
Besok Hari ....
Sinar Matahari menyinari seluruh ruangan di setiap penjuru, membuat pemilik rumah terbangun dari tidur nyenyak. Amel yang bangun pagi lebih pagi, mulai menyiapkan sarapan untuk Anak dan menantunya.
"Nasha dan Kenz kok, belum turun juga ya dari kamar. Apa masih tidur ya," guman Amel dalam hati tidak melihat menantu serta Anaknya turun dari lantai atas.
Karena, keluarga belum lengkap untuk memulai sarapan. Amel pun, tidak ingin Nasha kelelahan. memutuskan untuk langsung memasak di dapur, tanpa menantunya yang ingin membantu.
07.30 WIB ...
Di Kamar Kenz.
Nasha terbangun karena, bunyi alarm dari handphonenya yang biasa digunakan ketika berangkat kuliah pagi. Dan beranjak dari kasur ukuran king size, untuk membuka tirai jendela agar sinar matahari menerangi kamar. Tidak lupa, membangunkan Kenz yang terbuai dari alam mimpi.
"Sayang, bangun sudah pagi. Sayang," ucap Nazha mencoba membangunkan Kenz masih terlelap tidur.
"Sebentar lagi," ujar Kenz menarik tangan Nasha ke dalam pelukannya yang semakin dalam.
"Kamu pagi-pagi kenapa, tersenyum sendiri ?" tanya Nasha penasaran apa yang membuat Kenz tersenyum mania di pagi hari.
"Sayang ... kalau di ingat-ingat semua yang kita alami. Dari kamu menabrak aku, aku meletakkan iklan lowongan pekerjaan di koran dan yang lainnya. Semua itu, seperti awal dari sebuah takdir," jawab Kenz tersenyum ketika ingat. Betapa dinginnya dia, awal bertemu dengan Nasha di halte bis.
"Iya, saat itu aku benaran tidak sengaja. Dan ketika aku tahu itu kamu, aku semakin takut untuk melihatnya. Dan juga, jam kuliah sebentar lagi akan dimulai. Tapi kamu --," ucap Nasha terpotong oleh Kenz. meletakkan jari manisnya, di depan mulut Nasha.
"Itu dulu sayang, sekarang aku mencintai istriku. sepenuh hati," ujar Kenz mencium kening Nasha dengan kelembutan.
" I Love you honey. Tuhan mengirim kamu untukku di sini dan aku sekarang bahagia," ucap Nasha memeluk Kenz dengan sangat manja sekali.
"Ya ampun, Nasha lupa membantu Mama di dapur. Aku jadi nggak enak sama Mama sayang," ucap Nasha kelupaan bangun lebih pagi untuk membantu Amel menyiapkan sarapan pagi.
"Nggak papa sayang, Mama juga pasti nggak mau kamu lelah. Maka dari itu, Mama bangun pagi. Tidak membangunkan kita," ujar Kenz sangat paham sifat perhatian Amel kepada Nasha.
"Beneran nggak papa ?" tanya Nasha mencoba meyakinkan kembali kepada Kenz menggandeng tangannya pergi ke ruang makan.
"Iya sayang," jawab Kenz gemas melihat sikap Nasha mencoba bertanya tentang Amel.
"Kalian, sudah bangun ?" tanya Amel melihat putranya tidak ingin lepas memegang tangan Nasha.
"Sudah Ma," jawab Kenz singkat dan jelas sambil tersenyum bahagia.
"Ma ... maafkan Nasha tidak bantu mama siapkan sarapan pagi," ucap Nasha merasa bersalah kepada mertuanya.
"Tidak apa-apa sayang. Mama juga paham ko kalian itu pengantin baru," ujar Amel menggoda anak dan menantunya yang baru tiba di ruang makan.
"Ya sudah Kita sarapan," ucap Nasha agar Amel tidak semakin meledeknya kembali.
"Nasha jadi malu kan Ma," ujar Kenz tersenyum ketika terlihat Nasha tersipu malu akan ucapan Amel.
"Sudah-sudah kita lanjutkan sarapan," kata Amel kepada anak dan menantunya. Ikut sarapan bersama di kediaman mereka.
Jodoh bagaikan misteri, datang dan dipertemukan dengan tidak sengaja. Begitupun Nasha dan Kenz yang dipertemukan oleh accident menabrak dan menumpahkan minumannya. Awal dari mengubah takdir mereka untuk menjadi suami-istri.
TAMAT