Me And Mr Perfect

Me And Mr Perfect
Bintang Kampus Kembali



"Sha gimana jawaban kamu mau atau nggak tinggal ditempatku ?" tanya Andini kepada Nasha berjalan di lorong kampus.


"Nanti ya aku pikir-pikir," jawab Nasha dengan senyum menggoda Andini agar kesal mendengar jawabannya menggantung.


"Kamu tuh ya paling bisa buat orang penasaran tentang suatu," ucap Andini menyenggol tangan Nasha yang sudah tertawa terbahak-bahak.


"Hahahhahaha 😆😆😆😆😆," tawa Nasha yang sudah tidak bisa menahan geli karena melihat wajah cemberut Andini.


"Siall banget lo Sha malah tertawa," gerutu Andini merasa dirinya dipermainkan oleh sahabatnya padahal sewaktu di rumah sakit sudah menangis.


Di tengah-tengah gelak tawa canda Nasha dan Andini ada seorang lelaki dengan berpenampilan memakai kacamata dan jaket tersenyum menawan menyapa dua gadis di depan.


"Hai Sha sudah lama tidak berjumpa," ucap Andri kepada Nasha yang dikenal dengan teman kampusnya sebagai bintang kampus.


"Hai Dri. gimana kegiatan keorganisasian kampus selama aku ngga masuk ?" tanya Nasha dengan gelak tawa menghiasi wajahnya yang membuat semua orang melihatnya selalu terpesona.


"Semua pada loyo dan tidak bersemangat untuk bersosialisasi," ucap Andri berharap Nasha gabung ke organisasi itu kembali.


"Sha kamu kan aktif disana kenapa kamu ga gabung lagi untuk menghibur dan melupakan masalahmu ?" tanya Andini yang melihat Nasha terus tersenyum menuju ruang kelasnya.


"Untuk sementara aku focus kepada ibu dulu. Ibu butuh aku merawatnya Din," jawab Nasha senyumnya luntur ketika memikirkan sosok ibunya di rumah sakit. dan melanjutkan ucapannya "Apalagi sekarang Nenek Maya telah kembali dan tidak boleh ibu kembali dengan Ayah."


"Shaa... maaf aku tidak bermaksud," ucap Andini menyesal membuat Nasha mengingat masalah dihidupnya.


"Ngga papa... ayoo kita ke kelas sudah lama tidak menyapa mereka semua," ajak Nasha mencoba mencairkan ketegangan mereka semua.


"Sha memang ibu kamu kenapa ?" tanya Andri yqng beran arah pembicaraan Nasha dan Andini.


"Nanti aku ceritakan kepada kamu kalau aku sudah siap semuanya," jawab Nasha mencoba untuk tidak menangis dihadapan Andri sekarang.


Ketiga Remaja tersebut berjalan melangkah ke arah kelas dengan penuh semangat memulai aktifitasnya kembali, Andini melihat Nasha tersenyum, membuatnya bernafas lega.


Nasha adalah bintang kampus yang membantu mewujudkan impian mereka untuk bisa Hiking atau mendaki gunung karena pihak kampus tidak mengizinkan mahasiswi dan mahasiswa melakukan aktifitas di luar karena resiko yang berbahaya.


Namun karena permintaan Nasha untuk bisa mempertanggun jawabkan kegiatannya agar selalu selamat, pihak kampus mengizinkan mahasiswa dan mahasiswi untuk mengikuti kegiatan alam di gunung. Nasha sangatlah berjasa untuk teman-teman kampusnya tersebut, tanpa dirinya tidak mungkin ada kegiatan alam luar kembali seperti yang sekarang saat ini membuat organisai itu.


"Sha bukan hanya organisasi kampus teman sekolahpun rindu sama kamu. Mereka selalu bertanya kamu kemana dan kapan kembali," ucap Andini penuh semangat membara menceritakan selama Nasha tidak ada di kampus.


"Sekarang kan aku sudah kembali. Aku harap tidak ada yang berubah sama sekali kecuali kehidupanku," ucap Nasha bernafas pelan dengan ujian dalam hidupnya.


"Sekarang waktunya untuk kamu kembali seperti sedia kala masih ada kami yang setia hibur kamu," ucap Andini menepuk bahu Nasha dengan pelan.


"Dri tolong buka pintu untuk 'bintang kampus kita'," ucap Andini mengisyaratkan agar sebelum dibuka teman-teman kelas memberi sedikit penyambutan.


To Riana


Matikan lampu Nasha kembali.


Send ? Yes


From Riana


Ok Andri kasih waktu 3 menit saja.


Replay ? Yes.


Di Dalam Kelas.


3 Menit kemudian


................


Nasha masuk ke ruangan ketika Andri membuka dan tidak melihat apa-apa di dalamnya.


"Kok Mati sih lampunya ?" tanya Nasha bingung karena tidak biasa lampu kelas mati.


"Nggak tahu nih Sha sebentar dulu ya coba aku tanya sama BKM dulu," jawab Andri pura-pura memberi kode kepada temannya untuk menyalakan lampu perlahan.


1...


2...


3...


"WELCOME BACK BINTANG KAMPUS KITA Nasha" ucap mereka teman kelas Nasha membuat Nasha terharu dan menangis bahagia.


Di rumah sakit ...


Haikal yang ingin pergi ke kantor, mengurunkan niatnya dan berubah rencana menjadi pergi ke rumah sakit. iya, ke rumah sakit untuk memberitahu bahwa gadis yang sahabatnya cintai ada bersama adiknya. Dan kuliah seperti biasa. mungkin, dengan Haikal memberitahu kabar ini. bisa membantu Kenz merespon dan pulih, itu seperti yang dikatakan oleh dokter


Begitu sampai di rumah sakit, Haikal langsung lari ke tempat Kenz dirawat dan berharap semoga ada keajabaian setelah ini semua.


"Kenz ... ini gue sahabat lo," ucap Haikal duduk mendekat menghadap Kenz.


"Pak Haikal, kamu dapat kabar tentang Nasha ?" tanya Ria asisten Kenz karena masih menunggu di luar.


"Iya maka dari itu. Aku ke sini untuk memberi kabar," jawab Haikal memegang pundak Ria.


"Silahkan Pak," ucap Ria memberi kesempatan untuk Haikal memberi kabar ini.


"Kenz ... gue ke sini bawa kabar yang lo tunggu. Nasha ada sama gue dan Andini, sekarang lagi kuliah. kalau Lo sayang sama dia. bangun Kenz agar Lo bisa mengatakan apa yang seharusnya dia tahu," ujar Haikal menangis dan berharap Kenz meresponnya.


jari jemari Kenz, perlahan bergerak dan satu persatu Kenz mulai membuka mata. Haikal yang melihat perkembangan Kenz, terharu dan segera mengabarkan dokter bahwa Kenz sudah sadar kembali. dokter pun tersenyum karena Kenz bisa pulih secepat ini, dan segera melakukan tindakan yang lain. Namun, hanya satu yqng diingat adalah Nasha.


"Nasha," ucap Kenz dengan nada yang masih lemah.


"Nasha bersama adek gue Kenz Andini. sekarang lagi kuliah," jawab Haikal perlaha. agar Kenz mendengar dan semangat untuk sehat.


"Aku mau kesana. Tolong anterin aku ke sana," pinta Kenz kepada Haikal. karena, tidak ingin Nasha pergi lagi.


"Baik. gue anter tapi lo harus kuat," balas Haikal kepada Kenz. Dia tidak mau ketika mengantar, Kenz masih lemah seperti sekarang ini.


"Dokter," panggil Kenz berusaha untuk kuat. karena, Kenz ingin segera pergi ke tempat kuliah Nasha.


Dokter pun langsung memberikan vitamin agar Kenz ketika berjalan, tidak lemah seperti sekarang ini. Demi, gadis yang dicintai Kenz. setelah dirasa cukup vitamin, Haikal membantu Kenz untuk pergi menemui Nasha di kampus.


Di kampus Nasha ...


Tiba-tiba salah satu dari mereka menerobos kerumunan dan memeluk Nasha erat sembari memberikan seikat bunga mawar kepada Nasha.


"Aku sudah sangat lama menantikanmu My Princess dan menunggu waktu ini tiba untuk kamu dan aku bersatu," ucap laki-laki memakai kemeja putih.


"Kamu... " ucap Nasha kaget mengetahui laki-laki tersebut.