Me And Mr Perfect

Me And Mr Perfect
Bab 13 Kejadian Tidak Diinginkan



Tuan Anggara duduk lemes dan wajahnya menggambarkan ketidak percayaan bahwa suara tersebut adalah orang kepercayaan selama ini bersama puluhan tahun, ditambah dengan dirinya tidak percaya putrinya yang begitu peduli bahkan malah menyuruh untuk membuktikan bahwa ucapannya benar tentang Ayu. Tuan Anggara melirik ke arah Anita yang sedang membersihkan mukanya dari sisa make up dengan perasaan hancur, sedih, menyesal semua berkecamuk dihatinya dimana seharusnya seorang orang tua mempercayai putrinya tapi dia tidak.


'Oh... maafkan aku putriku bahwa aku sudah tidak percaya dengan kata-katamu,' pikir Tuan Anggara matanya berkaca-kata dan mencoba pelan\=pelan berdiri, berjalan ke tempat putri kesayangan tengah duduk dengan memakai kaos pendek dan celana jins pendek buat santai di kamarnya.


Anita yang melihat dari cermin meja riasnya bahwa papanya menghampiri dengan wajah penuh penyesalan kepada dirinya, menghadap ke papanya sambil memegang tangannya dengan lembut. dia sudah paham apa yang papanya ingin ucapkan kepadanya.


"Papa... Anita ngga papa, Anita paham kalau papa ngga percaya karena Ayu sudah lama bekerja di perusahaan papa. Papa jangan sedih dan merasa gagal menjadi oarang tua yang tidak baik buat Anita, bagi Anita papa adalah orang tua terhebat dan panutan Anita dalam kehidupan," jelas Anita memberikan bangku kepada papanya untuk diduduki dan dirinya dudung di lantai sambil memegang tangan papanya agar bisa tenang.


"Tapi kamu ngga benci papakan sayang," ucap Tuan Anggara dengan suara sedu dan terbata-bata karena tidak ingin putrinya membencinya. Tuan Anggara membesarkan Anita dengan curah kasih sayangnya yang begitu besar, kalau Anita membencinya itu akan menjadi suatu penyesalan seumur hidup buat Tuan Anggara.


"Ngga dong Pa... masa karena masalah dia, Anita benci sama papaku tersayang," balas Anita berdiri dan memeluk papanya dari belakang dengan sangat manja.


"Terima kasih ya sayang, ya sudah sekarang kamu istirahat pasti capekan seharian menyelidiki Ayu. nanti papa akan urus masalah ayu untuk pemecatannya," ucap Tuan Anggara mengusap lembut rambut anaknya dengan lembut.


"Good Night Papa..." ucap Anita tersenyum berjalan ke kasurnya memakai selimutnya dan beristirahat dengan tenang.


"Good Night To Sayang..." balas Tuan Anggara mematikan lampu kamar dan pergi ke luar untuk membiarkan putrinya beristirahat.


Tuan Anggara langsung menelpon seseorang untuk mengerusi surat pemecatan Ayu karena dirinya sudah kecewa besar kepadanya dengan emosi yang meluap-luap.


"hallo Zidan."


"Iya Pak Anggara, ada yang bisa saya bantu ?"


"kamu urus surat pemecatan atas nama Ayu."


"Ayu ada masalah apa pak, setahu saya kinerja dia bagus."


"sudah kamu jangan banyak tanya. laksanakan apa yang saya minta."


"baik pak. akan saya laksanakan. kalau sudah selesai saya akan meletakkan di meja ruang direktur."


"kamu kasih langsung ke Anita, dan bilang ini saya yang suruh."


"Baik Pak nanti akan saya sampaikan kepada Nona Anita."


"Selamat malam Pak."


"Malam."


Tuan Anggara setelah selesai menelpon pihak HRDnya langsung berjalan ke kamar utamanya untuk beristirahat, karena Hari ini adalah hari yang berat untuknya dan melelahkan hatinya.


"Ayu sekarang aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan kerja kerasku dan kamu sudah membuatku kecewa, marah atas perbuatanmu," pikir Tuan Anggara dengan kepalanya yang sangat pusing.


Di apartemen Nasha


Nasha yang lelah setelah aktifitas seharinya. mencoba berjalan dengan tegak karena kakinya yang mulai pegal, sampai mati rasa serasa melayang tubuhnya akibat lelah berkepanjangan.


"Ibu... Nasha pulang," ucap Nasha membuka pintu apartemennya menahan dirinya agar tidak ambruk setelah masuk.


"Nasha kamu mau ibu masakin apa sayang ?" tanya Ibu dengan wajah yang pucat dan berjalan yang lunglai.


"Ibu... kenapa, ibu istirahat aja. Nasha bisa masak mie kok," jawab Nasha kaget melihat kondisi ibunya yang lemah.


"Ngga papa sayang ibu..." ucap ibu terpotong karena tubuhnya langsung ambruk ketika memegang panci untuk memasak mie untuk anaknya.


"Ibu..... " teriak Nasha histeris melihat ibunya tidak sadarkan diri.


Nasha bingung siapa yang harus dimintai tolong saat ini karena hanya berdua dengan ibunya. Nasha langsung terpikir nama Anita hanya dia yang bisa menolong. dan langsung mengirim pesan kepada Anita.


From Nasha


Anita .... tolong gue. tolong gue


Send ? Yes.


Nasha menunggu balesan dari Anita dan berharap Anita membantunya saat ini juga, hanya dia harapan satu-satunya yang bisa menolongnya saat ini.


Yang ingin bergabung dengan Group Nazura bisa masuk dan klik group Nazurak di bawah tulisan Vote...