ya," ucap Tuan Anggara pelan dengan raut muka ke tidak percayaan sambil mencoba menyimak penjelasan dari Anita tentang sekretarisnya itu.


"Iya pa, makanya Anita nggak mau ambil kesimpulan dulu sebelum ada bukti yang kuat," ujar Anita serius karena, sesuatu seperti ini tidak bisa dibuat bercanda atau main-main.


"Baiklah papa tunggu semuanya. apa yang kamu katakan tadi. baru bisa bicara dengan papa," ucap Tuan Anggara pasrah melihat anaknya bersih keras dengan ucapannya dan sangat yakin bahwa pelakunya sekretaris.


"Gue harus melakukan tindakan yang bisa membuktikan tanpa ketahuan tapi gimana ya ?" guman Anita dalam hati memikirkan cara agar papanya bisa percaya dengannya dan disertai dengan bukti-bukti yang kuat.


Di ruang kerja Anggara ....


"Kenapa Anita sangat yakin sekali kalau Ayu pelaku dibalik semua. Dan apa yang Ayu perbuat sampai Anita sangat membencinya," guman Anggara dalam hati serba salah harus berbuat seperti apa saat ini.


Dan kalau terbukti, apa yang dibilang Anita benar ? apa Anggara bisa menerima semua itu ? karena, Ayu sudah sangat lama bekerja di tempatnya. Dan Anggara sangat percaya dengan personalitas Ayu.


"Aku hanya ingin papa memecat dan memenjarakan perempuan itu bagaimana pun juga. tapi, kalau papa hanya memecat aja. Ya ... itu sudah lebih cukup dari pada tidak," guman Anita dalam hati ingin perempuan itu mendapat balasan yang setimpal dan sepadan dengan apa yang dia perbuat di perusahaan.


Anita langsung melempar dirinya ke kasur yang sudah lama ditinggalkan, tapi pikirannya masih teringat akan perempuan itu yang membuat tidak tenang. Walaupun, orang-orang mengenal tentang Anita yang diam saja.


Tapi kalau Anita sudah membenci sesuatu, tidak ada Ampun untuk orang tersebut. seperti saat ini, di mana Ayu yang berulusan dengan Anita karena, berusaha membuat perusahaan papanya bangkrut.


Maka, Anita akan membuat orang yang menghancurkan kerja keras papanya lebih menyakitkan dan hidupnya tidak akan bahagia. Entah dipecat atau dipenjara dan bisa keduanya.


apa yang ingin Anita lakukan agar terbukti sekretaris papanya terbukti ?


tunggu kelanjutan di episode berikutnya. pembaca yang baik di tunggu like dan comentnya ya...


untuk menyemangati author untuk update cerita yang lebih menarik**.