
Haikal bersyukur karena dirinya sampai lebih awal sehingga bisa membawa kabur Nasha dari tangan jahatnya Anita. Haikal berusaha lari dari parkiran menuju lantai tempat Nasha tinggal sebab tidak akan terburu kalau menunggu lift datang.
"Hallo Nasha, ini aku temannya Kenz. kamu ada di dalam. aku disini untuk menyelamatkan kamu," teriak Haikal dari luar apartement.
Nasha yang mendengar namanya di panggil mencoba melihat diluar melalui cctvnya dan berbicara.
"Kamu siapa, aku tidak kenal kamu ?" tanya Nasha dengan isak tangisnya.
"Aku Haikal sahabatnya Kenz, biarkan aku masuk terlebih dahulu," ucap Haikal memohon agar bisa menyelamatkan Nasha sebelum Anita datang.
"Menyelamatkan gimana kalau sekarang takut tidak akan keburu," ucap Nasha ketakutan takut tidak akan keburu kabur dari apartementnya.
"Untuk itu Buka pintunya, kita bisa lewat jendela kita pakai tali atau nanti aku minta anak buahku untuk menghalangi jalannya," ucap Haikal.
"Baik baik aku buka sebentarr," sahut Nasha dari dalam apartement miliknya membuka kunci satu persatu sementara Haikal mengirim pesan kepada anak buah yang mengikuti Anita di perjalanan.
**To Mr X
Tolong kamu alihkan dia agar tidak
sampai ke apartement sementara saya bantu
Nasha untuk keluar.
Send ? Yes
From Mr X
siapp bos.
Replay ? Yes**.
Haikal yang melihat pintu apartement Nasha terbuka langsung masuk dan membantu membawa barang-barak milik Nasha ke dalam mobilnya untuk membawa pergi Nasha secepatnya. Sementara hanya itu ide yang terpikirkan oleh Haikal buat menyelamatkan Nasha dari Anita.
"Nasha biar aku bantu kamu bawa barang-barang, Anita tidak seperti yang kamu pikirkan dia dulu baik sama semua orang tapi karena saat ini Kenz sakit dan dia nggak mau ada yang halangin jadilah dia seperti sekarang," jelas Haikal membujuk Nasha agar tidak membenci Anita karena bagaimanapun dirinya sangat mencintai Anita.
"Aku tahu kak Anita itu sangat mencintai Kenz bahkan aku sudah merelakan Kenz untuknya tapi kenapa kak Anita tega sama aku hiks... hiks," isak tangis Nasha pecah. Bagaimanapun sikap Anita kepadanya, Nasha tetap menyayanginya dengan tulus.
"Berilah dia waktu untuk berpikir jernih, hatinya sedang iri sampai membutakan mata hatinya itu," ucap Haikal memberikan ketenangan kepada Nasha karena tahu susah buat Nasha untuk tenang saat ini.
"Antarkan aku ke tempat sahabatku, disana aman tidak ada yang tahu. tolong rahasiakan dimana aku tinggal sekaranh, aku mohon kalau sudah keadaan membaik aku sendiri aku bicara," pinta Nasha karena dirinya sudah teramat lelah dan cape hadapi masalah demi masalah dalam hidupnya.
"Baiklah kalau itu mau kamu, masalah ibu kamu gimana ?" tanya Haikal teringat ibu Nasha masih dirawat di rumah sakit.
"Ibu ada Anita dan Tuan Anggara yang akan merawatnya," jawab Nasha cepat.
"Pantas saja Kenz jatuh cinta sama kamu Nasha, kamu baik dan punya hati penyayang, lembut," ucap Haikal pelan melihat Nasha bersiap-siap pergi.
"Aku sudah siapp, ayo buruan berangkat aku tidak mau bertemu dengan Anita," ajak Nasha yang cepat ingin pergi dari apartementnya.
"Egh.. iya," sahut Haikal tersenyum dan mengajak Nasha ke parkiran mobilnya untuk pergi ke tempat sahabat Nasha yaitu Andini.
Mereka berdua Nasha dan Haikal langsung segera pergi meninggalkan apartement yang Nasha beli dari hasil tabungan dan ayah tirinya sebelum meninggal, semua itu hanya tinggal kenangan sekarang.
dalam perjalanan Nasha terus menangis histeris, menitikkan air mata terus menerus tanpa henti rasanya sakit meninggalkan ibu yang melahirkan dan merawatnya dari kecil sembari berharap "Ibu semoga sehat selalu, bahagialah bersama Ayah, dan kak Anita. maaf Nasha tidak berpamitan kepada ibu kalau Nasha pergi," guman Nasha dalam hati melihat langit di luar.
Haikal yang melihat Nasha hanya bisa berkata "Maafkan aku Sha yang memisahkan kamu dengan ibumu tetapi ini semua demi keamanan kamu untuk menghindar dari niat jahat Anita, dan Anita aku harap kamu segera sadar bahwa yang kamu lakukan sekarang itu kejahatan," harap Haikal dalam hati ingin semua seperti semula.
"Haikal, aku kirim pesan dulu ke Andini," ucap Nasha menghapus air mata cepat-cepat agar Haikal tidak mengetahui bahwa dirinya habis menangis.
"Iya," jawab Haikal cepat dan focus mengendarai mobil kesayangan itu dengan kecepatan sedang setelah lumayan jauh jaraknya dengan apartement Nasha.
**To Andini
Dini gue ke tempat lo sekarang.
Send ? Yes.
From Andini
Replay ? Yes.
To Andini
Gue dijemput sama Haikal.
Send ? Yes**.
' Haikal ? kayak familiar dengan nama itu, apa jangan-jangan,' pikir Andini yang mencoba mencari tahu sesuatu.
**From Andini
Haikal Fahrizal
Replay ? Yes.
To Andini
Sebentar gue tanya dulu.
Send ? Yes**.
"Haikal nama panjangmu itu Haikal Fahrizal ya ?" tanya Nasha setelah membaca pesan dari Andini
"Iya kamu kok tahu dari mana nama panjang aku ?" tanya balik Haikal karena kaget bahwa Nasha mengetahui nama panjangnya.
"Sebentar nanti aku kasih tahu," ucap Nasha melanjutkan membalas Andini yang sedang menunggu.
To Andini
Iya, namanya Haikal Fahrizal
Send ? Yes.
**From Andini
Astaga...
Replay ? Yes.
To Andini
Kenapa Dini, lo kok kaget gitu.
Send ? Yes.
From Andini
Dia abang kesayangan gue. coba aja lo tanya kenal nggak sama Andini Yuliana.
Replay ? Yes**.
Nashapun langsung melihat Haikal dan melontarkan pertanyaan setelah membaca pesan terakhir Andini. "Haikal, lo kenal dengan Andini Yuliana anak kuliah jurusan sekretaris ?" tanya Nasha penasaran karena sahabatnya bilang bahwa Haikal adalah abang kesayangannya.
Haikal mendengar nama adeknya langsung rem mendadak mobilnya dan sekali lagi kaget Nasha mengetahui semua tentang dirinya bahkan keluarganya. "Sha.... lo tahu darimana !!! iya dia adek gue karena gue dua bersaudara ?" tanya Haikal yang penasaran dengan Nasha.
"Astaga... ternyata benar apa yang dibilang Dini. iya karena aku sahabat adek kamu dan aku baru tahu tadi setelah Andini kasih tahu bahwa laki-laki bernama Haikal adalah abang kesayangannya," jelas Nasha yang akhirnya tersenyum.
"Ya sudah berarti lo sementara sembunyi di tempat aku pasti Andini senang banget mengetahui abangnya ini menyelamatkan sahabatnya dari seseorang," ucap Haikal kepedean.
sementara di apartement seseorang dengan angkuh berjalan ke tempat apartement Nasha membawa anak buahnya, Mr X segera membunyikan klakson mobilnya berulang kali.
Tin.... tin...tin...!!!
"Woyyy berisik disana," ucap seseorang disana dengan menggunakan kacamata hitam.