Me And Mr Perfect

Me And Mr Perfect
Bab 30 Rencana Licik



'Nasha maafkan Aku.... hiks.... hiks.... hiks. aku sungguh terpaksa melakukan ini semua karena aku tidak mau kehilangan Kenz,' isak tangis Anita yang sudah tidak bisa dibendung lagi.


Amel mendapat cerita tentang anaknya jatuh cinta dengan seorang seketaris dan bergaya kampungan membuatnya marag dan tidak suka apalagi tidak selevel ekonominya. Amel menghubungin seseorang melalui telepon.


Amel : hallo... saya mau kamu mencarikan saya informasi tentang seseorang bernama Nasha.


**M. X : Baik nyonya.


Amel : Jangan sampai anak buah Kenz mengetahui kita menyelidiki gadis yang dia suka.


M.X : Baik nyonya saya akan kerjakan dengan rapi tanpa jejak**.


orang suruhan Nyonya amelpun melaksanakan apa yang diperintahkannya dengan sangat rapi dan bersih. sementara di rumah sakit Nasha sedang membantu ibu untuk merapikan pakaian karena beberapa hari lagi bisa pulang.


"Ibu kata dokter iren, 2 hari lagi ibu bisa pulang. aku tidak sabar bisa bersama lagi dengan ibu," ucap Nasha manja memeluki ibunya yang terlihat sedikat segar.


" Iya sayang... ibu juga begitu," jawab ibu tersenyum melihat tingkah Nasha yang sedikit manja dengannya.


Sedangkan Anita dengan tidak asa rasa penyasalannya tetap menjalankan rencananya untuk mempengaruhi tante Amel membeci Nasha secara terus-menerus.


"Tante... kalau tante mau, Anita bisa kok memberi tahu tempat tinggal Nasha," ucap Anita sengaja memancing Amel untuk menanyakan alamat tempat tinggal Nasha.


Amel yang masih sibuk mencari tahu informasi mengenai Nasha masih terus menunggu hingga mengabaikan Anita berada didekatnya, Anita melihat hal tersebut membuat semakin jengkel dan kesel lalu menulis alamat Nasha.


Anita yang tidak ingin adeknya itu mencurigainya karena terlalu lama berada disamping Kenz memutuskan untuk pamit pulang.


"Tante... tante Amel, Anita pupang dulu ya. hari sudah semakin sore takut papa khawatir cari Anita," pamit Anita menghampiri Amel duduk santai disofa ruangan Kenz dirawat.


'maaf... maaf seharusnya tante amel tidak mencuekin aku dari tadi, tante amel bisa saja mencari informasi dengan mudah kalau bertanya kepadaku,' gerutu Anita menahan emosi kecewanya kepada Amel yang sudah dianggap orang tua.


Anita pun pergi meninggalkan tante Amel yang masih terlihat sibuk dengan handphonenya tersebut membawa perasaan kesal yang disebabkan perempuan tersebut. Demi cintanya Anita berani berpikir licik dan kejam untuk menyingkirkan Nasha.


setelah beberapa jam perjalanan, Anita sampai di rumah sakit tempat Anatasya dirawat sehabis menjenguk Kenz. Anita mencoba tenang dan berpura-pura tidak mengetahui apa-apa kalau suatu saat nanti terjadi dengan Nasha.


"Egh, kaka sudah datang. sini kak, aku ada kabar bahagia," ajak Nasha kepada Anita untuk duduk didekatnya.


"Kabar apa Sha ?" tanya Anita penasaran mendengar ada kata bahagia.


"Ibu diperbolehkan pulang 2 hari lagi sama dokter. dan rencanaku hari ini, mau packing barang untuk pindahan," ucap Nasha dengan perasaan senang dan bahagia karena ibunya akan bersamanya lagi.


"baguss kalau gitu. aku ikut senang bu," sahut Anita menghampiri ibu dan memegang tangannya.


"Jadi aku titip ibu ya kak, besok aku kesini lagi setelah mengurus semuanya," pinta Nasha keoasa kakanya itu untuk menggantikan kembali menjaga ibu agar tidak merasa kesepian.


"Ok, serahkan semuanya sama kakak," ucap Anita dengan bangganya.


'ini saatnya aku memberi tahu tante Amel bahwa Nasha akan segera pulang ke apartemen untuk menjalankan rencanaku sekarang,' pikir Anita dengan pikiran kejam dan liciknya untuk menyingkirkan Nasha karena tidak sabar tunggu beberapa untuk pindahan.


To Tante Amel


Tante .... saat ini Nasha akan pulang. tante bisa ke apartemennya sekarang


Send ? Yes