Me And Mr Perfect

Me And Mr Perfect
Bab 10 Ada hubungan apa kalian ?



Bagas yang sedang mengecek saluran telpon kantor PT Anggara dan meletakkan handphone merek Ans berwarna hitam di dekat laptop, meminta Anita untuk mendengar saluran telepon yang disambungkan ke dalam laptop.


"Nit ... coba deh lo dengerin suara siapa ini," pinta Bagas kepada Anita agar bisa memastikan siapa suara dari headfree yang disediakan olehnya untuk mempermudah mendengar dari laptop tersebut.


"Ngga salah lagi. ini suara wanita itu," ucap Anita pelan agar Bagas tidak mendengar. Anita sangat hafal pemilik suara itu, dan sudah dipastikan tersangka untuk bisa dijadikan bukti untuk papanya tercinta.


Anita tahu persis siapa Bagas sebenarnya, Bagas adalah sosok sahabat yang selalu di depan untuk membantu temannya dalam masalah, membela temannya jika ada yang menghina. namun sikapnya itu yang tidak ragu-ragu untuk membuat lawannya jatuh bahkan masuk rumah sakit membuat Anita sedikit waspada karena Anita hanya mau membuktikan apa yang dia pikirin bahwa perempuan itu di balik semuanya.


Anita segera menyiapkan handphone mian merek terbaru dengan fiturnya yang luar biasa, untuk merekam suara tersebut dan memberikan kepada papanya agar percaya atas apa yang diucapkannya.


Bagas memberikan kursinya untuk Anita duduk sedangkan dirinya duduk di sofa yang terletak di ruang kerja direktur sambil melihat fhoto gadis yang tersenyum di handphonenya. Bagas menatap fhoto itu, dengan perasaan lembut dan rindu ingin bisa berjumpa kembali dengan dia.


"Gas... lo kenapa ?" tanya Anita melihat Bagas senyum sendiri menatap layar handphone miliknya karena, jarang sekali melihat Bagas tersenyum.


Bagas yang menyadari di perhatikan oleh Anita segera mematikan handphonenya dan berpura tidak ada apa-apa.


"Ngga kenapa-kenapa kok," jawab Bagas menyembunyikan sesuatu dan langsung memasukkan kembali handphone ke dalam saku celana panjangnya.


"Ntar lo mau ikut gue nggak ?" tanya Anita mengajak bagas untuk ikut ketemuan dengan Nasha membahas tentang pelaku yang mengancam perusahaan papanya.


"Boleh ... boleh. kan itu yang gue ngomongin kalau lo harus traktir gue," canda Bagas tertawa dan sengaja agar Anita


sedangkan di kantor Kenz, Nasha yang mengetahui pembalesan Anita terhadap Kenz berpura-pura tidak mengetahui berita tersebut dan melanjutkan kerjaannya yang mengetik laporan untuk di serahkan kepada Kenz.


"secepatnya serahkan laporan kepada saya!" perintah Kenz meninggalkan ruang sekretaris.


"Siap pak." jawab Nasha sigap langsung menyelesaikan laporan untuk siang ini.


Kenz yang tidak menyadari bahwa Anita dan Nasha adalah orang berbeda tidak curiga sekalipun. walaupun gosip tersebut belum hilang dengan angkuh Kenz masih tetap masuk kantor karena ada meeting dengan klien.


Nasha yang sedari tadi belum sarapan akhirnya perutnya sakit, menelpon ke ruang patri untuk meminta membelikan bubur dan dibuatkan teh panas agar bisa menghilangkan rasa perih di perutnya.


Nasha lupa bahwa dirinya mempunyai penyakit asam lambung. yang tidak boleh terlambat untuk makan. dan mencari obat magh sambil berusaha menyelesaikan kerjaannya.


"ini mba bubur dan teh panasnya. saya permisi," ucap office girls meninggalkan bubur dan teh panas di meja kerja Nasha.


"Terima kasih mba." ujar Nasha tersenyum kepada Office girl tersebut.


Nashapun mengerjakan laporan sambil memakan bubur, setidaknya untuk menghilangkan sakit lambungnya itu. Kenz yang menunggu laporan tersebut geram karena Nasha belum melaporkan.


"Arghhh.... kenapa lama banget sih buat laporan aja. ngapain aja sih tu cewe di luar atau jangan-jamgan," pikir Kenz tidak bisa konsentrasi akibat menunggu Nasha datang membawa laporan ke ruangannya.


Nasha yang tinggal sedikit lagi hampir selesai membuat laporan perusahaan, melirik jam tangannya dan baru sadar bahwa dirinya sudah memakan waktu dua membuat laporan dan bergerak cepat sebelum Kenz menghampirinya.


tok... tok.. tok..


ketukan pintu ruangan direktur presdir terdengar di dalam, Kenz yang mengetahui bahwa itu sekretaris barunya langsung menyuruhnya masuk.


"itu tuan tadi saya kerja sambil makan," jawab Nasha ketakutan melihat Kenz marah.


"Makan katamu... siapa yang suruh kamu makan. disini sebelum jam istirahat tidak boleh ada pegawai yang makan," bentak Kenz tak terima.


"Tapi tuan kalau saya tidak makan. saya langsung droup dan nanti ada kabar lagi atasan menyiksa anak buahnya karena tidak diberi waktu makan," ucap Nasha santai.


"Kamu mengancam saya." bentak Kenz semakin meninggi nadanya.


"Tidak tuan," ucap Nasha santai.


"Ya sudah sana kamu keluar. kamu kesini hanya buat kepala saya makin pusing," usir Kenz yang kesal dengan sikap santai Nasha.


"Permisi tuan." pamiT Nasha menahan ketawa melihat kekesalan Kenz.


Nasha keluar ruangan dan mengerjakan. Anita memberi pesan ke Nasha bahwa akan ketemuan sepulang kerja.


From **Nasha


Baik... sampai jumpa di restoran.


Replay ? Yes.


To Nasha


Baiklah


send ? Yes**


Bagas heran Anita kirim pesan ke siapa. karena rasa penasaran yang tinggi akhirnya memberanikan untuk bertanya.


"lo Sms siapa Nit ?" tanya Bagas penasaran dengan wajahnya yang kebingungan.


"Owh itu Nasha yang kerja di Kenz," jawab Anita pelan.


"Apa kata lo... Nasha," kaget Bagas mendengar Nama Nasha.


"Lo kenal Nasha. Gas ?" tanya Anita bingung bahwa Bagas menyebut Nasha dengan ekspresi kagetnya itu.


"Iya... gue kenal dia dengan sangat baik," ucap Bagas lemes mengingat waktu zaman sekolah.


"Lo sama dia ada hubungan apa. sampai lo kenal baik dengan Nasha ?" tanya Anita semakin bingung.


minta like dan komentar donk pembaca yang baik hati. agar mendukung karya ini. dan semangat untuk terus update