Me And Mr Perfect

Me And Mr Perfect
Bab 23 Antara Kejujuran dan Kebohongan



“ Sha… I just want to say, I


Love You.” Ucap Kenz mengulang ungkapannya itu dengan tatapan lembut yang


membuat semua wanita begitu melihat mata tersebut langsung terbius suasana yang


penuh cinta.


Anita yang saat itu hanya


menggantikan Nasha, tidak bisa berkata – kata mendengar atasan adeknya itu


mengungkapkan perasaannya karena sesuatu yang sangat lama dipendam ketika Anita


dan Kenz sewaktu masa kuliah bersama. Anita sangat mengagumi Kenz yang


berwibawa ketika menjadi ketua mahasiswa di kampusnya.


Anita belum bisa menjawab


ungkapan hati Kenz karena perasaannya bukan untuk dirinya melainkan untuk Nasha


adeknya. Hatinya sakit, hancur dan kecewa yang begitu besar kenapa mesti Nasha


lah yang mendapatkan hati Kenz, batinnya tidak terima, Anita selama ini


menunggu Kenz menerimanya bahkan Anita mau bertukar peran dengan Nasha hanya


ingin lebih dekat dengannya.


“Sha… jawaban kamu apa ?” tanya


Kenz menanti jawaban pernyataan dirinya yang sudah terlalu menahan gengsinya


untuk mengungkapkan perasaanya itu.


“Ekh… maaf pak, saya belum bisa


menjawabnya. Saya permisi dulu.” Ucap Anita meninggalkan  ruangan Kenz dan berlari ke toilet untuk


menahan tangisannya yang tidak bisa dibendung kalau berlama-lama dekat dengan


KEnz.


Kenz yang tidak tahu bahwa itu


bukan gadis yang dicintainya itu berjalan pergi meninggalkan ruangan itu tidak


bisa mengerjainya karena sudah berlari menjauh. Kenz hanya bisa melihatnya


dengan tatapan sedih dan bingung kenapa Nasha malah meninggalkan membuat


pertanyaan pada dirinya.


“Sha… apa aku salah menyatakan


perasaan kepada kamu kalau aku sayang dan cinta sama kamu, sehingga kamu


ninggalin aku tanpa penjelasan. Itu hanya membuatku semakin sedih.” Pikir Kenz


yang bingun tidak tahu harus berbuat apa.


Anita yang berlari ke toilet,


tidak bisa berdiam diri di kantor tersebut karena hatinya yang hancur,


tiba-tiba Anita mendapat pesan dari Nasha menanyakan apa yang ingin dibicarakan


oleh atasan kepadanya.


To Anita


Nita, kamu lagi ngapain ?


Send  ? Yes


Nasha yang menunggu balesan dari


Anita merasa was – was sambil tiduran di sofa karena merasa lelah semalaman


karena menjaga ibu. Dengan rasa berat hati Anita membalasnya dan membohonginya.


From Anita


Lagi merias diri di kamar


mandi habis sarapan tadi takut ada yang berantakan.


Replay ? YesDalam batinnya


Anita terus meminta maaf membohongin Nasha karena takut menanyakan apa yang


To Anita


Gimana,


Tadi Kenz bicara apa sama kamu ?


Send ? Yes


From Anita


Tadi dia


bicara, dia bersyukur kamu bisa masuk lagi karena sudah banyak jadwal yang


harus di atur untuk pertemuan selanjutnya.


Replay ? YesSekarang malah


Anita mengarang cerita tentang apa yang dibicarakan Kenz kepadanya agar Nasha


tidak mengetahui bahwa atasannya tersebut sudah menyatakan dan menaroh


perasaannya kepadanya.


To Anita


Terima


kasih ya kak, sudah mau menggantikan aku di sana.


Send ? YesNasha yang


tidak mengetahui bahwa Anita sedang mengarang cerita, ada perasaan lega di


hatinya kalau atasannya bicara tentang kerjaanya di kantor bukan tentang


pemecatan dirinya yang takut ada kesalahan sewaktu melakukan rescedul jadwal


pertemuan dengan rekannya.


Anita mencoba


menenangkan pikirannya dan berpikir jernih untuk memberanikan diri meminta izin


pulang cepat karena hatinya yang sakit. Namun lagi-lagi Anita menutupi matanya


yang membengkak akibat nangis dengan oleskan bedak. Dan berusaha menyembunyikan


perasaannya yang kacau hari ini yang telah terjadi.


Dalam berjalan


ke ruangan direktur, Anita berulang kali membuang nafas perlahan sambil


memikirkan alasan yang akan ia pakai untuk izin kerja setengah hari. “Tenang…


Nita, Tenanglah jangan sampai ada yang mencurigakan atau Kenz mengetahui bahwa


kamu bukanlah Nasha,” pikir Anita berulang kali mengucapkan dalam hatinya.


“Pak, saya


mohon izin pulang cepat karena tidak enak badan. Nanti kerjaan akan saya


rapikan setibanya di apartemen,” ucap Anita bohong menutupi hatinya yang terasa


sangat sakit ketika melihat wajah laki-laki yang ia kagumin.


“Baiklah Sha…


dikira aku kamu marah atas kejadian tadi.” Kata Kenz tidak enak hati melihatnya


menutupi dirinya.


“Terima kasih


pak.” Ucap Anita berjalan keluar ruangan dan menempati meja kerjanya dengan


pikiran yang tidak tenang.


Anita tidak


tahu harus berapa lama menyembunyikan semua ini dari Nasha, karena suatu saat


pasti akan terbongkar semuanya dan yang ditakuti Nasha membenci dirinya yang


telah mencoba membohonginya.