Me And Mr Perfect

Me And Mr Perfect
Hari Yang Terbaik



Setelah semua, saling memaafkan satu sama lain. Diana memutuskan, melakukan operasi untuk kesembuhan Anatasya sebagai penembus rasa berdosa telah memisahkan anak dan suami dengannya.


"Mumpung, semua lagi kumpul. saya mau menyarankan agar Anatasya segera melakukan operasi," ucap Diana kepada semua orang.


"Oma serius, mau operasi ibu!" ujar Anita dan Nasha bersamaan. Ketika Diana menyebutkan, bahwa akan operasi Anatasya segera.


"Kalian berdua kompak banget," sela Andini ketika melihat Nasha dan Anita sangat kompak ketika mendengar ibunya akan dioperasi.


"Kami sangat bahagia, kalau bener Oma akan operasi ibu. Benerkan Nasha ?" tanya Anita kepada Nasha karena ini semua adalah kabar bahagia buat keluarganya.


"Iya ... kami sangat rindu Ibu," jawab Nasha tersenyum karena sekarang dikeluarga baru. Tidak ada lagi permusuhan, dan rasa benci.


"Aku ikut bahagia, kalian semua bersatu kembali. Nasha kini kamu memiliki keluarga yang sayang padamu," ucap Andini memeluk Nasha karena terharu atas moment bahagia ini. Dan Nasha, tidak lagi menderita sendiri.


"Iya Dini. Terima kasih sudah menemaniku selama ini," ujar Nasha terharu selama yang dimimpikan mempunyai keluarga yang utuh. Akhirnya, terwujud sekarang.


"Sekarang, Nasha kamu istirahat. kami kumpul di ruang tamu dulu," ucap Diana agar Nasha bisa istirahat dengan tenang dan cepat sehat kembali.


"Baik Oma," ujar Nasha mencoba berbaring dikasur agar bisa pulih kembali dan berkumpul bersama keluarga.


"Terima kasih Nenek Diana, Anita. Aku janji akan membuat Nasha bahagia dan tidak mengecewakan kalian semua," ucap Kenz dengan hati yang lebih tenang. Semua masalah yang menimpa dirinya seperti, Nasha menjauh, Ancaman, dan juga orang tua yang tidak merestui. Semua bisa dilewati, dengan kesabaran dan perjuangan selama ini.


"Nenek Diana, Anita. Nasha tinggal di sini dulu, sampai kesehatannya perlahan membaik. Boleh kan ?" tanya Andini meminta izin untuk sementara waktu Nasha tinggal di rumahnya demi kesehatan perlahan membaik.


"Iya, Nenek izinkan. Tolong jaga Nasha ya," jawab Diana karena mempertimbangkan kesehatan Nasha agar kembali membaik.


"Anita, terima kasih. Sudah mau menerimaku dalam kehidupanmu," sela Haikal memegang tangan Anita dengan lembut dan penuh cinta. Hingga, membuat semua orang yang melihat keromantisan mereka berdua menambah kesan bahagia.


"Sama-sama Haikal, aku juga baru sadar. Kamu sangat mencintaiku dengan tulus, kamu selalu ada untukku dalam keadaan apapun itu. Tidak ada salahnya aku mencoba untuk membuka hati," ucap Anita tersipu malu karena Haikal begitu romantis kepadanya.


"Sudah dong. Kasihan ada jomblo di sini," ledek Andini di mana hanya dia yang belum mempunyai pasangan karena sibuk dengan kuliah dan larangan oleh abangnya.


"Andini, terima kasih sudah mau menjaga Nasha. Terima kasih," ucap Anita memeluk sahabat Nasha.


"Sama-sama Anita. Sebelum kalian pulang, kita makan dulu yuk. Mau kan," tawar Andini mengajak tamu di rumahnya untuk makan bersama siang ini.


"Iya boleh," terima Diana yang mengajak anak dan cucunya untuk makan bersama. karena, tidak enak dengan tuan rumah sudah disediakan.


Anggara yang melihat orang tuanya menerima Nasha sebagai cucu dan Anatasya sebagai menantu merasa lega. karena, selama ini selalu berdebat tentang pernikahan yang tidak pernah direstui.


Namun, tetap saja Anita ikut bersama Diana untuk menemani di kediamannya tersebut. Karena, besok akan mulai untuk mengoperasi Anatasya agar bisa beraktifitas kembali lagi.


"Nenek dan Anita pamit pulang dulu ya," ucap Diana karena hari sudah hampir sore. Takut ketika pulang, terjebat kemacetan dijalan.


"Mari Nenek, saya anter ke depan --," ujar Andini sambil menuntun Diana ke depan pintu gerbang untuk menaiki mobil. "Hati-hato dijalan, ya Nek."


Setelah Diana dan Anita masuk, Diana melihat ada tersirat senyuman manis dari Anita yang tidak lepas dari dalam rumah tersebut. "Sayang ... hari ini kamu bahagia ?" tanya Diana sambil memegang tangan Anita disebelahnya


"Iya Nek. Karena, Nasha sudah memaafkan Anita dan Nenek mau membantu operasi. Jadi Anita harus tersenyum," jawab Anita dengan nada manjanya kepada Diana.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Diana karena kali ini tindakannya tidak salah dihadapan anak dan cucu.


"Terima kasih ya Nenek --," ujar Anita sambil menguap. Dan tidak pakai lama, Anita sudah jatuh tertidur dipangkuannya.


"Aku selama ini buta, buta akan kebaikan menantu dan cucuku. Mereka begitu baik, terhadapku tapi aku malah membalasnya dengan kedzoliman yang membuat mereka menderita," guman Diana dalam hati menangis menyesali perbuatan kejamnya selama ini.


Beberapa jam kemudian ...


Diana dan Anita telah sampai di kediamannya. Diana meminta kepada supir, untuk membawa Anita tidur di kamar yang sudah disiapkan oleh pembantu. Dan mereka semua beristirahat, untuk besok menunggu operasi Anatasya kembali sehat.


Nasha sudah membaik dan penghuni kediaman Diana juga sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, untuk melakukan operasi Anatasya


"Siap sayang, kita ke rumah sakit untuk melakukan operasi ibu. Tapi kamu harus kuat ya," ucap Kenz ketika menjemput Nasha di rumah Haikal.


"Iya aku akan kuat," ujar Nasha meyakinkan Kenz yang sangat mengkhawatirkan kondisinya.


"Ya sudah. Kita berangkat sekarang," ucap Kenz menuntun Nasha yang kondisi fisiknya masih belum stabil.


"Kenz, apa kamu yakin nikah sama aku ?" tanya Nasha mulai ragu akankah pantas dirinya untuk seorang Kenz.


"Kok kamu bilang begitu. Aku menerima kamu apa adanya sayang," jawab Kenz dengan penuh rasa cinta yang tulus untuk Nasha.


"Tapi kan --," ucap Nasha terpotong oleh Kenz agar tidak meneruskan ucapannya.


"Aku cinta sama kamu, Aku sayang sama kamu. Jadi kamu jangan ragukan itu," ujar Kenz tidak suka dengan Nasha yang ragu akan cintanya.


"Terima kasih sayang," ucap Nasha tersenyum kembali karena Kenz sangat mencintai dan menyayanginya dengan tulus.


Mereka berdua berangkat dengan menggunakan mobil Iyaza keluaran terbaru, milik dari Kenz. Tanpa suara dari mereka berdua karena, Nasha lebih memilih beristirahat dan Kenz focus mengendarai mobil.


Sedangkan Diana dan Anita ketika hendak berangkat ke rumah sakit, Haikal mengirim pesan kepada Anita untuk menjemputnya ke sana.


To Anita


Sayang. kamu dan Nenek tunggu di rumah, jangan ke mana-mana biar aku jemput.


Send ? Yes.


From Anita


Tapi di sini ada supir Nenek. kamu berangkat saja sama Nasha.


Replay ? Yes.


To Anita


Nasha sudah berangkat sama Kenz.


Send ? Yes.


Tiba-tiba Diana datang, menghampiri Anita yang sedang membalas pesan Haikal dan menegurnya.


"Kamu lagi balas pesan siapa ?" tanya Diana dengan lembut sambil membelai rambut panjang Anita.


"Pesannya Haikal Nek. katanya mau jemput ke sini," jawab Anita bingung mau membalas apa. Karena, Haikal tetap keras kepala ingin menjemput Anita dan Diana.


"Ya sudah. Nggak papa kalau mau jemput," ucap Diana kepada Anita yang terlihat ragu membalas pesan Haikal.


"Anita bilang boleh nih Nek, sama Haikal ?" tanya Anita kepada Neneknya kembali.


"Iya sayang," jawab Diana dan tersenyum lembut kepada Anita. Lalu, Anita segera membalas pesan Haikal.


From Anita


Ya kami tunggu


Replay ? Yes.